Ribuan Pramuka Meriahkan Festival Wirakarya Kampung Kelir

Wawan Dwi/Radar Ijen MERIAH: Inilah agenda pembukaan Festival Wirakarya Kampung Kelir (FWKK). Setelah dibuka di Surabaya, FWKK digelar di Bondowoso.

BONDOWOSO – Festival Wirakarya Kampung Kelir (FWKK) hadir di Bondowoso. Gelaran persembahan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Timur dengan DBL itu dibuka Bupati Amin Said Husni, kemarin (6/7). Acara tersebut diikuti 1.000 anggota Pramuka penegak pandega dari zona 5 Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi.

IKLAN

Acara seremonial pembukaan digelar di depan Makodim 0822 Bondowoso. Hadir dalam pembukaan itu, Bupati Amin Said Husni, Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Dandim 0822 Letkol Inf Tarmuji, Wakil Kwarda Pramuka Jatim Ar Purmadi, dan seluruh jajaran Kwarcab dari zona 5.

Bupati Bondowoso Amin Said Husni yang membuka acara menyampaikan terima kasih kepada Pramuka dan PT DBL Indonesia yang telah mempercayakan Bondowoso sebagai tuan rumah di zona 5 bersama Situbondo dan Banyuwangi. “Saya mengucapkan selamat datang kepada rombongan Kwartir Daerah Jawa Timur dan PT DBL, serta peserta Festival Wirakarya Kampung Kelir di Bondowoso,” jelasnya.

Pihaknya mengajak kegiatan ini bisa menjadi momentum revitalisasi. Semangat membangun karakter generasi muda melalui gerakan Pramuka. Tentu dalam rangka ini, sinergistas Pramuka dengan pemerintah daerah bersama-sama dengan segenap masyarakat menjadi keniscayaan yang harus dibangun. “Di samping itu, dukungan penuh dukungan pemerintah provinsi sangat dibutuhkan, sehingga sinergisitas ini menjadi lebih total dan lebih berkiprah dalam pembangunan dan pengembangan potensi generasi muda di Jawa Timur,” tegasnya.

Dijelaskan, jika dilihat dalam kilas balik pada kode kehormatan Tri Satya, yang berbunyi menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, maka harus diakui kalau kegiatan Festival Wirakarya Kampung Kelir ini merupakan bentuk kegiatan yang sangat strategis dan visioner. Guna memastikan bahwa gerakan Pramuka sejatinya adalah milik masyarakat, bangsa, dan negara.

Dari sisi konten kegiatannya, FWKK Pramuka yang terdiri dari pengecatan genting 100 rumah warga dan pengecatan fasilitas umum serta penyuluhan PHBS dan festival kecerdasan Pramuka. Ini merupakan kegiatan yang sangat membangun dan sangat mengena. “Betul-betul memberikan sinyalemen bahwa anggota Pramuka harus cerdas, terampil, dan peduli sesama,” paparnya.

Gerakan Pramuka tidak bisa dilepas dari embrionya, yakni masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk semakin meningkatkan dukungan, dan sekaligus memastikan gerakan Pramuka harus eksis dalam mengawal pendidikan karakter. Sehingga betul-betul menjadi generasi yang menjadi kebanggaan masyarakat. (hud/mgc/sh)

Reporter :

Fotografer :

Editor :