alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

SD di Jember Ini Nekat Laksanakan PTM Sebelum Waktunya

Mobile_AP_Rectangle 1

JATIROTO, RADARJEMBER.ID – Siswa SD mulai tidak betah belajar di rumah. Meski pemerintah memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan belum ada izin dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkab Jember tentang pembelajaran tatap muka (PTM), namun sebagian siswa SD sudah mulai belajar di sekolah. Seperti yang dilakukan ratusan siswa SDN Jatiroto 03, Kecamatan Sumberbaru.

“PTM ini karena siswa sudah kangen sama teman-teman dan gurunya,” kata Heru Sihpanarimo, Kepala SDN Jatiroto 03 Sumberbaru. PTM yang dimulai sejak 30 Agustus ini mendapat dukungan dari orang tua siswa. Siswa yang masuk juga tidak seluruhnya, melainkan 50 persen dari kapasitas yang ada. Di sisi lain, siswa juga tak mengenakan seragam sekolah, tetapi memakai baju bebas. “Kami terpaksa memasukkan siswa mulai dari kelas satu sampai dengan kelas enam. Tapi yang masuk hanya 50 persen dari 296 siswa. Mereka bergantian,” imbuhnya.

Menurut Heru, anak-anak mengaku bosan belajar daring. Apalagi, jumlah siswa yang mempunyai ponsel Android juga terbatas. Bahkan ada satu HP milik siswa yang digunakan belajar 10 siswa. Dia menyebut, orang tua siswa merasa senang ketika anaknya bisa sekolah seperti biasanya. Sebab, saat proses belajar daring, anak-anak justru lebih banyak bermain ketimbang belajarnya. “Karena mendapat dukungan dari orang tua, terpaksa kami masukkan,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Siti Homsatun, guru kelas IV di SD tersebut, mengungkapkan, anak-anak mengaku senang bisa belajar kembali di sekolah. Mereka mengaku sudah rindu dengan teman maupun para guru. Di sekolah, bocah-bocah itu tampak ceria. Terlihat mereka sedang bergurau dengan sejawat. “Mudahan-mudahan pandemi segera pergi agar anak-anak bisa belajar secara tatap muka seterusnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati menjelaskan, sebenarnya hingga saat ini belum ada izin yang turun untuk pelaksanaan PTM pada jenjang SD. Meski status Jember sudah berada pada level 2, namun pemerintah tetap mempertimbangkan cakupan vaksinasi pada guru dan tenaga kependidikan lainnya sebelum memutuskan tentang pelaksanaan PTM. “Masih belum ada izin yang turun,” paparnya.

- Advertisement -

JATIROTO, RADARJEMBER.ID – Siswa SD mulai tidak betah belajar di rumah. Meski pemerintah memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan belum ada izin dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkab Jember tentang pembelajaran tatap muka (PTM), namun sebagian siswa SD sudah mulai belajar di sekolah. Seperti yang dilakukan ratusan siswa SDN Jatiroto 03, Kecamatan Sumberbaru.

“PTM ini karena siswa sudah kangen sama teman-teman dan gurunya,” kata Heru Sihpanarimo, Kepala SDN Jatiroto 03 Sumberbaru. PTM yang dimulai sejak 30 Agustus ini mendapat dukungan dari orang tua siswa. Siswa yang masuk juga tidak seluruhnya, melainkan 50 persen dari kapasitas yang ada. Di sisi lain, siswa juga tak mengenakan seragam sekolah, tetapi memakai baju bebas. “Kami terpaksa memasukkan siswa mulai dari kelas satu sampai dengan kelas enam. Tapi yang masuk hanya 50 persen dari 296 siswa. Mereka bergantian,” imbuhnya.

Menurut Heru, anak-anak mengaku bosan belajar daring. Apalagi, jumlah siswa yang mempunyai ponsel Android juga terbatas. Bahkan ada satu HP milik siswa yang digunakan belajar 10 siswa. Dia menyebut, orang tua siswa merasa senang ketika anaknya bisa sekolah seperti biasanya. Sebab, saat proses belajar daring, anak-anak justru lebih banyak bermain ketimbang belajarnya. “Karena mendapat dukungan dari orang tua, terpaksa kami masukkan,” tuturnya.

Siti Homsatun, guru kelas IV di SD tersebut, mengungkapkan, anak-anak mengaku senang bisa belajar kembali di sekolah. Mereka mengaku sudah rindu dengan teman maupun para guru. Di sekolah, bocah-bocah itu tampak ceria. Terlihat mereka sedang bergurau dengan sejawat. “Mudahan-mudahan pandemi segera pergi agar anak-anak bisa belajar secara tatap muka seterusnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati menjelaskan, sebenarnya hingga saat ini belum ada izin yang turun untuk pelaksanaan PTM pada jenjang SD. Meski status Jember sudah berada pada level 2, namun pemerintah tetap mempertimbangkan cakupan vaksinasi pada guru dan tenaga kependidikan lainnya sebelum memutuskan tentang pelaksanaan PTM. “Masih belum ada izin yang turun,” paparnya.

JATIROTO, RADARJEMBER.ID – Siswa SD mulai tidak betah belajar di rumah. Meski pemerintah memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan belum ada izin dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkab Jember tentang pembelajaran tatap muka (PTM), namun sebagian siswa SD sudah mulai belajar di sekolah. Seperti yang dilakukan ratusan siswa SDN Jatiroto 03, Kecamatan Sumberbaru.

“PTM ini karena siswa sudah kangen sama teman-teman dan gurunya,” kata Heru Sihpanarimo, Kepala SDN Jatiroto 03 Sumberbaru. PTM yang dimulai sejak 30 Agustus ini mendapat dukungan dari orang tua siswa. Siswa yang masuk juga tidak seluruhnya, melainkan 50 persen dari kapasitas yang ada. Di sisi lain, siswa juga tak mengenakan seragam sekolah, tetapi memakai baju bebas. “Kami terpaksa memasukkan siswa mulai dari kelas satu sampai dengan kelas enam. Tapi yang masuk hanya 50 persen dari 296 siswa. Mereka bergantian,” imbuhnya.

Menurut Heru, anak-anak mengaku bosan belajar daring. Apalagi, jumlah siswa yang mempunyai ponsel Android juga terbatas. Bahkan ada satu HP milik siswa yang digunakan belajar 10 siswa. Dia menyebut, orang tua siswa merasa senang ketika anaknya bisa sekolah seperti biasanya. Sebab, saat proses belajar daring, anak-anak justru lebih banyak bermain ketimbang belajarnya. “Karena mendapat dukungan dari orang tua, terpaksa kami masukkan,” tuturnya.

Siti Homsatun, guru kelas IV di SD tersebut, mengungkapkan, anak-anak mengaku senang bisa belajar kembali di sekolah. Mereka mengaku sudah rindu dengan teman maupun para guru. Di sekolah, bocah-bocah itu tampak ceria. Terlihat mereka sedang bergurau dengan sejawat. “Mudahan-mudahan pandemi segera pergi agar anak-anak bisa belajar secara tatap muka seterusnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati menjelaskan, sebenarnya hingga saat ini belum ada izin yang turun untuk pelaksanaan PTM pada jenjang SD. Meski status Jember sudah berada pada level 2, namun pemerintah tetap mempertimbangkan cakupan vaksinasi pada guru dan tenaga kependidikan lainnya sebelum memutuskan tentang pelaksanaan PTM. “Masih belum ada izin yang turun,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/