alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Nilai Lulusan SMA Alami Penurunan

Dampak Pembelajaran Daring Selama Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses wisuda untuk beberapa jenjang pendidikan kini masih dilakukan secara daring. Salah satunya di SMA Rambipuji. Meski wali murid menghendaki adanya wisuda secara langsung, namun pihak sekolah lebih memprioritaskan dan memilih wisuda dilaksanakan secara daring. Sebab, Rambipuji masih dalam kategori zona oranye atau belum bebas Covid-19.

Dari 247 siswa yang diwisuda, sekolah hanya menghadirkan tujuh siswa sebagai perwakilan. Tujuh siswa inilah yang menjalani prosesi wisuda secara langsung. Sementara sisanya mengikuti secara daring dari rumah masing-masing.

Kepala SMA Rambipuji Ngatminah mengungkapkan, lulusan tahun ini ada tren penurunan nilai yang diperoleh oleh siswa. Meski jumlahnya tidak signifikan. Kondisi ini disebutnya tidak jauh berbeda dengan lulusan tahun kemarin. Sebab, pembelajaran daring yang berlangsung selama pandemi selama setahun terakhir dinilai kurang maksimal. Sehingga siswa cenderung menggampangkan tugasnya. “Kemarin, bahkan ada siswa yang tertidur saat mengerjakan soal ujian. Namun, mereka tetap kami pantau, layani dan benahi. Semuanya kami sikapi dengan fleksibel,” tutur Ngatminah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adanya tren penurunan nilai hasil ujian ini disebutnya merupakan hal yang lumrah dialami oleh sekolah. Bahkan, di sekolah lain kondisinya juga serupa. Sebab, pada tahun ajaran kemarin masih proses adaptasi dengan sistem baru. Ke depan, dengan dimulainya pembelajaran tatap muka terbatas, diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memperbaiki nilai siswa. “Ini kan sudah mulai pembelajaran tatap muka, semoga ada banyak peningkatan,” harapnya.

Meski sudah dinyatakan lulus, namun para siswa belum mendapatkan ijazah. Untuk itu, sekolah menyiapkan surat keterangan lulus (SKL) bila diperlukan untuk mendaftar ke perguruan tinggi, atau keperluan lain. Siswa bisa melakukan pengambilan secara langsung di sekolah. Masa pengambilannya dimulai sejak 3 Mei kemarin. “SKL bisa langsung diambil ke sekolah. Jika tidak bisa, atau siswa sudah ada di luar kota, akan kami kirim,” ujar Ngatminah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses wisuda untuk beberapa jenjang pendidikan kini masih dilakukan secara daring. Salah satunya di SMA Rambipuji. Meski wali murid menghendaki adanya wisuda secara langsung, namun pihak sekolah lebih memprioritaskan dan memilih wisuda dilaksanakan secara daring. Sebab, Rambipuji masih dalam kategori zona oranye atau belum bebas Covid-19.

Dari 247 siswa yang diwisuda, sekolah hanya menghadirkan tujuh siswa sebagai perwakilan. Tujuh siswa inilah yang menjalani prosesi wisuda secara langsung. Sementara sisanya mengikuti secara daring dari rumah masing-masing.

Kepala SMA Rambipuji Ngatminah mengungkapkan, lulusan tahun ini ada tren penurunan nilai yang diperoleh oleh siswa. Meski jumlahnya tidak signifikan. Kondisi ini disebutnya tidak jauh berbeda dengan lulusan tahun kemarin. Sebab, pembelajaran daring yang berlangsung selama pandemi selama setahun terakhir dinilai kurang maksimal. Sehingga siswa cenderung menggampangkan tugasnya. “Kemarin, bahkan ada siswa yang tertidur saat mengerjakan soal ujian. Namun, mereka tetap kami pantau, layani dan benahi. Semuanya kami sikapi dengan fleksibel,” tutur Ngatminah.

Adanya tren penurunan nilai hasil ujian ini disebutnya merupakan hal yang lumrah dialami oleh sekolah. Bahkan, di sekolah lain kondisinya juga serupa. Sebab, pada tahun ajaran kemarin masih proses adaptasi dengan sistem baru. Ke depan, dengan dimulainya pembelajaran tatap muka terbatas, diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memperbaiki nilai siswa. “Ini kan sudah mulai pembelajaran tatap muka, semoga ada banyak peningkatan,” harapnya.

Meski sudah dinyatakan lulus, namun para siswa belum mendapatkan ijazah. Untuk itu, sekolah menyiapkan surat keterangan lulus (SKL) bila diperlukan untuk mendaftar ke perguruan tinggi, atau keperluan lain. Siswa bisa melakukan pengambilan secara langsung di sekolah. Masa pengambilannya dimulai sejak 3 Mei kemarin. “SKL bisa langsung diambil ke sekolah. Jika tidak bisa, atau siswa sudah ada di luar kota, akan kami kirim,” ujar Ngatminah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses wisuda untuk beberapa jenjang pendidikan kini masih dilakukan secara daring. Salah satunya di SMA Rambipuji. Meski wali murid menghendaki adanya wisuda secara langsung, namun pihak sekolah lebih memprioritaskan dan memilih wisuda dilaksanakan secara daring. Sebab, Rambipuji masih dalam kategori zona oranye atau belum bebas Covid-19.

Dari 247 siswa yang diwisuda, sekolah hanya menghadirkan tujuh siswa sebagai perwakilan. Tujuh siswa inilah yang menjalani prosesi wisuda secara langsung. Sementara sisanya mengikuti secara daring dari rumah masing-masing.

Kepala SMA Rambipuji Ngatminah mengungkapkan, lulusan tahun ini ada tren penurunan nilai yang diperoleh oleh siswa. Meski jumlahnya tidak signifikan. Kondisi ini disebutnya tidak jauh berbeda dengan lulusan tahun kemarin. Sebab, pembelajaran daring yang berlangsung selama pandemi selama setahun terakhir dinilai kurang maksimal. Sehingga siswa cenderung menggampangkan tugasnya. “Kemarin, bahkan ada siswa yang tertidur saat mengerjakan soal ujian. Namun, mereka tetap kami pantau, layani dan benahi. Semuanya kami sikapi dengan fleksibel,” tutur Ngatminah.

Adanya tren penurunan nilai hasil ujian ini disebutnya merupakan hal yang lumrah dialami oleh sekolah. Bahkan, di sekolah lain kondisinya juga serupa. Sebab, pada tahun ajaran kemarin masih proses adaptasi dengan sistem baru. Ke depan, dengan dimulainya pembelajaran tatap muka terbatas, diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memperbaiki nilai siswa. “Ini kan sudah mulai pembelajaran tatap muka, semoga ada banyak peningkatan,” harapnya.

Meski sudah dinyatakan lulus, namun para siswa belum mendapatkan ijazah. Untuk itu, sekolah menyiapkan surat keterangan lulus (SKL) bila diperlukan untuk mendaftar ke perguruan tinggi, atau keperluan lain. Siswa bisa melakukan pengambilan secara langsung di sekolah. Masa pengambilannya dimulai sejak 3 Mei kemarin. “SKL bisa langsung diambil ke sekolah. Jika tidak bisa, atau siswa sudah ada di luar kota, akan kami kirim,” ujar Ngatminah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/