Pasang Bronjong di Pagar Sekolah

MULAI DIPASANG: Pagar MTs Negeri 2 yang ambrol akibat diterjang banjir, Minggu (1/3) dini hari lalu, mulai dipasangi bronjong. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir dan longsor susulan, mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mengantisipasi longsor susulan akibat banjir di sungai, Pemkab Jember mulai memasang bronjong di pagar MTs Negeri 2 Jember yang ambrol, Minggu (1/3) dini hari lalu. Pemasangan bronjong di lokasi ambruknya pagar sekolah yang berada di Jalan Merak, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, PU Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta BPBD Jember, Jumat (6/3) pagi kemarin.

IKLAN

Tingginya curah hujan yang masih terjadi di Jember menjadi alasan kuat inisiasi pemasangan bronjong darurat tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya longsor susulan. Terlebih lagi, bagian tebing sungai sudah hampir mendekati bagian belakang sekolah, sehingga cukup berbahaya bagi siswa MTs Negeri 2 Jember.

Ada dua titik yang dipasangi bronjong. Tepatnya di bagian, hulu tak jauh dari lokasi ambruknya pagar. Panjang pagar yang ambrol kurang lebih 10 meter, dengan ketinggian 5 meter dan lebar 4 meter. “Kerja bakti tersebut melibatkan TNI dari anggota Koramil Patrang, Polsek Patrang, Brigif 9 Kostrad Jember, serta dari DPU Bina Marga dan SDA Jember serta penghuni sekolah dan warga sekitar,” ujar Danramil Patrang Kapten Inf Sumaryono didampingi Kapolsek Patrang Iptu Solihin Agus Wijaya.

Selain melibatkan ratusan personel, pemasangan bronjong juga menggunakan dua ekskavator milik DPU Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember. Pihaknya berharap, saat proses pemasangan bronjong yang diisi batu, hujan tidak turun. “Karena kalau hujan deras yang mengakibatkan Sungai Kalijompo banjir, akan mengganggu proses pemasangan bronjong,” imbuh Sumaryono.

Selain pemasangan bronjong, normalisasi saluran juga akan dilakukan oleh pihak yang berwenang. Tumpukan batu yang menumpuk di sisi selatan sungai langsung dikeruk dan dipindah ke sisi utara, mengingat awalnya saluran sungai itu berada di sisi selatan. “Selama ini bagian sungai sisi utara batunya diambil, sehingga saat terjadi banjir, air langsung menghantam tembok sekolah,” pungkasnya.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti