alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kebijakan dengan Praktik Berbeda

Bupati: Masih Kaji Ulang Pertemuan Tatap Muka

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember tak kunjung memberikan lampu hijau pada proses pembelajaran tatap muka (PTM). Karena hingga kini, surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 belum juga turun. Sejak awal, kebijakan tentang pembukaan sekolah ini memang tarik ulur. Sudah beberapa kali Pemkab Jember membatalkan rencana tersebut. Terbaru, rencana belajar tatap muka yang sedianya dimulai Senin (5/4) kemarin, juga kembali mundur.

Tidak jelasnya program belajar tatap muka itu, mengakibatkan praktik di lapangan berbeda-beda. Ada sekolah negeri yang masih mengikuti ketetapan pemerintah dengan menerapkan belajar daring, tapi ada juga yang sudah membikin skema belajar di sekolah secara luring. Salah satunya adalah SMP Negeri 2 Sumberjambe.

Sekolah di kawasan pinggiran ini, menjadi satu-satunya sekolah tingkat SMP yang telah melakukan PTM di Kecamatan Sumberjambe. Bahkan, sudah tiga pekan dengan menyasar siswa kelas akhir. Secara teknis, pelaksanaannya disamakan dengan rancangan yang telah dibentuk oleh dinas pendidikan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala SMP Negeri 2 Sumberjambe Hadrianus S Hadi mengungkapkan, sebelum memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran luring, banyak prosedur yang telah ia lampaui. Salah satunya adalah persetujuan wali murid. Melalui komite sekolah, pihaknya melakukan rapat terbatas dengan wali murid.

Menurutnya, rapat tersebut menentukan dan mempertimbangkan setuju tidaknya wali murid untuk dilaksanakan PTM. Langkah ini sebagai upaya penguatan sebelum menghadapi ujian sekolah. “Semua wali murid setuju. Seratus persen. Tidak ada yang menolak,” katanya ketika ditemui usia melaksanakan rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di SMP 7 Jember, kemarin (5/4).

Pertimbangan lain, kata Hadrianus, adalah tidak semua siswa dan sekolah memiliki kelayakan fasilitas untuk menunjang pembelaaran daring. Di sekolahnya, banyak siswa yang masih terkendala akses jaringan jika pembelajaran berlangsung daring.

Selain itu, selama penyebaran Covid-19, Kecamatan Sumberjambe relatif aman. Hadrianus mengungkapan, selama ini Sumberjambe tidak pernah menjadi zona merah dalam penyebaran virus korona. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat bahaya di Sumberjambe relatif rendah.

Terpisah, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Jember Nur Hamid mengungkapkan, adanya sekolah yang sudah melaksanakan tatap muka itu, dikembalikan pada kebijakan sekolah. Menurutnya, selama dalam pelaksanaannya taat protokol kesehatan (prokes), hal tersebut tidak menjadi masalah. Selanjutnya, pihaknya masih menunggu rekomendasi atau surat dari kepala daerah terkait pemberlakuan PTM secara masif. “Kami masih menunggu kapan Satgas Covid-19 memberikan izin. Insyallah minggu ini,” bebernya, ketika ditemui di ruangannya.

 

Kaji Ulang

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember tak kunjung memberikan lampu hijau pada proses pembelajaran tatap muka (PTM). Karena hingga kini, surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 belum juga turun. Sejak awal, kebijakan tentang pembukaan sekolah ini memang tarik ulur. Sudah beberapa kali Pemkab Jember membatalkan rencana tersebut. Terbaru, rencana belajar tatap muka yang sedianya dimulai Senin (5/4) kemarin, juga kembali mundur.

Tidak jelasnya program belajar tatap muka itu, mengakibatkan praktik di lapangan berbeda-beda. Ada sekolah negeri yang masih mengikuti ketetapan pemerintah dengan menerapkan belajar daring, tapi ada juga yang sudah membikin skema belajar di sekolah secara luring. Salah satunya adalah SMP Negeri 2 Sumberjambe.

Sekolah di kawasan pinggiran ini, menjadi satu-satunya sekolah tingkat SMP yang telah melakukan PTM di Kecamatan Sumberjambe. Bahkan, sudah tiga pekan dengan menyasar siswa kelas akhir. Secara teknis, pelaksanaannya disamakan dengan rancangan yang telah dibentuk oleh dinas pendidikan.

Kepala SMP Negeri 2 Sumberjambe Hadrianus S Hadi mengungkapkan, sebelum memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran luring, banyak prosedur yang telah ia lampaui. Salah satunya adalah persetujuan wali murid. Melalui komite sekolah, pihaknya melakukan rapat terbatas dengan wali murid.

Menurutnya, rapat tersebut menentukan dan mempertimbangkan setuju tidaknya wali murid untuk dilaksanakan PTM. Langkah ini sebagai upaya penguatan sebelum menghadapi ujian sekolah. “Semua wali murid setuju. Seratus persen. Tidak ada yang menolak,” katanya ketika ditemui usia melaksanakan rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di SMP 7 Jember, kemarin (5/4).

Pertimbangan lain, kata Hadrianus, adalah tidak semua siswa dan sekolah memiliki kelayakan fasilitas untuk menunjang pembelaaran daring. Di sekolahnya, banyak siswa yang masih terkendala akses jaringan jika pembelajaran berlangsung daring.

Selain itu, selama penyebaran Covid-19, Kecamatan Sumberjambe relatif aman. Hadrianus mengungkapan, selama ini Sumberjambe tidak pernah menjadi zona merah dalam penyebaran virus korona. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat bahaya di Sumberjambe relatif rendah.

Terpisah, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Jember Nur Hamid mengungkapkan, adanya sekolah yang sudah melaksanakan tatap muka itu, dikembalikan pada kebijakan sekolah. Menurutnya, selama dalam pelaksanaannya taat protokol kesehatan (prokes), hal tersebut tidak menjadi masalah. Selanjutnya, pihaknya masih menunggu rekomendasi atau surat dari kepala daerah terkait pemberlakuan PTM secara masif. “Kami masih menunggu kapan Satgas Covid-19 memberikan izin. Insyallah minggu ini,” bebernya, ketika ditemui di ruangannya.

 

Kaji Ulang

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember tak kunjung memberikan lampu hijau pada proses pembelajaran tatap muka (PTM). Karena hingga kini, surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 belum juga turun. Sejak awal, kebijakan tentang pembukaan sekolah ini memang tarik ulur. Sudah beberapa kali Pemkab Jember membatalkan rencana tersebut. Terbaru, rencana belajar tatap muka yang sedianya dimulai Senin (5/4) kemarin, juga kembali mundur.

Tidak jelasnya program belajar tatap muka itu, mengakibatkan praktik di lapangan berbeda-beda. Ada sekolah negeri yang masih mengikuti ketetapan pemerintah dengan menerapkan belajar daring, tapi ada juga yang sudah membikin skema belajar di sekolah secara luring. Salah satunya adalah SMP Negeri 2 Sumberjambe.

Sekolah di kawasan pinggiran ini, menjadi satu-satunya sekolah tingkat SMP yang telah melakukan PTM di Kecamatan Sumberjambe. Bahkan, sudah tiga pekan dengan menyasar siswa kelas akhir. Secara teknis, pelaksanaannya disamakan dengan rancangan yang telah dibentuk oleh dinas pendidikan.

Kepala SMP Negeri 2 Sumberjambe Hadrianus S Hadi mengungkapkan, sebelum memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran luring, banyak prosedur yang telah ia lampaui. Salah satunya adalah persetujuan wali murid. Melalui komite sekolah, pihaknya melakukan rapat terbatas dengan wali murid.

Menurutnya, rapat tersebut menentukan dan mempertimbangkan setuju tidaknya wali murid untuk dilaksanakan PTM. Langkah ini sebagai upaya penguatan sebelum menghadapi ujian sekolah. “Semua wali murid setuju. Seratus persen. Tidak ada yang menolak,” katanya ketika ditemui usia melaksanakan rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di SMP 7 Jember, kemarin (5/4).

Pertimbangan lain, kata Hadrianus, adalah tidak semua siswa dan sekolah memiliki kelayakan fasilitas untuk menunjang pembelaaran daring. Di sekolahnya, banyak siswa yang masih terkendala akses jaringan jika pembelajaran berlangsung daring.

Selain itu, selama penyebaran Covid-19, Kecamatan Sumberjambe relatif aman. Hadrianus mengungkapan, selama ini Sumberjambe tidak pernah menjadi zona merah dalam penyebaran virus korona. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat bahaya di Sumberjambe relatif rendah.

Terpisah, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Jember Nur Hamid mengungkapkan, adanya sekolah yang sudah melaksanakan tatap muka itu, dikembalikan pada kebijakan sekolah. Menurutnya, selama dalam pelaksanaannya taat protokol kesehatan (prokes), hal tersebut tidak menjadi masalah. Selanjutnya, pihaknya masih menunggu rekomendasi atau surat dari kepala daerah terkait pemberlakuan PTM secara masif. “Kami masih menunggu kapan Satgas Covid-19 memberikan izin. Insyallah minggu ini,” bebernya, ketika ditemui di ruangannya.

 

Kaji Ulang

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/