alexametrics
20.3C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Siapkan Monitoring PTM di Dua Sekolah

IDI Anggap Penerapan Prokes Belum Optimal

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak Januari 2021, Pemerintah Kabupaten Jember menggembar-gemborkan niatnya untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Apalagi sejak pergantian bupati baru yang dilantik pada Maret lalu.

Dinas Pendidikan pun telah menyiapkan juknis terkait skema pembelajaran tatap muka yang akan berlangsung. Secara masif, pihak dinas menginstruksikan penyebaran kuesioner atau angket persetujuan kepada orang tua terkait pembelajaran tatap muka.

Kelengkapan lainnya yang telah terpenuhi, lanjut dia, adalah vaksinasi 2.444 guru. Selain itu, upaya pelengkapan fasilitas prokes terus diupayakan untuk terpenuhi. “Dinas Pendidikan punya langkah dengan juknis terkait pembelajaran tatap muka dan ujian sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Bambang Hariono dalam dialog publik yang berlangsung, kemarin (7/4).

Mobile_AP_Rectangle 2

Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano mengatakan, semakin hari jumlah kasus positif dan kematian akibat Covid-19 di Jember kian menurun. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan aturan protokol kesehatan yang telah lama diberlakukan.

Selain itu, dinas juga telah menerima 328 surat izin wali murid dari 1.028 SD yang mengajukan PTM kepada satgas. Menanggapi hal tersebut, Mirfano melakukan komunikasi kepada Bupati Jember Hendy Siswanto dan membuat rencana monitoring serta evaluasi di dua titik, yakni SDN Sumbersari 2 dan SMPN 7 Jember, Jumat (9/4) mendatang.

Namun demikian, bertolak belakang dengan keinginan Pemkab Jember, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember dr Alfin mengatakan, dilihat dari segi kesehatan dan epidemiologi, Jember belum memenuhi standar untuk melaksanakan PTM. Terutama pada kesadaran masyarakat akan aturan prokes yang masih sangat rendah. “Kita lihat kesadaran masyarakat akan prokes. Saya lihat di Jember ini masih rendah. Tapi, kita jangan pesimistis, karena anak sekolah akan tertib dan lebih mudah diatur,” katanya.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hal tersebut, lanjut dr Alfin, adalah peran peringatan dari pemerintah. Sebab, jika hanya ada fasilitas gratis tanpa peringatan, tentu tidak semua masyarakat berminat menggunakan fasilitas tersebut.

Terpisah, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Jember, Rosyid Al-Ataf, mengungkapkan bahwa pihaknya dapat memastikan bahwa semua sekolah tingkat SLTA telah memenuhi syarat dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka. “Kita tinggal menunggu izin saja,” ungkap Rosyid.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Jumai
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak Januari 2021, Pemerintah Kabupaten Jember menggembar-gemborkan niatnya untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Apalagi sejak pergantian bupati baru yang dilantik pada Maret lalu.

Dinas Pendidikan pun telah menyiapkan juknis terkait skema pembelajaran tatap muka yang akan berlangsung. Secara masif, pihak dinas menginstruksikan penyebaran kuesioner atau angket persetujuan kepada orang tua terkait pembelajaran tatap muka.

Kelengkapan lainnya yang telah terpenuhi, lanjut dia, adalah vaksinasi 2.444 guru. Selain itu, upaya pelengkapan fasilitas prokes terus diupayakan untuk terpenuhi. “Dinas Pendidikan punya langkah dengan juknis terkait pembelajaran tatap muka dan ujian sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Bambang Hariono dalam dialog publik yang berlangsung, kemarin (7/4).

Mobile_AP_Half Page

Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano mengatakan, semakin hari jumlah kasus positif dan kematian akibat Covid-19 di Jember kian menurun. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan aturan protokol kesehatan yang telah lama diberlakukan.

