alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Pamor Sekolah Negeri Anjlok

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang digelar di masa pandemi ini ternyata berdampak besar bagi sejumlah lembaga sekolah negeri di perdesaan. Banyak keluhan dari pihak sekolah terkait PPDB. Misalnya, SMP Negeri 03 Ledokombo. Sekolah ini terancam mengalami penurunan siswa baru. Sebab, di lingkungannya banyak masyarakat yang memilih untuk menyekolahkan anaknya di lembaga swasta.

Humas SMPN 03 Ledokombo Abdul Halil Ediyanto mengungkapkan, selama ini pamor sekolah negeri anjlok. Itu karena masyarakat masih menganggap bahwa sekolah negeri banyak liburnya. Karena itu, masyarakat di desa lebih memilih untuk meneruskan pendidikan anaknya di pesantren unggulan. “Mereka menganggap sekolah negeri tidak pernah masuk. Libur terus,” katanya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di sekolah.

Menurutnya, pemahaman masyarakat juga menilai sekolah negeri mengalami kemunduran. Sebab, tidak ada kegiatan belajar mengajar alias sekolah libur panjang. Sementara, di pesantren, hingga saat ini kegiatan belajar masih berlangsung. Oleh sebab itu, anggapan masyarakat, anak-anaknya lebih baik mendapatkan pendidikan di pesantren.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kini, SMPN 3 Ledokombo harus ekstra dalam melakukan penjaringan siswa. Mulai dari upaya door to door hingga mendatangi sekolah dasar satu per satu untuk dimintai murid. Sejatinya, upaya ini relatif sama dengan tahun lalu. Namun, kini pihak sekolah harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan siswa. “Kami datang ke SD, ya promosi ke gurunya. Walaupun tidak ada muridnya,” ungkap Holil.

Terpisah, Ratna Susanti, salah satu guru di SMP Negeri 04 Sumberjambe, Desa Gunung Malang, mengungkapkan, hal yang sama juga terjadi di sekolahnya. Pada tahun sebelumnya, pihak sekolah hanya menjaring tak lebih dari 50 siswa. Sekarang, upayanya untuk mendapatkan siswa harus dilakukan dengan perjuangan yang lebih. “Karena orang lebih banyak mondokin anaknya,” tutur dia.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang digelar di masa pandemi ini ternyata berdampak besar bagi sejumlah lembaga sekolah negeri di perdesaan. Banyak keluhan dari pihak sekolah terkait PPDB. Misalnya, SMP Negeri 03 Ledokombo. Sekolah ini terancam mengalami penurunan siswa baru. Sebab, di lingkungannya banyak masyarakat yang memilih untuk menyekolahkan anaknya di lembaga swasta.

Humas SMPN 03 Ledokombo Abdul Halil Ediyanto mengungkapkan, selama ini pamor sekolah negeri anjlok. Itu karena masyarakat masih menganggap bahwa sekolah negeri banyak liburnya. Karena itu, masyarakat di desa lebih memilih untuk meneruskan pendidikan anaknya di pesantren unggulan. “Mereka menganggap sekolah negeri tidak pernah masuk. Libur terus,” katanya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di sekolah.

Menurutnya, pemahaman masyarakat juga menilai sekolah negeri mengalami kemunduran. Sebab, tidak ada kegiatan belajar mengajar alias sekolah libur panjang. Sementara, di pesantren, hingga saat ini kegiatan belajar masih berlangsung. Oleh sebab itu, anggapan masyarakat, anak-anaknya lebih baik mendapatkan pendidikan di pesantren.

Kini, SMPN 3 Ledokombo harus ekstra dalam melakukan penjaringan siswa. Mulai dari upaya door to door hingga mendatangi sekolah dasar satu per satu untuk dimintai murid. Sejatinya, upaya ini relatif sama dengan tahun lalu. Namun, kini pihak sekolah harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan siswa. “Kami datang ke SD, ya promosi ke gurunya. Walaupun tidak ada muridnya,” ungkap Holil.

Terpisah, Ratna Susanti, salah satu guru di SMP Negeri 04 Sumberjambe, Desa Gunung Malang, mengungkapkan, hal yang sama juga terjadi di sekolahnya. Pada tahun sebelumnya, pihak sekolah hanya menjaring tak lebih dari 50 siswa. Sekarang, upayanya untuk mendapatkan siswa harus dilakukan dengan perjuangan yang lebih. “Karena orang lebih banyak mondokin anaknya,” tutur dia.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang digelar di masa pandemi ini ternyata berdampak besar bagi sejumlah lembaga sekolah negeri di perdesaan. Banyak keluhan dari pihak sekolah terkait PPDB. Misalnya, SMP Negeri 03 Ledokombo. Sekolah ini terancam mengalami penurunan siswa baru. Sebab, di lingkungannya banyak masyarakat yang memilih untuk menyekolahkan anaknya di lembaga swasta.

Humas SMPN 03 Ledokombo Abdul Halil Ediyanto mengungkapkan, selama ini pamor sekolah negeri anjlok. Itu karena masyarakat masih menganggap bahwa sekolah negeri banyak liburnya. Karena itu, masyarakat di desa lebih memilih untuk meneruskan pendidikan anaknya di pesantren unggulan. “Mereka menganggap sekolah negeri tidak pernah masuk. Libur terus,” katanya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di sekolah.

Menurutnya, pemahaman masyarakat juga menilai sekolah negeri mengalami kemunduran. Sebab, tidak ada kegiatan belajar mengajar alias sekolah libur panjang. Sementara, di pesantren, hingga saat ini kegiatan belajar masih berlangsung. Oleh sebab itu, anggapan masyarakat, anak-anaknya lebih baik mendapatkan pendidikan di pesantren.

Kini, SMPN 3 Ledokombo harus ekstra dalam melakukan penjaringan siswa. Mulai dari upaya door to door hingga mendatangi sekolah dasar satu per satu untuk dimintai murid. Sejatinya, upaya ini relatif sama dengan tahun lalu. Namun, kini pihak sekolah harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan siswa. “Kami datang ke SD, ya promosi ke gurunya. Walaupun tidak ada muridnya,” ungkap Holil.

Terpisah, Ratna Susanti, salah satu guru di SMP Negeri 04 Sumberjambe, Desa Gunung Malang, mengungkapkan, hal yang sama juga terjadi di sekolahnya. Pada tahun sebelumnya, pihak sekolah hanya menjaring tak lebih dari 50 siswa. Sekarang, upayanya untuk mendapatkan siswa harus dilakukan dengan perjuangan yang lebih. “Karena orang lebih banyak mondokin anaknya,” tutur dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/