Sosiologi UMM, Lewat Film Promosikan Konservasi Lingkungan

MALANG-Media audio visual  merupakan media perantara yang mengkombinasikan  pandangan dan pendengaran untuk membangun kondisi yang dapat membuat penontonnya mudah menangkap pesan yang disampaikan. Salah satu media audio visual yang akrab di masyarakat adalah film.
Melakukan pengabdian masyarakat dengan membuat film terkait cinta lingkungan, Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  Universitas Muhammmadiyah Malang (UMM) mencoba menyebarkan semangat secara massif agar masyarakat lebih peduli untuk menjaga dan mencintai lingkungannya.
Rachmad K Dwi Susilo, Dosen Mata Kuliah Sosiologi Lingkungan menyampaikan bahwa melalui film pendek yang diproduksi mahasiswa, Jurusan Sosiologi UMM bisa sekaligus mempromosikan nilai – nilai konservasi lingkungan kepada masyarakat.
Selain itu, pemberian tugas ini juga akan membuat mahasiswa belajar untuk memproduksi sebuah karya yang bisa menginspirasi orang lain. “Mereka bisa memilih tema apa saja, saya bebaskan sesuai keputusan kelompok masing-masing,” ujarnya.
Salah satu karya mahasiswa Sosiologi UMM yang sangat menginsipirasi adalah Video Sang Inspirator Lingkungan yang menceritakan bagaimana Ribut Hartono seniman dan aktivis lingkungan yang memperjuangkan ketersediaan air bagi lingkungannya.
Berawal dari mengantar air secara manual ember per ember kepada para warga kurang mampu saat masih anak-anak, setelah dewasa Ribut akhirnya berhasil memperluas penyaluran air kepada masyarakat Desa Kukuk Kelurahan Punten Kecamatan Bumi Aji Batu.
Ribut yang juga merupakan alumni pendidikan dokter hewan ini, melakukan hanyak hal untuk mengubah kondisi desanya. Meski pernah didemo warga pada tahun 2010 silam atas idenya menyalurkan air dari Sumber Air Banyuning ke rumah-rumah warga, langkahnya tak gentar. Ia bahkan berhasil mengairi hampir seluruh desa Punten dengan “air meteran” yang digagasnya.
Menurut Rahadi, Pembina UKM Kelompok Studi Sinematografi Kine Klub UMM apa yang dilakukan Prodi Sosiologi UMM merupakan suatu langkah yang tepat. Sebuah karya audio visual bisa menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan terkait isu-isu tertentu. Hal itu karena pesan yang dikemas dalam sebuah karya audio visual lebih mudah dipahami.
Meski demikian, proses produksi film yang dilakukan harus tetap dilaksanakan dengan cermat agar pesan yang disampaikan dapat tepat sasaran. “Pengerjaan konten audio visual harus benar-benar efektif serta jelas tujuannya,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, soal bagaimana karya itu berdampak bagi masyarakat tergantung pada audiencenya. “Efeknya bisa berupa kognitif, afektif dan behaviour,” tutupnya.
Selain film Sang Inspirator Lingkungan, terdapat juga beberapa film lain diantaranya adalah Kampung Impian, Talun Temalun, Petuah dan Greatly Outdoor. (vin/sil)
IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :