alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Bangunan SDN Bagon 02 Puger Rusak

Mobile_AP_Rectangle 1

BAGON, RADARJEMBER.ID – Setahun setelah ditutup pada 2020 lalu, SDN Bagon 02, Desa Bagon, Kecamatan Puger, kini hanya tersisa sebuah bangunan tua tak bertuan dan mulai termakan usia. Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke bekas bangunan SD itu, kemarin (8/8), terlihat kerusakan hampir 90 persen dan hanya menyisakan dinding bangunan serta beberapa pintu yang masih melekat. Itu pun sudah ambrol di beberapa sisi.

Selain itu, beberapa kursi dan meja tampak tergeletak di ruang-ruang kelas dan keramiknya mengelupas. Sebagian sudah tidak ada. Sementara, papan tulis dan kusen jendela sudah hilang. Belum lagi, rumput ilalang setinggi lutut orang dewasa menambah kesan bangunan bekas milik Dinas Pendidikan Jember ini nyata tak bertuan. “Sejak kelulusan siswa terakhir pada 2019-2020 lalu, bangunan ini sudah tidak dipakai,” terang Yati, warga yang tinggal di sekitar bangunan tersebut.

Sebenarnya, bangunan ini terletak persis di belakang Kantor Desa Bagon. Sekitar 30 meter dari situ, ada SD Negeri Bagon 01, dan sekitar satu kilometer terdapat SD Negeri Bagon 03. Jarak ketiga SD yang sangat dekat ini, disebut-sebut warga, mematikan aktivitas belajar mengajar di SDN Bagon 02 lantaran kalah saing. Karena dari tahun ke tahun siswanya terus menyusut hingga akhirnya oleh pemerintah ditutup. “Siswa yang lulus terakhir ada sekitar sembilan anak, kalau nggak salah,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, yang juga disayangkan, selain tidak ada lagi aktivitas belajar, perabotan bangunan sekolah juga mulai rusak dan hilang. “Kurang tahu juga, kalau perabotan seperti meja dan kursi itu diamankan, seharusnya semuanya. Tapi, masih ada sisa. Entah diambil orang atau diamankan, juga kurang tahu,” timpal Yanto, warga lainnya.

- Advertisement -

BAGON, RADARJEMBER.ID – Setahun setelah ditutup pada 2020 lalu, SDN Bagon 02, Desa Bagon, Kecamatan Puger, kini hanya tersisa sebuah bangunan tua tak bertuan dan mulai termakan usia. Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke bekas bangunan SD itu, kemarin (8/8), terlihat kerusakan hampir 90 persen dan hanya menyisakan dinding bangunan serta beberapa pintu yang masih melekat. Itu pun sudah ambrol di beberapa sisi.

Selain itu, beberapa kursi dan meja tampak tergeletak di ruang-ruang kelas dan keramiknya mengelupas. Sebagian sudah tidak ada. Sementara, papan tulis dan kusen jendela sudah hilang. Belum lagi, rumput ilalang setinggi lutut orang dewasa menambah kesan bangunan bekas milik Dinas Pendidikan Jember ini nyata tak bertuan. “Sejak kelulusan siswa terakhir pada 2019-2020 lalu, bangunan ini sudah tidak dipakai,” terang Yati, warga yang tinggal di sekitar bangunan tersebut.

Sebenarnya, bangunan ini terletak persis di belakang Kantor Desa Bagon. Sekitar 30 meter dari situ, ada SD Negeri Bagon 01, dan sekitar satu kilometer terdapat SD Negeri Bagon 03. Jarak ketiga SD yang sangat dekat ini, disebut-sebut warga, mematikan aktivitas belajar mengajar di SDN Bagon 02 lantaran kalah saing. Karena dari tahun ke tahun siswanya terus menyusut hingga akhirnya oleh pemerintah ditutup. “Siswa yang lulus terakhir ada sekitar sembilan anak, kalau nggak salah,” tambahnya.

Namun, yang juga disayangkan, selain tidak ada lagi aktivitas belajar, perabotan bangunan sekolah juga mulai rusak dan hilang. “Kurang tahu juga, kalau perabotan seperti meja dan kursi itu diamankan, seharusnya semuanya. Tapi, masih ada sisa. Entah diambil orang atau diamankan, juga kurang tahu,” timpal Yanto, warga lainnya.

BAGON, RADARJEMBER.ID – Setahun setelah ditutup pada 2020 lalu, SDN Bagon 02, Desa Bagon, Kecamatan Puger, kini hanya tersisa sebuah bangunan tua tak bertuan dan mulai termakan usia. Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke bekas bangunan SD itu, kemarin (8/8), terlihat kerusakan hampir 90 persen dan hanya menyisakan dinding bangunan serta beberapa pintu yang masih melekat. Itu pun sudah ambrol di beberapa sisi.

Selain itu, beberapa kursi dan meja tampak tergeletak di ruang-ruang kelas dan keramiknya mengelupas. Sebagian sudah tidak ada. Sementara, papan tulis dan kusen jendela sudah hilang. Belum lagi, rumput ilalang setinggi lutut orang dewasa menambah kesan bangunan bekas milik Dinas Pendidikan Jember ini nyata tak bertuan. “Sejak kelulusan siswa terakhir pada 2019-2020 lalu, bangunan ini sudah tidak dipakai,” terang Yati, warga yang tinggal di sekitar bangunan tersebut.

Sebenarnya, bangunan ini terletak persis di belakang Kantor Desa Bagon. Sekitar 30 meter dari situ, ada SD Negeri Bagon 01, dan sekitar satu kilometer terdapat SD Negeri Bagon 03. Jarak ketiga SD yang sangat dekat ini, disebut-sebut warga, mematikan aktivitas belajar mengajar di SDN Bagon 02 lantaran kalah saing. Karena dari tahun ke tahun siswanya terus menyusut hingga akhirnya oleh pemerintah ditutup. “Siswa yang lulus terakhir ada sekitar sembilan anak, kalau nggak salah,” tambahnya.

Namun, yang juga disayangkan, selain tidak ada lagi aktivitas belajar, perabotan bangunan sekolah juga mulai rusak dan hilang. “Kurang tahu juga, kalau perabotan seperti meja dan kursi itu diamankan, seharusnya semuanya. Tapi, masih ada sisa. Entah diambil orang atau diamankan, juga kurang tahu,” timpal Yanto, warga lainnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/