Selain itu, dinas juga telah menerima 328 surat izin wali murid dari 1.028 SD yang mengajukan PTM kepada satgas. Menanggapi hal tersebut, Mirfano melakukan komunikasi kepada Bupati Jember Hendy Siswanto dan membuat rencana monitoring serta evaluasi di dua titik, yakni SDN Sumbersari 2 dan SMPN 7 Jember, Jumat (9/4) mendatang.

Namun demikian, bertolak belakang dengan keinginan Pemkab Jember, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember dr Alfin mengatakan, dilihat dari segi kesehatan dan epidemiologi, Jember belum memenuhi standar untuk melaksanakan PTM. Terutama pada kesadaran masyarakat akan aturan prokes yang masih sangat rendah. “Kita lihat kesadaran masyarakat akan prokes. Saya lihat di Jember ini masih rendah. Tapi, kita jangan pesimistis, karena anak sekolah akan tertib dan lebih mudah diatur,” katanya.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hal tersebut, lanjut dr Alfin, adalah peran peringatan dari pemerintah. Sebab, jika hanya ada fasilitas gratis tanpa peringatan, tentu tidak semua masyarakat berminat menggunakan fasilitas tersebut.

Terpisah, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Jember, Rosyid Al-Ataf, mengungkapkan bahwa pihaknya dapat memastikan bahwa semua sekolah tingkat SLTA telah memenuhi syarat dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka. “Kita tinggal menunggu izin saja,” ungkap Rosyid.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Jumai
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak Januari 2021, Pemerintah Kabupaten Jember menggembar-gemborkan niatnya untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Apalagi sejak pergantian bupati baru yang dilantik pada Maret lalu.

Dinas Pendidikan pun telah menyiapkan juknis terkait skema pembelajaran tatap muka yang akan berlangsung. Secara masif, pihak dinas menginstruksikan penyebaran kuesioner atau angket persetujuan kepada orang tua terkait pembelajaran tatap muka.

Kelengkapan lainnya yang telah terpenuhi, lanjut dia, adalah vaksinasi 2.444 guru. Selain itu, upaya pelengkapan fasilitas prokes terus diupayakan untuk terpenuhi. “Dinas Pendidikan punya langkah dengan juknis terkait pembelajaran tatap muka dan ujian sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Bambang Hariono dalam dialog publik yang berlangsung, kemarin (7/4).

Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano mengatakan, semakin hari jumlah kasus positif dan kematian akibat Covid-19 di Jember kian menurun. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan aturan protokol kesehatan yang telah lama diberlakukan.

Selain itu, dinas juga telah menerima 328 surat izin wali murid dari 1.028 SD yang mengajukan PTM kepada satgas. Menanggapi hal tersebut, Mirfano melakukan komunikasi kepada Bupati Jember Hendy Siswanto dan membuat rencana monitoring serta evaluasi di dua titik, yakni SDN Sumbersari 2 dan SMPN 7 Jember, Jumat (9/4) mendatang.

Namun demikian, bertolak belakang dengan keinginan Pemkab Jember, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember dr Alfin mengatakan, dilihat dari segi kesehatan dan epidemiologi, Jember belum memenuhi standar untuk melaksanakan PTM. Terutama pada kesadaran masyarakat akan aturan prokes yang masih sangat rendah. “Kita lihat kesadaran masyarakat akan prokes. Saya lihat di Jember ini masih rendah. Tapi, kita jangan pesimistis, karena anak sekolah akan tertib dan lebih mudah diatur,” katanya.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hal tersebut, lanjut dr Alfin, adalah peran peringatan dari pemerintah. Sebab, jika hanya ada fasilitas gratis tanpa peringatan, tentu tidak semua masyarakat berminat menggunakan fasilitas tersebut.

Terpisah, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Jember, Rosyid Al-Ataf, mengungkapkan bahwa pihaknya dapat memastikan bahwa semua sekolah tingkat SLTA telah memenuhi syarat dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka. “Kita tinggal menunggu izin saja,” ungkap Rosyid.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Jumai
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran