UT Harus Berani Melakukan Terobosan Inovatif

RADARJEMBER.ID – “Saya berharap Universitas Terbuka (UT) bisa melakukan terobosan yang inovatif untuk meningkatkan akseptabilitas dan kualitas layanan pendidikannya,” tegas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas SPd SS MSi mengawali sambutannya pada Rakor Pengurus Kelompok Belajar (Pokjar) se-Wilayah UT Jember di Banyuwangi.

IKLAN

“UT tidak bisa lagi melakukan cara-cara yang biasa, yang lazim dilakukan selama ini. Tutor UT juga tidak bisa lagi mengandalkan pola pembelajaran konvensional berbasis kelas yang sudah kurang sesuai dengan teori dan praktik pembelajaran terkini. Jika UT kurang gereget melakukan terobosan yang inovatif, maka lambat laun UT akan ditinggalkan oleh penggunanya. Apalagi, saat ini sudah banyak perguruan tinggi yang mengadopsi sistem jarak jauh yang selama ini menjadi andalan UT,” tandas Anas lebih lanjut.

Harapan Bupati Anas tersebut menjadi tantangan bagi UT dan seluruh mitra strategis UT, termasuk pengurus pokjar, untuk senantiasa melakukan inovasi tiada henti. “Pernyataan bupati tersebut sangat inspiratif, memotivasi, sekaligus menyadarkan kita semua bahwa apa yang sudah kita lakukan selama ini belumlah cukup. Kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan terus berubah dari waktu-ke waktu. Hal ini tentu menuntut cara-cara baru untuk memenuhinya. Demikian disampaikan oleh Direktur UT Jember Prof Dr Mohammad Imam Farisi MPd di hadapan para pengurus pokjar se-wilayah Tapal Kuda.

Rakor pokjar kali ini dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 6-7 Juli di El Royal Hotel, Banyuwangi. Kegiatan tersebut diikuti 52 orang dari 26 pokjar yang tersebar di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja UT-UT Jember.

Tema yang diusung adalah Meningkatkan Sinergitas Pokjar di Era Siber. Dengan tema tersebut, diharapkan ada pemikiran, gagasan baru alternatif untuk lebih meningkatkan akseptabilitas masyarakat terhadap eksistensi UT melalui sinergitas antar-pokjar dan antara pokjar dengan UT Jember.

“Sinergitas ini sangat fundamental bagi UT, karena desain utama UT sebagai networking university meniscayakan makna kerja sama kemitraan dengan berbagai lembaga/instansi nasional hingga daerah,” tegas Imam.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur UT Jember juga memberikan penghargaan kepada Bupati Anas atas komitmennya yang tinggi terhadap pendidikan melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa UT yang kurang mampu asal Banyuwangi melalui Program Banyuwangi Cerdas (PBC).

Sementara itu, Kadisdikpora Banyuwangi Drs Sulihtiyono MM MPd mengungkapkan, hingga saat ini telah terdapat 64 mahasiswa UT penerima beasiswa PBC. Tahun 2019, jumlah ini akan bertambah lagi sebanyak 25 orang mahasiswa baru yang masih dalam proses rekrutmen dan seleksi oleh Disdikpora. Dengan demikian, total ada 94 mahasiswa UT Jember yang berasal dari Banyuwangi melalui jalur program PBC.

Eksistensi pokjar sebagai mitra UT memiliki kedudukan yang unik dan strategis. Di satu sisi, karakteristik sistem pendidikan jarak jauh yang diterapkan UT menuntut mahasiswa untuk mandiri dan proaktif dalam menempuh studi. Mahasiswa juga harus memiliki kedisiplinan untuk mengatur waktu belajar, membuat prioritas, mempelajari bahan ajar, mengatasi permasalahan dan kesulitan belajar secara cepat serta mandiri. Sistem, prosedur, dan fasilitas pendukung untuk belajar mandiri memang telah disediakan oleh UT Jember, termasuk informasi tentang registrasi, tutorial, ujian, kelulusan, dan wisuda. Namun, di sisi lain, beragam permasalahan, baik administratif maupun akademik, masih dialami mahasiswa karena kekurangmandirian mereka. Di samping itu, UT juga masih memiliki keterbatasan jangkauan dalam memberikan layanan.

Dalam konteks inilah, dalam rangka membantu memberikan layanan kepada mahasiswa secara lebih maksimal, UT Jember membentuk pokjar-pokjar untuk membantu memberikan layanan administrasi dan informasi tentang UT kepada mahasiswa yang memerlukan layanan secara berkelompok.

Reporter : Lintang Anis Bena Kinanti

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti