alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Mahasiswa UIJ Tuntut Perubahan Statuta Kampus

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembawa Perubahan (Gempa) bersama BEM dan DPM melakukan demonstrasi (7/3) kemarin. Mereka mendatangi gedung rektorat karena tidak puas dengan sistem pengelolaan kampus.

Sejumlah mahasiswa yang mengenakan pakaian dari jurusan masing-masing sempat menduduki gedung rektorat karena tidak langsung ditemui oleh Rektor UIJ Abdul Hadi dan Ketua Yayasan Abdullah Syamsul Arifin atau lebih akrab dipanggil Gus Aab. Mahasiswa akhirnya dipersilakan untuk masuk dan melakukan dialog dengan yayasan dan rektorat secara langsung, di aula Kampus 1 UIJ, Jalan Kiai Mojo, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates.

Dalam pertemuan itu, mahasiswa menuntut agar statuta kampus segera direvisi karena dinilai cukup memberatkan dan merugikan mahasiswa. Mahasiswa juga meminta agar dilibatkan dalam penyusunannya. “Statuta dapat diakses oleh siapa pun, sehingga terbuka untuk siapa saja yang ada di kampus,” kata Muhammad Rony, koordinator lapangan (korlap) aksi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakan, aksi dilatarbelakangi adanya temuan tumpang tindih aturan. Hal tersebut dianggap tidak efektif serta dapat mencederai nilai-nilai akademis. Jika dibiarkan, maka juga berdampak pada administrasi dan pembangunan yang ada di lingkungan kampus.

Selain itu, Rony juga menegaskan, seharusnya statuta menjadi peraturan dasar pengelolaan kampus. Hal itu kemudian dijadikan sebagai landasan penyusunan regulasi serta sistem pembangunan nantinya, di mana saat ini masih dianggap tidak jelas.

Dikonfirmasi, Ketua Yayasan UIJ Gus Aab menegaskan, aksi yang dilakukan mahasiswa adalah hal yang wajar. Sebagai salah satu bentuk mimbar akademik dan kebebasan menyampaikan aspirasi, dengan tujuan kemajuan instansi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembawa Perubahan (Gempa) bersama BEM dan DPM melakukan demonstrasi (7/3) kemarin. Mereka mendatangi gedung rektorat karena tidak puas dengan sistem pengelolaan kampus.

Sejumlah mahasiswa yang mengenakan pakaian dari jurusan masing-masing sempat menduduki gedung rektorat karena tidak langsung ditemui oleh Rektor UIJ Abdul Hadi dan Ketua Yayasan Abdullah Syamsul Arifin atau lebih akrab dipanggil Gus Aab. Mahasiswa akhirnya dipersilakan untuk masuk dan melakukan dialog dengan yayasan dan rektorat secara langsung, di aula Kampus 1 UIJ, Jalan Kiai Mojo, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates.

Dalam pertemuan itu, mahasiswa menuntut agar statuta kampus segera direvisi karena dinilai cukup memberatkan dan merugikan mahasiswa. Mahasiswa juga meminta agar dilibatkan dalam penyusunannya. “Statuta dapat diakses oleh siapa pun, sehingga terbuka untuk siapa saja yang ada di kampus,” kata Muhammad Rony, koordinator lapangan (korlap) aksi.

Dikatakan, aksi dilatarbelakangi adanya temuan tumpang tindih aturan. Hal tersebut dianggap tidak efektif serta dapat mencederai nilai-nilai akademis. Jika dibiarkan, maka juga berdampak pada administrasi dan pembangunan yang ada di lingkungan kampus.

Selain itu, Rony juga menegaskan, seharusnya statuta menjadi peraturan dasar pengelolaan kampus. Hal itu kemudian dijadikan sebagai landasan penyusunan regulasi serta sistem pembangunan nantinya, di mana saat ini masih dianggap tidak jelas.

Dikonfirmasi, Ketua Yayasan UIJ Gus Aab menegaskan, aksi yang dilakukan mahasiswa adalah hal yang wajar. Sebagai salah satu bentuk mimbar akademik dan kebebasan menyampaikan aspirasi, dengan tujuan kemajuan instansi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembawa Perubahan (Gempa) bersama BEM dan DPM melakukan demonstrasi (7/3) kemarin. Mereka mendatangi gedung rektorat karena tidak puas dengan sistem pengelolaan kampus.

Sejumlah mahasiswa yang mengenakan pakaian dari jurusan masing-masing sempat menduduki gedung rektorat karena tidak langsung ditemui oleh Rektor UIJ Abdul Hadi dan Ketua Yayasan Abdullah Syamsul Arifin atau lebih akrab dipanggil Gus Aab. Mahasiswa akhirnya dipersilakan untuk masuk dan melakukan dialog dengan yayasan dan rektorat secara langsung, di aula Kampus 1 UIJ, Jalan Kiai Mojo, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates.

Dalam pertemuan itu, mahasiswa menuntut agar statuta kampus segera direvisi karena dinilai cukup memberatkan dan merugikan mahasiswa. Mahasiswa juga meminta agar dilibatkan dalam penyusunannya. “Statuta dapat diakses oleh siapa pun, sehingga terbuka untuk siapa saja yang ada di kampus,” kata Muhammad Rony, koordinator lapangan (korlap) aksi.

Dikatakan, aksi dilatarbelakangi adanya temuan tumpang tindih aturan. Hal tersebut dianggap tidak efektif serta dapat mencederai nilai-nilai akademis. Jika dibiarkan, maka juga berdampak pada administrasi dan pembangunan yang ada di lingkungan kampus.

Selain itu, Rony juga menegaskan, seharusnya statuta menjadi peraturan dasar pengelolaan kampus. Hal itu kemudian dijadikan sebagai landasan penyusunan regulasi serta sistem pembangunan nantinya, di mana saat ini masih dianggap tidak jelas.

Dikonfirmasi, Ketua Yayasan UIJ Gus Aab menegaskan, aksi yang dilakukan mahasiswa adalah hal yang wajar. Sebagai salah satu bentuk mimbar akademik dan kebebasan menyampaikan aspirasi, dengan tujuan kemajuan instansi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/