alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Dualisme Kepala Madrasah Berkepanjangan

- Kubu Pejabat Lama Lapor Peretasan Akun Guru

- Pejabat Baru Lapor Kekerasan Siswa namun Ditolak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dualisme Kepala MTs NU Al Badar di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, sepertinya tidak akan selesai dalam hitungan hari. Bagaimana tidak, kubu kepala MTs lama dan yang baru sama-sama lapor polisi.

Baca Juga : Aksi Penipuan Mobil Rental, Disewa Cukup Lama Ternyata Mobil Digadaikan

Pada Senin (4/4) lalu, kubu kepala MTs lama Sohibul Qirom, melaporkan Kepala MTs baru Lukman Syah atas dugaan peretasan atau penonaktifan beberapa akun guru pada aplikasi Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika). Akibatnya, akun pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) terblokir sehingga berdampak fatal, yaitu tidak cairnya gaji guru selama tiga bulan terakhir.

Mobile_AP_Rectangle 2

Laporan kasus peretasan ini, menurut Mufida, guru MTs, dilakukan oleh Muhammad Asroful Anam, salah seorang operator MTs. “Kami bersama kepala madrasah lama melaporkan mengenai akun kami yang dipelesetkan oleh kepala madrasah yang baru,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember. Mufida melanjutkan, pihaknya telah mengantongi tanda terima laporan dari Polres Jember.

Sementara itu, Lukman Syah, Kepala MTs NU Al Badar yang baru, juga datang ke Polres Jember, kemarin (5/4). Dia berencana melaporkan kubu Sohibul Qirom atas dugaan kasus kekerasan terahadap siswa. Dia pun membawa beberapa wali murid.

Namun demikian, laporan yang dilakukan Lukman tidak sama dengan nasib laporan yang dilakukan kubu Sohibul Qirom, sehari sebelumnya. Laporannya ditolak karena madrasah tersebut sedang dalam proses mediasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dualisme Kepala MTs NU Al Badar di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, sepertinya tidak akan selesai dalam hitungan hari. Bagaimana tidak, kubu kepala MTs lama dan yang baru sama-sama lapor polisi.

Baca Juga : Aksi Penipuan Mobil Rental, Disewa Cukup Lama Ternyata Mobil Digadaikan

Pada Senin (4/4) lalu, kubu kepala MTs lama Sohibul Qirom, melaporkan Kepala MTs baru Lukman Syah atas dugaan peretasan atau penonaktifan beberapa akun guru pada aplikasi Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika). Akibatnya, akun pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) terblokir sehingga berdampak fatal, yaitu tidak cairnya gaji guru selama tiga bulan terakhir.

Laporan kasus peretasan ini, menurut Mufida, guru MTs, dilakukan oleh Muhammad Asroful Anam, salah seorang operator MTs. “Kami bersama kepala madrasah lama melaporkan mengenai akun kami yang dipelesetkan oleh kepala madrasah yang baru,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember. Mufida melanjutkan, pihaknya telah mengantongi tanda terima laporan dari Polres Jember.

Sementara itu, Lukman Syah, Kepala MTs NU Al Badar yang baru, juga datang ke Polres Jember, kemarin (5/4). Dia berencana melaporkan kubu Sohibul Qirom atas dugaan kasus kekerasan terahadap siswa. Dia pun membawa beberapa wali murid.

Namun demikian, laporan yang dilakukan Lukman tidak sama dengan nasib laporan yang dilakukan kubu Sohibul Qirom, sehari sebelumnya. Laporannya ditolak karena madrasah tersebut sedang dalam proses mediasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dualisme Kepala MTs NU Al Badar di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, sepertinya tidak akan selesai dalam hitungan hari. Bagaimana tidak, kubu kepala MTs lama dan yang baru sama-sama lapor polisi.

Baca Juga : Aksi Penipuan Mobil Rental, Disewa Cukup Lama Ternyata Mobil Digadaikan

Pada Senin (4/4) lalu, kubu kepala MTs lama Sohibul Qirom, melaporkan Kepala MTs baru Lukman Syah atas dugaan peretasan atau penonaktifan beberapa akun guru pada aplikasi Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika). Akibatnya, akun pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) terblokir sehingga berdampak fatal, yaitu tidak cairnya gaji guru selama tiga bulan terakhir.

Laporan kasus peretasan ini, menurut Mufida, guru MTs, dilakukan oleh Muhammad Asroful Anam, salah seorang operator MTs. “Kami bersama kepala madrasah lama melaporkan mengenai akun kami yang dipelesetkan oleh kepala madrasah yang baru,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember. Mufida melanjutkan, pihaknya telah mengantongi tanda terima laporan dari Polres Jember.

Sementara itu, Lukman Syah, Kepala MTs NU Al Badar yang baru, juga datang ke Polres Jember, kemarin (5/4). Dia berencana melaporkan kubu Sohibul Qirom atas dugaan kasus kekerasan terahadap siswa. Dia pun membawa beberapa wali murid.

Namun demikian, laporan yang dilakukan Lukman tidak sama dengan nasib laporan yang dilakukan kubu Sohibul Qirom, sehari sebelumnya. Laporannya ditolak karena madrasah tersebut sedang dalam proses mediasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/