alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Akun Simpatika Guru Masih Aktif

- Kepala MTs Baru Tak Berikan Password

- Kasus Dualisme Kepala MTs NU Al-Badar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat kasus dugaan peretasan akun guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Al-Badar di Kecamatan Rambipuji? Terlapor Lukman Syah, Kepala MTs yang baru, membantah tudingan mereset akun guru pada aplikasi Sistem Informasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (Simpatika). Sementara, dari kubu terlapor, pihak kepala MTs lama, Sohibul Kirom, meyakini terlapor melakukan pelanggaran karena tidak memberikan password untuk akun guru.

Baca Juga : Dicoret Dari Daftar Sekolah, Kemenag Jember Digeruduk Guru dan Wali Murid

Menurut Lukman, akun para pelapor berstatus aktif di aplikasi tersebut. Jejak digitalnya pun bisa dilihat di aplikasi Simpatika. “Faktanya, saya tidak pernah menonaktifkan akun mereka,” terangnya. Dirinya menambahkan bahwa terdapat perubahan password bagi semua guru. “Termasuk mereka,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember sembari menunjukkan status tenaga pendidik MTs NU Al-Badar di aplikasi tersebut, Rabu (6/4).

Mobile_AP_Rectangle 2

Perubahan semua password akun Simpatika tidak serta-merta dilakukan. Melainkan karena memang sedang ada perubahan sistem kepemimpinan di lembaga tersebut. Sehingga dilakukan penyegaran terhadap seluruh akun tenaga pendidik.

Dirinya juga menyatakan bahwa password semua akun yang dimiliki oleh guru itu ada di kepala sekolah. Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan password yang baru, dirinya mempersilakan untuk menemui kepala sekolah. “Sayangnya, sampai saat ini mereka tidak ada yang menghadap ke kasek baru. Padahal pihak yayasan sudah mengundang mereka sebanyak tujuh kali untuk proses pembaruan. Tapi mereka tidak memenuhi undangan itu,” jelas Lukman.

Pembaruan akun dan password tersebut dimulai sejak tanggal 2-18 Februari 2022. Di mana para guru yang melapor tidak ada komunikasi sama sekali dengan kepala sekolah baru. Padahal rentan waktu yang diberikan dinilai sudah lumayan lama. “Akibatnya, mereka tidak mendapatkan password baru untuk login ke aplikasi Simpatika,” paparnya.

Selain itu, Lukman berkata bahwa surat keputusan (SK) mereka sudah berakhir terhitung sejak Desember 2021. Artinya, mereka perlu pembaruan SK, yang dilakukan setiap tanggal 1 Januari. “Tapi, karena sejak awal saya menjabat mereka itu tidak mengakui saya sebagai kasek yang baru, sehingga mereka tidak mengurus administrasi itu sampai saat ini,” tandasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat kasus dugaan peretasan akun guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Al-Badar di Kecamatan Rambipuji? Terlapor Lukman Syah, Kepala MTs yang baru, membantah tudingan mereset akun guru pada aplikasi Sistem Informasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (Simpatika). Sementara, dari kubu terlapor, pihak kepala MTs lama, Sohibul Kirom, meyakini terlapor melakukan pelanggaran karena tidak memberikan password untuk akun guru.

Baca Juga : Dicoret Dari Daftar Sekolah, Kemenag Jember Digeruduk Guru dan Wali Murid

Menurut Lukman, akun para pelapor berstatus aktif di aplikasi tersebut. Jejak digitalnya pun bisa dilihat di aplikasi Simpatika. “Faktanya, saya tidak pernah menonaktifkan akun mereka,” terangnya. Dirinya menambahkan bahwa terdapat perubahan password bagi semua guru. “Termasuk mereka,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember sembari menunjukkan status tenaga pendidik MTs NU Al-Badar di aplikasi tersebut, Rabu (6/4).

Perubahan semua password akun Simpatika tidak serta-merta dilakukan. Melainkan karena memang sedang ada perubahan sistem kepemimpinan di lembaga tersebut. Sehingga dilakukan penyegaran terhadap seluruh akun tenaga pendidik.

