alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Sekolah Penggerak Minim Peminat, Karena ini…

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Program Sekolah Penggerak gelombang II sudah mulai berjalan. Namun, program yang salah satunya untuk menyiapkan calon kepala sekolah ini sepi peminat. Dari 906 SD negeri yang terdata, hanya ada 135 sekolah yang mendaftar untuk mengikuti program tersebut. Jika dipersentase, jumlahnya cukup minim hanya 14,9 persen.

Staf Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Iman Ashori menuturkan, pihaknya tengah mengkaji apa yang menjadi penyebab kurangnya minat sekolah untuk mendaftar dalam program tersebut. Namun, menurut dia, salah satu kendala yang sangat terlihat adalah adanya kepala sekolah rangkap yang masih berlaku.

Idealnya, kepala sekolah masih diperkenankan untuk mengikuti program sebagai guru penggerak. Namun, harus pada lembaga di mana dia menjabat secara definitif. “Ada syarat yang harus dipenuhi pemerintah daerah, yaitu menjamin kepada sekolah penggerak yang terkuota untuk tidak memindah atau memutasi guru dan kepala sekolah,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, faktor usia juga sangat berpengaruh. Maksimal guru penggerak dari sekolah penggerak yang mengikuti program berusia 55 tahun. Sebab, selama empat tahun ke depan kepala sekolah diwajibkan untuk memprospek sekolahnya menjadi sekolah penggerak.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Program Sekolah Penggerak gelombang II sudah mulai berjalan. Namun, program yang salah satunya untuk menyiapkan calon kepala sekolah ini sepi peminat. Dari 906 SD negeri yang terdata, hanya ada 135 sekolah yang mendaftar untuk mengikuti program tersebut. Jika dipersentase, jumlahnya cukup minim hanya 14,9 persen.

Staf Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Iman Ashori menuturkan, pihaknya tengah mengkaji apa yang menjadi penyebab kurangnya minat sekolah untuk mendaftar dalam program tersebut. Namun, menurut dia, salah satu kendala yang sangat terlihat adalah adanya kepala sekolah rangkap yang masih berlaku.

Idealnya, kepala sekolah masih diperkenankan untuk mengikuti program sebagai guru penggerak. Namun, harus pada lembaga di mana dia menjabat secara definitif. “Ada syarat yang harus dipenuhi pemerintah daerah, yaitu menjamin kepada sekolah penggerak yang terkuota untuk tidak memindah atau memutasi guru dan kepala sekolah,” paparnya.

Selain itu, faktor usia juga sangat berpengaruh. Maksimal guru penggerak dari sekolah penggerak yang mengikuti program berusia 55 tahun. Sebab, selama empat tahun ke depan kepala sekolah diwajibkan untuk memprospek sekolahnya menjadi sekolah penggerak.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Program Sekolah Penggerak gelombang II sudah mulai berjalan. Namun, program yang salah satunya untuk menyiapkan calon kepala sekolah ini sepi peminat. Dari 906 SD negeri yang terdata, hanya ada 135 sekolah yang mendaftar untuk mengikuti program tersebut. Jika dipersentase, jumlahnya cukup minim hanya 14,9 persen.

Staf Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Iman Ashori menuturkan, pihaknya tengah mengkaji apa yang menjadi penyebab kurangnya minat sekolah untuk mendaftar dalam program tersebut. Namun, menurut dia, salah satu kendala yang sangat terlihat adalah adanya kepala sekolah rangkap yang masih berlaku.

Idealnya, kepala sekolah masih diperkenankan untuk mengikuti program sebagai guru penggerak. Namun, harus pada lembaga di mana dia menjabat secara definitif. “Ada syarat yang harus dipenuhi pemerintah daerah, yaitu menjamin kepada sekolah penggerak yang terkuota untuk tidak memindah atau memutasi guru dan kepala sekolah,” paparnya.

Selain itu, faktor usia juga sangat berpengaruh. Maksimal guru penggerak dari sekolah penggerak yang mengikuti program berusia 55 tahun. Sebab, selama empat tahun ke depan kepala sekolah diwajibkan untuk memprospek sekolahnya menjadi sekolah penggerak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/