alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

SMK Analis Kesehatan Resmi Boyongan Karena di Segel

Mediasi Buntu, Tetapi Yayasan Memastikan KBM Siswa Tetap Berjalan

Mobile_AP_Rectangle 1

GEBANG, RADARJEMBER.ID – Sengketa tanah dan gedung sekolah yang beralamatkan di Jalan Kaca Piring Nomor 23, antara pihak Yayasan Bhakti Negara Jember, yayasan pengelola SMK Analis Kesehatan, dengan pihak ahli waris masih terus berlanjut. Kedua belah pihak juga sama-sama ngotot mempertahankan apa yang diklaim menjadi hak mereka.

Kabar terakhir menyebutkan, pihak ahli waris atas nama Harydho Kurniawan mengabulkan permohonan pihak SMK Analis Kesehatan yang meminta semua aset dari isi gedung itu diangkut dan dipindahkan.

Kuasa hukum ahli waris Achmad Cholily mengatakan, ahli waris telah menyetujui agar yayasan mengemasi barang dan perabotan sekolah yang masih tersisa. Dikabulkannya permintaan itu menurutnya sesuai dengan permohonan Kepala SMK Analis Kesehatan Rahmadi Chomsidarto, tertanggal 31 Agustus lalu. “Berdasarkan surat permohonan itu, Pak Harydho melalui penasihat hukum mengizinkan. Dan pihak SMK telah keluar dengan baik-baik dari gedung tersebut,” terang Cholily, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (8/9).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menambahkan, kepindahan sekolah SMK Analisis Kesehatan itu juga telah sesuai dengan hasil mediasi yang sempat dilakukan oleh kedua pihak dengan difasilitasi Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Jember, beberapa pekan lalu.

Status kedua belah pihak yang bersengketa ini sebenarnya masih terikat hubungan keluarga, antara kakek dan cucu. Namun keduanya gagal membangun kesepakatan dalam beberapa mediasi yang sempat dilakukan. Hingga akhirnya, pihak yayasan dan SMK Analisis Kesehatan berpindah sementara ke gedung yang lokasinya tak jauh dari bangunan SMK Analis Kesehatan yang terletak di Jalan Kaca Piring, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, ini.

Dikonfirmasi terpisah, Pembina Yayasan Bhakti Negara Jember melalui juru bicaranya, Ardyan Wahyudi, menjelaskan, kepindahan itu berangkat dari kesepakatan yang dilakukan yayasan dan ahli waris. Salah satunya diberikannya tenggat waktu untuk sekolah agar mengemasi barang-barang dan aset yang dimiliki.

Mulai dari alat-alat kesehatan, praktik, bangku dan meja sekolah, serta berbagai aset sekolah lainnya. Sebab, sejak awal sengketa ini mencuat beberapa bulan lalu, pihak SMK Analisis Kesehatan sempat kesulitan menjalankan administrasi sekolah karena hampir sebagian besar masih berada di dalam gedung itu. “Sudah sekitar lima hari yang lalu mulai mengangkut barang-barang. Sampai hari ini (kemarin, Red), hingga minggu depan terakhir,” ungkapnya.

- Advertisement -

GEBANG, RADARJEMBER.ID – Sengketa tanah dan gedung sekolah yang beralamatkan di Jalan Kaca Piring Nomor 23, antara pihak Yayasan Bhakti Negara Jember, yayasan pengelola SMK Analis Kesehatan, dengan pihak ahli waris masih terus berlanjut. Kedua belah pihak juga sama-sama ngotot mempertahankan apa yang diklaim menjadi hak mereka.

Kabar terakhir menyebutkan, pihak ahli waris atas nama Harydho Kurniawan mengabulkan permohonan pihak SMK Analis Kesehatan yang meminta semua aset dari isi gedung itu diangkut dan dipindahkan.

Kuasa hukum ahli waris Achmad Cholily mengatakan, ahli waris telah menyetujui agar yayasan mengemasi barang dan perabotan sekolah yang masih tersisa. Dikabulkannya permintaan itu menurutnya sesuai dengan permohonan Kepala SMK Analis Kesehatan Rahmadi Chomsidarto, tertanggal 31 Agustus lalu. “Berdasarkan surat permohonan itu, Pak Harydho melalui penasihat hukum mengizinkan. Dan pihak SMK telah keluar dengan baik-baik dari gedung tersebut,” terang Cholily, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (8/9).