Dirinya juga menyatakan bahwa password semua akun yang dimiliki oleh guru itu ada di kepala sekolah. Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan password yang baru, dirinya mempersilakan untuk menemui kepala sekolah. “Sayangnya, sampai saat ini mereka tidak ada yang menghadap ke kasek baru. Padahal pihak yayasan sudah mengundang mereka sebanyak tujuh kali untuk proses pembaruan. Tapi mereka tidak memenuhi undangan itu,” jelas Lukman.

Pembaruan akun dan password tersebut dimulai sejak tanggal 2-18 Februari 2022. Di mana para guru yang melapor tidak ada komunikasi sama sekali dengan kepala sekolah baru. Padahal rentan waktu yang diberikan dinilai sudah lumayan lama. “Akibatnya, mereka tidak mendapatkan password baru untuk login ke aplikasi Simpatika,” paparnya.

Selain itu, Lukman berkata bahwa surat keputusan (SK) mereka sudah berakhir terhitung sejak Desember 2021. Artinya, mereka perlu pembaruan SK, yang dilakukan setiap tanggal 1 Januari. “Tapi, karena sejak awal saya menjabat mereka itu tidak mengakui saya sebagai kasek yang baru, sehingga mereka tidak mengurus administrasi itu sampai saat ini,” tandasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat kasus dugaan peretasan akun guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Al-Badar di Kecamatan Rambipuji? Terlapor Lukman Syah, Kepala MTs yang baru, membantah tudingan mereset akun guru pada aplikasi Sistem Informasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (Simpatika). Sementara, dari kubu terlapor, pihak kepala MTs lama, Sohibul Kirom, meyakini terlapor melakukan pelanggaran karena tidak memberikan password untuk akun guru.

Baca Juga : Dicoret Dari Daftar Sekolah, Kemenag Jember Digeruduk Guru dan Wali Murid

Menurut Lukman, akun para pelapor berstatus aktif di aplikasi tersebut. Jejak digitalnya pun bisa dilihat di aplikasi Simpatika. “Faktanya, saya tidak pernah menonaktifkan akun mereka,” terangnya. Dirinya menambahkan bahwa terdapat perubahan password bagi semua guru. “Termasuk mereka,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember sembari menunjukkan status tenaga pendidik MTs NU Al-Badar di aplikasi tersebut, Rabu (6/4).

Perubahan semua password akun Simpatika tidak serta-merta dilakukan. Melainkan karena memang sedang ada perubahan sistem kepemimpinan di lembaga tersebut. Sehingga dilakukan penyegaran terhadap seluruh akun tenaga pendidik.

Dirinya juga menyatakan bahwa password semua akun yang dimiliki oleh guru itu ada di kepala sekolah. Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan password yang baru, dirinya mempersilakan untuk menemui kepala sekolah. “Sayangnya, sampai saat ini mereka tidak ada yang menghadap ke kasek baru. Padahal pihak yayasan sudah mengundang mereka sebanyak tujuh kali untuk proses pembaruan. Tapi mereka tidak memenuhi undangan itu,” jelas Lukman.

Pembaruan akun dan password tersebut dimulai sejak tanggal 2-18 Februari 2022. Di mana para guru yang melapor tidak ada komunikasi sama sekali dengan kepala sekolah baru. Padahal rentan waktu yang diberikan dinilai sudah lumayan lama. “Akibatnya, mereka tidak mendapatkan password baru untuk login ke aplikasi Simpatika,” paparnya.

Selain itu, Lukman berkata bahwa surat keputusan (SK) mereka sudah berakhir terhitung sejak Desember 2021. Artinya, mereka perlu pembaruan SK, yang dilakukan setiap tanggal 1 Januari. “Tapi, karena sejak awal saya menjabat mereka itu tidak mengakui saya sebagai kasek yang baru, sehingga mereka tidak mengurus administrasi itu sampai saat ini,” tandasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/