alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Kepma Baru Beri Kesempatan Siswa untuk Ujian Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWINING, Radar Jember – Kepala MTs NU Albadar yang baru, Lukman Syah, memberikan kesempatan kepada 23 siswa untuk ikut ujian akhir. Ini disampaikan sebelum tiba masa ajaran baru. Beberapa siswa pun mulai beralih mengikuti ujian susulan.

BACA JUGA : Tengok Karya Jurnalistik, Lawan Kabar Hoax

Sebanyak 23 siswa ujian lagi merupakan imbas dari dualisme Kepala MTs NU Albadar di Dusun Loji, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember. Siswa yang ikut pihak kepala MTs lama, Shohibul Qirom, tidak bisa mendapat tanda tangan ijazah, sehingga terancam tidak lulus.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala MTs baru, Lukman Syah, mengatakan, siswa yang ikut ujian versi kepala MTs lama tidak bisa diluluskan sebelum mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh dirinya. “Saya tidak bisa meluluskan siswa yang tidak mengikuti ujian yang saya selenggarakan,” katanya.

Lukman mengaku, dirinya akan melanggar aturan Kementerian Agama (Kemenag) jika meluluskan siswa yang ikut ujian di luar kendalinya. Bahkan, risiko ketidaklulusan siswa bukan dari tanggung jawabnya. “Saya yang melanggar aturan kalau saya meluluskan mereka tanpa ikut ujian saya. Gimana caranya coba, kalau siswanya tidak lulus itu bukan tanggung jawab saya. Soalnya disuruh ikut ujian di sini gak mau,” terang Lukman.

- Advertisement -

KALIWINING, Radar Jember – Kepala MTs NU Albadar yang baru, Lukman Syah, memberikan kesempatan kepada 23 siswa untuk ikut ujian akhir. Ini disampaikan sebelum tiba masa ajaran baru. Beberapa siswa pun mulai beralih mengikuti ujian susulan.

BACA JUGA : Tengok Karya Jurnalistik, Lawan Kabar Hoax

Sebanyak 23 siswa ujian lagi merupakan imbas dari dualisme Kepala MTs NU Albadar di Dusun Loji, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember. Siswa yang ikut pihak kepala MTs lama, Shohibul Qirom, tidak bisa mendapat tanda tangan ijazah, sehingga terancam tidak lulus.

Kepala MTs baru, Lukman Syah, mengatakan, siswa yang ikut ujian versi kepala MTs lama tidak bisa diluluskan sebelum mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh dirinya. “Saya tidak bisa meluluskan siswa yang tidak mengikuti ujian yang saya selenggarakan,” katanya.

Lukman mengaku, dirinya akan melanggar aturan Kementerian Agama (Kemenag) jika meluluskan siswa yang ikut ujian di luar kendalinya. Bahkan, risiko ketidaklulusan siswa bukan dari tanggung jawabnya. “Saya yang melanggar aturan kalau saya meluluskan mereka tanpa ikut ujian saya. Gimana caranya coba, kalau siswanya tidak lulus itu bukan tanggung jawab saya. Soalnya disuruh ikut ujian di sini gak mau,” terang Lukman.

KALIWINING, Radar Jember – Kepala MTs NU Albadar yang baru, Lukman Syah, memberikan kesempatan kepada 23 siswa untuk ikut ujian akhir. Ini disampaikan sebelum tiba masa ajaran baru. Beberapa siswa pun mulai beralih mengikuti ujian susulan.

BACA JUGA : Tengok Karya Jurnalistik, Lawan Kabar Hoax

Sebanyak 23 siswa ujian lagi merupakan imbas dari dualisme Kepala MTs NU Albadar di Dusun Loji, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember. Siswa yang ikut pihak kepala MTs lama, Shohibul Qirom, tidak bisa mendapat tanda tangan ijazah, sehingga terancam tidak lulus.

Kepala MTs baru, Lukman Syah, mengatakan, siswa yang ikut ujian versi kepala MTs lama tidak bisa diluluskan sebelum mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh dirinya. “Saya tidak bisa meluluskan siswa yang tidak mengikuti ujian yang saya selenggarakan,” katanya.

Lukman mengaku, dirinya akan melanggar aturan Kementerian Agama (Kemenag) jika meluluskan siswa yang ikut ujian di luar kendalinya. Bahkan, risiko ketidaklulusan siswa bukan dari tanggung jawabnya. “Saya yang melanggar aturan kalau saya meluluskan mereka tanpa ikut ujian saya. Gimana caranya coba, kalau siswanya tidak lulus itu bukan tanggung jawab saya. Soalnya disuruh ikut ujian di sini gak mau,” terang Lukman.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/