alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Waspadai Klaster Sekolah

PTM Bakal Ditata Ulang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di jenjang pendidikan SMA/SMK sudah berjalan. Sejumlah sekolah juga telah menyiapkan sarana pendukung penerapan protokol kesehatan (prokes), sekaligus sistem yang akan dijalankan selama simulasi. Meski telah siap, namun simulasi ini hanya bisa diikuti oleh sebagian siswa. Sementara, siswa lainnya mengikuti secara daring.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur di Jember Mahrus Syamsul mengatakan, sejak 26 Mei lalu, pihaknya telah merencanakan uji coba tatap muka. Dan di Jember sendiri, ia mengaku telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. “Di Jember sudah mulai uji coba pembelajaran tatap muka terbatas. Namanya uji coba terbatas, tidak sampai 100 persen siswa yang ada di kelas,” jelasnya.

Bagaimana dengan kekhawatiran munculnya klaster sekolah seusai dilakukannya simulasi PTM itu? Sebab, sebelumnya sempat tersiar kabar di SMK Negeri 6 Jember terdapat guru yang terpapar korona, beberapa pekan lalu. Terkait hal itu, Mahrus menegaskan, hingga kini belum ada klaster sekolah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, guru yang terinfeksi Covid-19 itu diakuinya karena berinteraksi dengan salah satu guru di sekolah itu. Bukan karena adanya simulasi PTM. “Tapi, tidak sampai terjadi klaster. Sudah ada langkah cepat dari dinas kesehatan. Semuanya di-swab saat itu juga,” jelas Mahrus, saat memantau simulasi PTM di SMA Negeri Kencong, kemarin.

Ia menambahkan, sejauh ini simulasi PTM masih dilakukan di beberapa SM/-SMK dalam beberapa pekan mendatang. Belum menyasar semua sekolah yang ada di Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di jenjang pendidikan SMA/SMK sudah berjalan. Sejumlah sekolah juga telah menyiapkan sarana pendukung penerapan protokol kesehatan (prokes), sekaligus sistem yang akan dijalankan selama simulasi. Meski telah siap, namun simulasi ini hanya bisa diikuti oleh sebagian siswa. Sementara, siswa lainnya mengikuti secara daring.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur di Jember Mahrus Syamsul mengatakan, sejak 26 Mei lalu, pihaknya telah merencanakan uji coba tatap muka. Dan di Jember sendiri, ia mengaku telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. “Di Jember sudah mulai uji coba pembelajaran tatap muka terbatas. Namanya uji coba terbatas, tidak sampai 100 persen siswa yang ada di kelas,” jelasnya.

Bagaimana dengan kekhawatiran munculnya klaster sekolah seusai dilakukannya simulasi PTM itu? Sebab, sebelumnya sempat tersiar kabar di SMK Negeri 6 Jember terdapat guru yang terpapar korona, beberapa pekan lalu. Terkait hal itu, Mahrus menegaskan, hingga kini belum ada klaster sekolah.

Menurut dia, guru yang terinfeksi Covid-19 itu diakuinya karena berinteraksi dengan salah satu guru di sekolah itu. Bukan karena adanya simulasi PTM. “Tapi, tidak sampai terjadi klaster. Sudah ada langkah cepat dari dinas kesehatan. Semuanya di-swab saat itu juga,” jelas Mahrus, saat memantau simulasi PTM di SMA Negeri Kencong, kemarin.

Ia menambahkan, sejauh ini simulasi PTM masih dilakukan di beberapa SM/-SMK dalam beberapa pekan mendatang. Belum menyasar semua sekolah yang ada di Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di jenjang pendidikan SMA/SMK sudah berjalan. Sejumlah sekolah juga telah menyiapkan sarana pendukung penerapan protokol kesehatan (prokes), sekaligus sistem yang akan dijalankan selama simulasi. Meski telah siap, namun simulasi ini hanya bisa diikuti oleh sebagian siswa. Sementara, siswa lainnya mengikuti secara daring.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur di Jember Mahrus Syamsul mengatakan, sejak 26 Mei lalu, pihaknya telah merencanakan uji coba tatap muka. Dan di Jember sendiri, ia mengaku telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. “Di Jember sudah mulai uji coba pembelajaran tatap muka terbatas. Namanya uji coba terbatas, tidak sampai 100 persen siswa yang ada di kelas,” jelasnya.

Bagaimana dengan kekhawatiran munculnya klaster sekolah seusai dilakukannya simulasi PTM itu? Sebab, sebelumnya sempat tersiar kabar di SMK Negeri 6 Jember terdapat guru yang terpapar korona, beberapa pekan lalu. Terkait hal itu, Mahrus menegaskan, hingga kini belum ada klaster sekolah.

Menurut dia, guru yang terinfeksi Covid-19 itu diakuinya karena berinteraksi dengan salah satu guru di sekolah itu. Bukan karena adanya simulasi PTM. “Tapi, tidak sampai terjadi klaster. Sudah ada langkah cepat dari dinas kesehatan. Semuanya di-swab saat itu juga,” jelas Mahrus, saat memantau simulasi PTM di SMA Negeri Kencong, kemarin.

Ia menambahkan, sejauh ini simulasi PTM masih dilakukan di beberapa SM/-SMK dalam beberapa pekan mendatang. Belum menyasar semua sekolah yang ada di Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/