Dia menambahkan, kepindahan sekolah SMK Analisis Kesehatan itu juga telah sesuai dengan hasil mediasi yang sempat dilakukan oleh kedua pihak dengan difasilitasi Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Jember, beberapa pekan lalu.

Status kedua belah pihak yang bersengketa ini sebenarnya masih terikat hubungan keluarga, antara kakek dan cucu. Namun keduanya gagal membangun kesepakatan dalam beberapa mediasi yang sempat dilakukan. Hingga akhirnya, pihak yayasan dan SMK Analisis Kesehatan berpindah sementara ke gedung yang lokasinya tak jauh dari bangunan SMK Analis Kesehatan yang terletak di Jalan Kaca Piring, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, ini.

Dikonfirmasi terpisah, Pembina Yayasan Bhakti Negara Jember melalui juru bicaranya, Ardyan Wahyudi, menjelaskan, kepindahan itu berangkat dari kesepakatan yang dilakukan yayasan dan ahli waris. Salah satunya diberikannya tenggat waktu untuk sekolah agar mengemasi barang-barang dan aset yang dimiliki.

Mulai dari alat-alat kesehatan, praktik, bangku dan meja sekolah, serta berbagai aset sekolah lainnya. Sebab, sejak awal sengketa ini mencuat beberapa bulan lalu, pihak SMK Analisis Kesehatan sempat kesulitan menjalankan administrasi sekolah karena hampir sebagian besar masih berada di dalam gedung itu. “Sudah sekitar lima hari yang lalu mulai mengangkut barang-barang. Sampai hari ini (kemarin, Red), hingga minggu depan terakhir,” ungkapnya.

GEBANG, RADARJEMBER.ID – Sengketa tanah dan gedung sekolah yang beralamatkan di Jalan Kaca Piring Nomor 23, antara pihak Yayasan Bhakti Negara Jember, yayasan pengelola SMK Analis Kesehatan, dengan pihak ahli waris masih terus berlanjut. Kedua belah pihak juga sama-sama ngotot mempertahankan apa yang diklaim menjadi hak mereka.

Kabar terakhir menyebutkan, pihak ahli waris atas nama Harydho Kurniawan mengabulkan permohonan pihak SMK Analis Kesehatan yang meminta semua aset dari isi gedung itu diangkut dan dipindahkan.

Kuasa hukum ahli waris Achmad Cholily mengatakan, ahli waris telah menyetujui agar yayasan mengemasi barang dan perabotan sekolah yang masih tersisa. Dikabulkannya permintaan itu menurutnya sesuai dengan permohonan Kepala SMK Analis Kesehatan Rahmadi Chomsidarto, tertanggal 31 Agustus lalu. “Berdasarkan surat permohonan itu, Pak Harydho melalui penasihat hukum mengizinkan. Dan pihak SMK telah keluar dengan baik-baik dari gedung tersebut,” terang Cholily, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (8/9).

Dia menambahkan, kepindahan sekolah SMK Analisis Kesehatan itu juga telah sesuai dengan hasil mediasi yang sempat dilakukan oleh kedua pihak dengan difasilitasi Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Jember, beberapa pekan lalu.

Status kedua belah pihak yang bersengketa ini sebenarnya masih terikat hubungan keluarga, antara kakek dan cucu. Namun keduanya gagal membangun kesepakatan dalam beberapa mediasi yang sempat dilakukan. Hingga akhirnya, pihak yayasan dan SMK Analisis Kesehatan berpindah sementara ke gedung yang lokasinya tak jauh dari bangunan SMK Analis Kesehatan yang terletak di Jalan Kaca Piring, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, ini.

Dikonfirmasi terpisah, Pembina Yayasan Bhakti Negara Jember melalui juru bicaranya, Ardyan Wahyudi, menjelaskan, kepindahan itu berangkat dari kesepakatan yang dilakukan yayasan dan ahli waris. Salah satunya diberikannya tenggat waktu untuk sekolah agar mengemasi barang-barang dan aset yang dimiliki.

Mulai dari alat-alat kesehatan, praktik, bangku dan meja sekolah, serta berbagai aset sekolah lainnya. Sebab, sejak awal sengketa ini mencuat beberapa bulan lalu, pihak SMK Analisis Kesehatan sempat kesulitan menjalankan administrasi sekolah karena hampir sebagian besar masih berada di dalam gedung itu. “Sudah sekitar lima hari yang lalu mulai mengangkut barang-barang. Sampai hari ini (kemarin, Red), hingga minggu depan terakhir,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/