Rata-Rata Lama Sekolah Masih Setingkat SD

TUNTASKAN SEKOLAH: Pendidikan SD sederajat masih mendominasi persentase status pendidikan di Jember. Rata-rata lama sekolah di Jember 6,18 tahun dan tumbuh 1,54 persen per tahun. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendidikan di Jember tidak hanya berbicara tentang terciptanya sarana, prasarana, ataupun tenaga pengajar saja. Lebih dari itu, pendidikan setinggi-tingginya harus ditanamkan ke pelajar Jember. Sebab, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Jember masih setingkat SD, yaitu 6,18 tahun.

IKLAN

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan RLS di Jember pada 2019 menunjukan angka 6,18 tahun. Jumlah itu ada peningkatan dari tahun sebelumnya 2018 sebesar 6,07 tahun. Kepala BPS Jember Arif Joko Sutejo mengatakan, dalam metode penghitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ada menghitung dimensi umur panjang dan hidup sehat dengan umur harapan hidup saat lahir, dimensi standar hidup layak dengan pengeluaran per kapita, agrefasi indeks, dan dimensi pengetahun yang meliputi RLS dan Harapan Lama Sekolah (HLS).

Untuk RLS di Jember memang masih diangka 6 tahun belum bergeser ke angkat 7 tahun. Setiap tahun untuk RLS Jember selalu alami peningkatan. “Pertumbuhan per tahun itu 1,54 persen,” tuturnya. Bahkan, pada 2015 RLS Jember itu tak sampai di bawah 6 tahun, yaitu sebesar 5,76 persen.

Dia menjelaskan, perhitungan RLS itu adalah dihitung penduduk usia 15 tahun ke atas di Jember. Sehingga, bisa dikatakan penduduk 15 ke atas di Jember RLS itu hanya tamatan SD saja.  Apalagi, publikasi BPS Jember di Surve Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) mencatat persentase penduduk 7-24 tahun menurut status pendidikannya tahun 2019, angka tertinggi adalah tamatan SD sebesar 34,84 persen.

Arif Joko menambahkan, dalam dimensi pengetahuan untuk mengukur IPM juga ada harapan lama sekolah atau disingkat HLS. “HLS Jember pada tahun 2019 adalah 13,22,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ukuran HLS 13,22 tahun itu bukan ukuran usia anak sekolah. Melainkan total berapa tahun harapan anak-anak mengeyam pendidikan. Semisal mulai dari SD hingga SMA menyelesaikan hingga 12 tahun, maka dari 13,22 tahun dikurangi 12 tahun. Ada selisih 1,22 tahun. Bisa dikatakan HLS di Jember itu tamat diploma 1 atau masih satu tahun, dua bulan kuliah.

Sementara Kepala BPS Jember Arif Joko Sutejo mengatakan, sebelum tahun 1970-an yang menitikberatkan pembangunan hanya pada pertumbuhan ekonomi saja. Namun, kenyataanya pembangunan untuk capai kesejahteraan juga dilihat dari sisi sosial juga. Salah satu aspek yaitu soal pendidikan, sebab pendidikan adalah cikal bakal terbentuknya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal. “Dengan pendidikan yang baik akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten,” ujarnya.

Sehingga tidak salah upaya peningkatan kualitas SDM melalui dunia pendidikan telah lama dilakukan pemerintah Indonesia. Termasuk wajib belajar 9 tahun dan ada juga soal penganggaran setidaknya 20 persen dari total anggaran.

Publikasi kesejahteraan rakyat Kab Jember yang bersumber dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2019 tersebut juga penduduk 15 tahun ke atas dengan ijazah tertinggi. Arif Joko mengutarakan, dari tidak punya ijazah SD, ijazah SD, SMP, SMA atau ke atas. Persentase tertinggi justru yang tidak punya ijazah SD 28,75 persen dan disusul 28,31 persen untuk ijazah SD.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono