alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kejanggalan Penyaluran Beasiswa, Pemkab Tagih Pengembalian Beasiswa Ganda

Sembilan Kampus Masih Punya Tanggungan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Polemik kebijakan pemberian beasiswa pada pemerintahan sebelumnya masih belum usai. Hingga saat ini, hal tersebut menjadi salah satu fokus atensi BPK. Ada banyak kejanggalan yang terjadi dengan mekanisme penyaluran beasiswa pada zaman itu. Di antaranya banyak mahasiswa yang menerima beasiswa ganda, mulai dari UKT hingga biaya hidup.

Untuk itu, saat ini pemerintah daerah meminta perguruan tinggi dan mahasiswa yang diketahui menerima beasiswa ganda untuk mengembalikan uang yang diterimanya saat itu. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan sudah mulai mengupayakan untuk menarik mahasiswa dan perguruan tinggi segera melakukan pengembalian uang beasiswa ganda itu. Beberapa upaya yang sudah diupayakan di antaranya berkirim surat dan menghubungi melalui sambungan telepon kepada perguruan tinggi maupun kepada mahasiswa yang bersangkutan. Hasilnya, beberapa mahasiswa dan kampus pun dapat bekerja sama dengan bersedia mengembalikan sebagian uang yang telah masuk.

Tim seleksi beasiswa Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Nur Hamid mengungkapkan, hingga saat ini jumlah pengembalian uang yang sudah masuk sekitar Rp 50 juta, dari jumlah yang telah ditaksir keseluruhan yaitu Rp 300 juta. “Ada mahasiswa yang mengembalikan. Ada perguruan tinggi yang mengembalikan. Meskipun tidak semuanya,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setidaknya, terdapat sembilan perguruan tinggi yang diminta mengembalikan aliran UKT dari mahasiswa yang tercatat menerima beasiswa ganda. Dari sembilan perguruan tinggi tersebut, dia mengatakan hanya Universitas Ibrahimy Situbondo yang telah melakukan pengembalian UKT. Sayangnya, Nur Hamid tidak memerinci secara detail identitas sembilan kampus tersebut.

Pada prinsipnya, lanjut dia, pemerintah daerah meminta pengembalian tersebut dilakukan 100 persen. Baik UKT kampus maupun biaya hidup mahasiswa yang menerima beasiswa ganda. Namun realitanya, hal ini tidak ditanggapi serius oleh mahasiswa. “Kalau dari perguruan tinggi itu ada responsnya. Mungkin dia sudah ke mana-mana, jadi lupa,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Polemik kebijakan pemberian beasiswa pada pemerintahan sebelumnya masih belum usai. Hingga saat ini, hal tersebut menjadi salah satu fokus atensi BPK. Ada banyak kejanggalan yang terjadi dengan mekanisme penyaluran beasiswa pada zaman itu. Di antaranya banyak mahasiswa yang menerima beasiswa ganda, mulai dari UKT hingga biaya hidup.

Untuk itu, saat ini pemerintah daerah meminta perguruan tinggi dan mahasiswa yang diketahui menerima beasiswa ganda untuk mengembalikan uang yang diterimanya saat itu. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan sudah mulai mengupayakan untuk menarik mahasiswa dan perguruan tinggi segera melakukan pengembalian uang beasiswa ganda itu. Beberapa upaya yang sudah diupayakan di antaranya berkirim surat dan menghubungi melalui sambungan telepon kepada perguruan tinggi maupun kepada mahasiswa yang bersangkutan. Hasilnya, beberapa mahasiswa dan kampus pun dapat bekerja sama dengan bersedia mengembalikan sebagian uang yang telah masuk.

Tim seleksi beasiswa Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Nur Hamid mengungkapkan, hingga saat ini jumlah pengembalian uang yang sudah masuk sekitar Rp 50 juta, dari jumlah yang telah ditaksir keseluruhan yaitu Rp 300 juta. “Ada mahasiswa yang mengembalikan. Ada perguruan tinggi yang mengembalikan. Meskipun tidak semuanya,” tuturnya.

Setidaknya, terdapat sembilan perguruan tinggi yang diminta mengembalikan aliran UKT dari mahasiswa yang tercatat menerima beasiswa ganda. Dari sembilan perguruan tinggi tersebut, dia mengatakan hanya Universitas Ibrahimy Situbondo yang telah melakukan pengembalian UKT. Sayangnya, Nur Hamid tidak memerinci secara detail identitas sembilan kampus tersebut.

Pada prinsipnya, lanjut dia, pemerintah daerah meminta pengembalian tersebut dilakukan 100 persen. Baik UKT kampus maupun biaya hidup mahasiswa yang menerima beasiswa ganda. Namun realitanya, hal ini tidak ditanggapi serius oleh mahasiswa. “Kalau dari perguruan tinggi itu ada responsnya. Mungkin dia sudah ke mana-mana, jadi lupa,” ungkapnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Polemik kebijakan pemberian beasiswa pada pemerintahan sebelumnya masih belum usai. Hingga saat ini, hal tersebut menjadi salah satu fokus atensi BPK. Ada banyak kejanggalan yang terjadi dengan mekanisme penyaluran beasiswa pada zaman itu. Di antaranya banyak mahasiswa yang menerima beasiswa ganda, mulai dari UKT hingga biaya hidup.

Untuk itu, saat ini pemerintah daerah meminta perguruan tinggi dan mahasiswa yang diketahui menerima beasiswa ganda untuk mengembalikan uang yang diterimanya saat itu. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan sudah mulai mengupayakan untuk menarik mahasiswa dan perguruan tinggi segera melakukan pengembalian uang beasiswa ganda itu. Beberapa upaya yang sudah diupayakan di antaranya berkirim surat dan menghubungi melalui sambungan telepon kepada perguruan tinggi maupun kepada mahasiswa yang bersangkutan. Hasilnya, beberapa mahasiswa dan kampus pun dapat bekerja sama dengan bersedia mengembalikan sebagian uang yang telah masuk.

Tim seleksi beasiswa Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Nur Hamid mengungkapkan, hingga saat ini jumlah pengembalian uang yang sudah masuk sekitar Rp 50 juta, dari jumlah yang telah ditaksir keseluruhan yaitu Rp 300 juta. “Ada mahasiswa yang mengembalikan. Ada perguruan tinggi yang mengembalikan. Meskipun tidak semuanya,” tuturnya.

Setidaknya, terdapat sembilan perguruan tinggi yang diminta mengembalikan aliran UKT dari mahasiswa yang tercatat menerima beasiswa ganda. Dari sembilan perguruan tinggi tersebut, dia mengatakan hanya Universitas Ibrahimy Situbondo yang telah melakukan pengembalian UKT. Sayangnya, Nur Hamid tidak memerinci secara detail identitas sembilan kampus tersebut.

Pada prinsipnya, lanjut dia, pemerintah daerah meminta pengembalian tersebut dilakukan 100 persen. Baik UKT kampus maupun biaya hidup mahasiswa yang menerima beasiswa ganda. Namun realitanya, hal ini tidak ditanggapi serius oleh mahasiswa. “Kalau dari perguruan tinggi itu ada responsnya. Mungkin dia sudah ke mana-mana, jadi lupa,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/