alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Bentuk Leadership Lewat Pendidikan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikam di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates bisa dibilang masih cukup baru. Yaitu, didirikan pada tahun 2015 oleh KH Noor Harisudin, sebagai wadah pendidikan bagi masyarakat.

Baca Juga : Langkah Ponpes Asri Lindungi Perempuan

Sebagai tokoh yang aktif di dunia pendidikan, Harisuddin digemari banyak orang, termasuk kalangan mahasiswa. Nah, pendirian pondok tersebut tak lain untuk perjuangan menuju Ridho Allah SWT.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakan, ponpes ini berdiri berawal dari sejumlah orang yang belajar kitab kuning di rumahnya. Harisudin panggilan akrabnya mulai memikirkan kebutuhan masyarakat akan lembaga keagamaan. Namun tidak pada umumnya, gagasan Harisudin tentang pesantren berorientasi pada pembentukan leadership atau kepemimpinan dan  ilmu teknologi tanpa meninggalkan tradisi salafnya.

“Saya ingin memfasilitasi pendidikan dengan kemampuan saya, latar belakang keilmuan saya.” Kata Noor Harisudin, pengasuh ponpes. Sebab, perkembangan zaman hari ini, menuntut penyesuaian dengan keadaan, tak terkecuali kehidupan para santri. Ponpes yang tidak beradaptasi nantinya juga akan kurang peminatnya. “Harus seimbang antara salaf dan ilmu umum,” Jelas Harisudin, yang juga Ketua MUI Jember tersebut.

Periode pertama, Ponpes Darul Hikam berjalan dengan mayoritas santri adalah mahasiswa. Sebagian lagi masyarakat setempat. Hal ini menambah semangat Harisudin untuk terus memberikan yang terbaik bagi santrinya. Pihaknya mengundang tenaga pengajar dari luar untuk membantunya. “Ada beberapa tenaga pengajar kitab dari luar kota,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikam di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates bisa dibilang masih cukup baru. Yaitu, didirikan pada tahun 2015 oleh KH Noor Harisudin, sebagai wadah pendidikan bagi masyarakat.

Baca Juga : Langkah Ponpes Asri Lindungi Perempuan

Sebagai tokoh yang aktif di dunia pendidikan, Harisuddin digemari banyak orang, termasuk kalangan mahasiswa. Nah, pendirian pondok tersebut tak lain untuk perjuangan menuju Ridho Allah SWT.

Dikatakan, ponpes ini berdiri berawal dari sejumlah orang yang belajar kitab kuning di rumahnya. Harisudin panggilan akrabnya mulai memikirkan kebutuhan masyarakat akan lembaga keagamaan. Namun tidak pada umumnya, gagasan Harisudin tentang pesantren berorientasi pada pembentukan leadership atau kepemimpinan dan  ilmu teknologi tanpa meninggalkan tradisi salafnya.

“Saya ingin memfasilitasi pendidikan dengan kemampuan saya, latar belakang keilmuan saya.” Kata Noor Harisudin, pengasuh ponpes. Sebab, perkembangan zaman hari ini, menuntut penyesuaian dengan keadaan, tak terkecuali kehidupan para santri. Ponpes yang tidak beradaptasi nantinya juga akan kurang peminatnya. “Harus seimbang antara salaf dan ilmu umum,” Jelas Harisudin, yang juga Ketua MUI Jember tersebut.

Periode pertama, Ponpes Darul Hikam berjalan dengan mayoritas santri adalah mahasiswa. Sebagian lagi masyarakat setempat. Hal ini menambah semangat Harisudin untuk terus memberikan yang terbaik bagi santrinya. Pihaknya mengundang tenaga pengajar dari luar untuk membantunya. “Ada beberapa tenaga pengajar kitab dari luar kota,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikam di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates bisa dibilang masih cukup baru. Yaitu, didirikan pada tahun 2015 oleh KH Noor Harisudin, sebagai wadah pendidikan bagi masyarakat.

Baca Juga : Langkah Ponpes Asri Lindungi Perempuan

Sebagai tokoh yang aktif di dunia pendidikan, Harisuddin digemari banyak orang, termasuk kalangan mahasiswa. Nah, pendirian pondok tersebut tak lain untuk perjuangan menuju Ridho Allah SWT.

Dikatakan, ponpes ini berdiri berawal dari sejumlah orang yang belajar kitab kuning di rumahnya. Harisudin panggilan akrabnya mulai memikirkan kebutuhan masyarakat akan lembaga keagamaan. Namun tidak pada umumnya, gagasan Harisudin tentang pesantren berorientasi pada pembentukan leadership atau kepemimpinan dan  ilmu teknologi tanpa meninggalkan tradisi salafnya.

“Saya ingin memfasilitasi pendidikan dengan kemampuan saya, latar belakang keilmuan saya.” Kata Noor Harisudin, pengasuh ponpes. Sebab, perkembangan zaman hari ini, menuntut penyesuaian dengan keadaan, tak terkecuali kehidupan para santri. Ponpes yang tidak beradaptasi nantinya juga akan kurang peminatnya. “Harus seimbang antara salaf dan ilmu umum,” Jelas Harisudin, yang juga Ketua MUI Jember tersebut.

Periode pertama, Ponpes Darul Hikam berjalan dengan mayoritas santri adalah mahasiswa. Sebagian lagi masyarakat setempat. Hal ini menambah semangat Harisudin untuk terus memberikan yang terbaik bagi santrinya. Pihaknya mengundang tenaga pengajar dari luar untuk membantunya. “Ada beberapa tenaga pengajar kitab dari luar kota,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/