alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Jangan Ghosting Terus, Bosan Di-PHP Pembelajaran Tatap Muka

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto memberikan lampu hijau untuk pembelajaran tatap muka (PTM), asalkan evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Jember hasilnya positif. Artinya, pelaksanaan PTM bisa dilakukan jika hasil evaluasi PPKM Jember, yang rencananya berlangsung tanggal 9 Agustus nanti, Jember turun ke level 1 atau level paling bawah.

Namun, jika Jember masih di level yang sama, yakni level 3, atau hanya turun satu tingkat di level 2, maka rencana PTM akan dikaji lagi. “Kami tunggu tanggal 9. Semoga Jember bisa turun level. Level 2 bahkan level 1,” kata Hendy Siswanto, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan, meski sarana dan prasarana sekolah yang meliputi penyediaan hand sanitizer dan disinfektan sudah siap, namun terkait dengan pelaksanaan PTM, pihaknya akan menyesuaikan dengan level PPKM dan kondisi wilayah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Endang menjelaskan, soal panduan dan sistem pelaksanaan PTM di Jember sudah dipersiapkan secara matang. Jika ketentuannya masuk 25 persen dari jumlah siswa keseluruhan, maka pelaksanaannya akan dilakukan secara bergiliran. Dalam satu hari akan ada dua kali pertemuan. Setiap pertemuan hanya berdurasi dua jam. Artinya, jika dalam satu kelas terdapat 28 siswa, maka setiap pertemuan hanya diisi tujuh siswa. “Kalau nanti ada kebijakan sendiri dari bupati bisa tatap muka, ya, tidak apa-apa. Kami siap,” ungkapnya.

Kendati begitu, Endang memaparkan, ada hal yang paling mengkhawatirkan jika PTM di Jember itu segera dilaksanakan. Yaitu adanya lonjakan penderita Covid-19 dari kalangan guru di Jember. Sebab, belakangan pasien Covid-19 dari kalangan pendidik sedang terjadi peningkatan. Hanya, saat ini pihaknya belum memastikan kondisinya seperti apa. “Laporan kemarin, dalam satu minggu ini masih ada. Paling tidak kan dua minggu waktu isolasinya,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto memberikan lampu hijau untuk pembelajaran tatap muka (PTM), asalkan evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Jember hasilnya positif. Artinya, pelaksanaan PTM bisa dilakukan jika hasil evaluasi PPKM Jember, yang rencananya berlangsung tanggal 9 Agustus nanti, Jember turun ke level 1 atau level paling bawah.

Namun, jika Jember masih di level yang sama, yakni level 3, atau hanya turun satu tingkat di level 2, maka rencana PTM akan dikaji lagi. “Kami tunggu tanggal 9. Semoga Jember bisa turun level. Level 2 bahkan level 1,” kata Hendy Siswanto, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan, meski sarana dan prasarana sekolah yang meliputi penyediaan hand sanitizer dan disinfektan sudah siap, namun terkait dengan pelaksanaan PTM, pihaknya akan menyesuaikan dengan level PPKM dan kondisi wilayah.

Endang menjelaskan, soal panduan dan sistem pelaksanaan PTM di Jember sudah dipersiapkan secara matang. Jika ketentuannya masuk 25 persen dari jumlah siswa keseluruhan, maka pelaksanaannya akan dilakukan secara bergiliran. Dalam satu hari akan ada dua kali pertemuan. Setiap pertemuan hanya berdurasi dua jam. Artinya, jika dalam satu kelas terdapat 28 siswa, maka setiap pertemuan hanya diisi tujuh siswa. “Kalau nanti ada kebijakan sendiri dari bupati bisa tatap muka, ya, tidak apa-apa. Kami siap,” ungkapnya.

Kendati begitu, Endang memaparkan, ada hal yang paling mengkhawatirkan jika PTM di Jember itu segera dilaksanakan. Yaitu adanya lonjakan penderita Covid-19 dari kalangan guru di Jember. Sebab, belakangan pasien Covid-19 dari kalangan pendidik sedang terjadi peningkatan. Hanya, saat ini pihaknya belum memastikan kondisinya seperti apa. “Laporan kemarin, dalam satu minggu ini masih ada. Paling tidak kan dua minggu waktu isolasinya,” katanya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto memberikan lampu hijau untuk pembelajaran tatap muka (PTM), asalkan evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Jember hasilnya positif. Artinya, pelaksanaan PTM bisa dilakukan jika hasil evaluasi PPKM Jember, yang rencananya berlangsung tanggal 9 Agustus nanti, Jember turun ke level 1 atau level paling bawah.

Namun, jika Jember masih di level yang sama, yakni level 3, atau hanya turun satu tingkat di level 2, maka rencana PTM akan dikaji lagi. “Kami tunggu tanggal 9. Semoga Jember bisa turun level. Level 2 bahkan level 1,” kata Hendy Siswanto, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan, meski sarana dan prasarana sekolah yang meliputi penyediaan hand sanitizer dan disinfektan sudah siap, namun terkait dengan pelaksanaan PTM, pihaknya akan menyesuaikan dengan level PPKM dan kondisi wilayah.

Endang menjelaskan, soal panduan dan sistem pelaksanaan PTM di Jember sudah dipersiapkan secara matang. Jika ketentuannya masuk 25 persen dari jumlah siswa keseluruhan, maka pelaksanaannya akan dilakukan secara bergiliran. Dalam satu hari akan ada dua kali pertemuan. Setiap pertemuan hanya berdurasi dua jam. Artinya, jika dalam satu kelas terdapat 28 siswa, maka setiap pertemuan hanya diisi tujuh siswa. “Kalau nanti ada kebijakan sendiri dari bupati bisa tatap muka, ya, tidak apa-apa. Kami siap,” ungkapnya.

Kendati begitu, Endang memaparkan, ada hal yang paling mengkhawatirkan jika PTM di Jember itu segera dilaksanakan. Yaitu adanya lonjakan penderita Covid-19 dari kalangan guru di Jember. Sebab, belakangan pasien Covid-19 dari kalangan pendidik sedang terjadi peningkatan. Hanya, saat ini pihaknya belum memastikan kondisinya seperti apa. “Laporan kemarin, dalam satu minggu ini masih ada. Paling tidak kan dua minggu waktu isolasinya,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/