alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Ruang Kelas Kosong Imbas Kurang Murid

Mobile_AP_Rectangle 1

MADIUN, RADARJEMBER..ID- Problem kekurangan siswa di Kabupaten Madiun tidak saja mendera jenjang SD dan SMP. Lembaga pendidikan lebih tinggi pun mengalami nasib serupa, seperti SMAN 1 Jiwan, Madiun akibat dua tahun terakhir beberapa ruang kelas di sekolah ini mangkrak.

 

Itu buntut jumlah siswa kelewat sedikit. Dua kali penerimaan peserta didik baru (PPDB), jumlah siswa y diterima tak tembus tiga digit. Pihak sekolah cuma bisa pasrah menerima kenyataan, terkait penerapan zona tunggal dalam PPDB 2022-2023 kali ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tahun ini, PPDB jenjang SMAN di Kabupaten Madiun menerapkan zona tunggal. Lulusan SMP sederajat bebas memilih SMAN di kabupaten ini. Sebelumnya, ada lima zona berdasarkan wilayah kecamatan.

 

Namun, lanjut dia, penerapan regulasi dalam kebijakan itu harus benar-benar dijalankan. ‘’Contoh, tentang domisili sesuai KK (kartu keluarga). Kalau memang kurang dari dua tahun, sekolah yang dituju jangan menerima,’’ tuturnya.

 

Lokasi SMAN 1 Jiwan tergolong kurang strategis. Tidak di tepi jalan raya, melainkan di Desa Teguhan. Selain itu, diapit sekolah-sekolah besar. Ada dua SMKN di kecamatan ini. Pun berbatasan langsung dengan wilayah Kota Madiun. Calon siswa cenderung memilih sekolah terdekat dari SMAN 1 Jiwan itu. ‘’Kami berharap sekolah-sekolah lain tidak tambah pagu pendaftaran,’’ pinta Khotidjah.

 

 

- Advertisement -

MADIUN, RADARJEMBER..ID- Problem kekurangan siswa di Kabupaten Madiun tidak saja mendera jenjang SD dan SMP. Lembaga pendidikan lebih tinggi pun mengalami nasib serupa, seperti SMAN 1 Jiwan, Madiun akibat dua tahun terakhir beberapa ruang kelas di sekolah ini mangkrak.

 

Itu buntut jumlah siswa kelewat sedikit. Dua kali penerimaan peserta didik baru (PPDB), jumlah siswa y diterima tak tembus tiga digit. Pihak sekolah cuma bisa pasrah menerima kenyataan, terkait penerapan zona tunggal dalam PPDB 2022-2023 kali ini.

Tahun ini, PPDB jenjang SMAN di Kabupaten Madiun menerapkan zona tunggal. Lulusan SMP sederajat bebas memilih SMAN di kabupaten ini. Sebelumnya, ada lima zona berdasarkan wilayah kecamatan.

 

Namun, lanjut dia, penerapan regulasi dalam kebijakan itu harus benar-benar dijalankan. ‘’Contoh, tentang domisili sesuai KK (kartu keluarga). Kalau memang kurang dari dua tahun, sekolah yang dituju jangan menerima,’’ tuturnya.

 

Lokasi SMAN 1 Jiwan tergolong kurang strategis. Tidak di tepi jalan raya, melainkan di Desa Teguhan. Selain itu, diapit sekolah-sekolah besar. Ada dua SMKN di kecamatan ini. Pun berbatasan langsung dengan wilayah Kota Madiun. Calon siswa cenderung memilih sekolah terdekat dari SMAN 1 Jiwan itu. ‘’Kami berharap sekolah-sekolah lain tidak tambah pagu pendaftaran,’’ pinta Khotidjah.

 

 

MADIUN, RADARJEMBER..ID- Problem kekurangan siswa di Kabupaten Madiun tidak saja mendera jenjang SD dan SMP. Lembaga pendidikan lebih tinggi pun mengalami nasib serupa, seperti SMAN 1 Jiwan, Madiun akibat dua tahun terakhir beberapa ruang kelas di sekolah ini mangkrak.

 

Itu buntut jumlah siswa kelewat sedikit. Dua kali penerimaan peserta didik baru (PPDB), jumlah siswa y diterima tak tembus tiga digit. Pihak sekolah cuma bisa pasrah menerima kenyataan, terkait penerapan zona tunggal dalam PPDB 2022-2023 kali ini.

Tahun ini, PPDB jenjang SMAN di Kabupaten Madiun menerapkan zona tunggal. Lulusan SMP sederajat bebas memilih SMAN di kabupaten ini. Sebelumnya, ada lima zona berdasarkan wilayah kecamatan.

 

Namun, lanjut dia, penerapan regulasi dalam kebijakan itu harus benar-benar dijalankan. ‘’Contoh, tentang domisili sesuai KK (kartu keluarga). Kalau memang kurang dari dua tahun, sekolah yang dituju jangan menerima,’’ tuturnya.

 

Lokasi SMAN 1 Jiwan tergolong kurang strategis. Tidak di tepi jalan raya, melainkan di Desa Teguhan. Selain itu, diapit sekolah-sekolah besar. Ada dua SMKN di kecamatan ini. Pun berbatasan langsung dengan wilayah Kota Madiun. Calon siswa cenderung memilih sekolah terdekat dari SMAN 1 Jiwan itu. ‘’Kami berharap sekolah-sekolah lain tidak tambah pagu pendaftaran,’’ pinta Khotidjah.

 

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/