alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Kasus Pengeroyokan Siswa SMP di Jombang, Minta Pertanggungjawaban Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pengeroyokan sesama siswa di salah satu SMP negeri Jombang, Desa Sarimulyo, Kecamatan Jombang, Selasa (29/3) pekan lalu, terus menjadi atensi sejumlah pihak.

Baca Juga : Adu Cocor Motor vs Truk, Pemuda asal Jember Meninggal

Pihak sekolah disebut-sebut yang paling bertanggung jawab atas kasus tersebut. Bahkan tidak tertutup kemungkinan pihak sekolah diberikan sanksi tegas. “Pasti. Nanti bakal ditindak tegas dan pasti ada saksi,” kata Sukowinarno, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jember, saat ditemui seusai rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati begitu, Suko belum menguraikan, sejauh mana langkah atau sanksi tegas yang bakal diberikan ke sekolah yang bersangkutan. Namun, dia memastikan bahwa sanksi itu tegas untuk menjadi peringatan bagi sekolah-sekolah lainnya. “Agar tidak diulangi di kemudian hari, jadi harus ada sanksi yang tegas,” imbuh pria yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember itu.

Kasus pengeroyokan itu sebenarnya kian menambah buram wajah pendidikan di Kota Tembakau ini. Beberapa pekan sebelumnya, kasus-kasus serupa yang menyeret pelajar SMP juga kerap terjadi dengan berbagai motif. Seperti kasus pelajar SMP asal Kecamatan Kaliwates yang dilaporkan ke polisi lantaran merekam adegan layaknya suami-istri bersama pacarnya (24/3). Dan kasus pil koplo di salah satu SMP negeri di Kecamatan Patrang, Januari 2022 kemarin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pengeroyokan sesama siswa di salah satu SMP negeri Jombang, Desa Sarimulyo, Kecamatan Jombang, Selasa (29/3) pekan lalu, terus menjadi atensi sejumlah pihak.

Baca Juga : Adu Cocor Motor vs Truk, Pemuda asal Jember Meninggal

Pihak sekolah disebut-sebut yang paling bertanggung jawab atas kasus tersebut. Bahkan tidak tertutup kemungkinan pihak sekolah diberikan sanksi tegas. “Pasti. Nanti bakal ditindak tegas dan pasti ada saksi,” kata Sukowinarno, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jember, saat ditemui seusai rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Jember.

Kendati begitu, Suko belum menguraikan, sejauh mana langkah atau sanksi tegas yang bakal diberikan ke sekolah yang bersangkutan. Namun, dia memastikan bahwa sanksi itu tegas untuk menjadi peringatan bagi sekolah-sekolah lainnya. “Agar tidak diulangi di kemudian hari, jadi harus ada sanksi yang tegas,” imbuh pria yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember itu.

Kasus pengeroyokan itu sebenarnya kian menambah buram wajah pendidikan di Kota Tembakau ini. Beberapa pekan sebelumnya, kasus-kasus serupa yang menyeret pelajar SMP juga kerap terjadi dengan berbagai motif. Seperti kasus pelajar SMP asal Kecamatan Kaliwates yang dilaporkan ke polisi lantaran merekam adegan layaknya suami-istri bersama pacarnya (24/3). Dan kasus pil koplo di salah satu SMP negeri di Kecamatan Patrang, Januari 2022 kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pengeroyokan sesama siswa di salah satu SMP negeri Jombang, Desa Sarimulyo, Kecamatan Jombang, Selasa (29/3) pekan lalu, terus menjadi atensi sejumlah pihak.

Baca Juga : Adu Cocor Motor vs Truk, Pemuda asal Jember Meninggal

Pihak sekolah disebut-sebut yang paling bertanggung jawab atas kasus tersebut. Bahkan tidak tertutup kemungkinan pihak sekolah diberikan sanksi tegas. “Pasti. Nanti bakal ditindak tegas dan pasti ada saksi,” kata Sukowinarno, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jember, saat ditemui seusai rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Jember.

Kendati begitu, Suko belum menguraikan, sejauh mana langkah atau sanksi tegas yang bakal diberikan ke sekolah yang bersangkutan. Namun, dia memastikan bahwa sanksi itu tegas untuk menjadi peringatan bagi sekolah-sekolah lainnya. “Agar tidak diulangi di kemudian hari, jadi harus ada sanksi yang tegas,” imbuh pria yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember itu.

Kasus pengeroyokan itu sebenarnya kian menambah buram wajah pendidikan di Kota Tembakau ini. Beberapa pekan sebelumnya, kasus-kasus serupa yang menyeret pelajar SMP juga kerap terjadi dengan berbagai motif. Seperti kasus pelajar SMP asal Kecamatan Kaliwates yang dilaporkan ke polisi lantaran merekam adegan layaknya suami-istri bersama pacarnya (24/3). Dan kasus pil koplo di salah satu SMP negeri di Kecamatan Patrang, Januari 2022 kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/