alexametrics
23.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Sekolah Masa Pandemi Rawan Manipulasi

Sekalipun ada vaksinasi, tantangan pembelajaran di tengah pandemi masih harus dicarikan solusi. Target kurikulum tetap harus diselesaikan. Tetapi, bukan dikejar dengan asal ada kegiatan, asal ada pembelajaran, maupun asal bisa melepas kangen.

Mobile_AP_Rectangle 1

“Pembelajaran daring, Gusam, dengan PSB itu tidak efektif. Anak akan kehilangan semangat untuk belajar. Ditambah beragam permasalahan yang masih saja sering terjadi. Sekolah di masa pandemi rawan. Diberi tugas, iya kalau dikerjakan sendiri, kalau dikerjakan orang tuanya? Target kurikulum dikesampingkan,” ucapnya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Lumajang terkesan tidak mau repot. Sebab, selama ketiga inovasi itu berlangsung tidak ada pengawasan maupun evaluasi masing-masing sekolah yang serius. Akibatnya, kualitas setiap murid sekolah tidak merata. Padahal perlu dilakukan standardisasi untuk mengukur pencapaian tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, sementara ini memang belum ada kebijakan tatap muka. Sebab, pertimbangannya adalah masalah kesehatan murid. “Ya kita kembalikan ke sekolah. Mereka mau menggunakan apa. Yang jelas, pelaksananya tidak boleh asal-asalan,” pungkasnya.

- Advertisement -

“Pembelajaran daring, Gusam, dengan PSB itu tidak efektif. Anak akan kehilangan semangat untuk belajar. Ditambah beragam permasalahan yang masih saja sering terjadi. Sekolah di masa pandemi rawan. Diberi tugas, iya kalau dikerjakan sendiri, kalau dikerjakan orang tuanya? Target kurikulum dikesampingkan,” ucapnya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Lumajang terkesan tidak mau repot. Sebab, selama ketiga inovasi itu berlangsung tidak ada pengawasan maupun evaluasi masing-masing sekolah yang serius. Akibatnya, kualitas setiap murid sekolah tidak merata. Padahal perlu dilakukan standardisasi untuk mengukur pencapaian tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, sementara ini memang belum ada kebijakan tatap muka. Sebab, pertimbangannya adalah masalah kesehatan murid. “Ya kita kembalikan ke sekolah. Mereka mau menggunakan apa. Yang jelas, pelaksananya tidak boleh asal-asalan,” pungkasnya.

“Pembelajaran daring, Gusam, dengan PSB itu tidak efektif. Anak akan kehilangan semangat untuk belajar. Ditambah beragam permasalahan yang masih saja sering terjadi. Sekolah di masa pandemi rawan. Diberi tugas, iya kalau dikerjakan sendiri, kalau dikerjakan orang tuanya? Target kurikulum dikesampingkan,” ucapnya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Lumajang terkesan tidak mau repot. Sebab, selama ketiga inovasi itu berlangsung tidak ada pengawasan maupun evaluasi masing-masing sekolah yang serius. Akibatnya, kualitas setiap murid sekolah tidak merata. Padahal perlu dilakukan standardisasi untuk mengukur pencapaian tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, sementara ini memang belum ada kebijakan tatap muka. Sebab, pertimbangannya adalah masalah kesehatan murid. “Ya kita kembalikan ke sekolah. Mereka mau menggunakan apa. Yang jelas, pelaksananya tidak boleh asal-asalan,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/