30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Ijazah dan RDM Belum Tuntas, MTs NU Albadar Jember Terancam Dibekukan!

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWINING, Radar Jember – Dualisme jabatan kepala madrasah yang berujung terbelahnya guru dan siswa di MTs NU Albadar menjadi contoh buruk dunia pendidikan di Jember dan Indonesia. Bagaimana tidak, urusan ijazah dan rapor digital madrasah (RDM) yang menjadi hak setiap siswa tak kunjung selesai hingga berita ini ditulis, kemarin. Dua hari lagi, lembaga tersebut terancam dibekukan.

BACA JUGA : Puluhan Ribu Bungkus Rokok Ilegal Dibawa ke Kantor Bea Cukai Jember

Penting diketahui, belum lama ini, pihak kepala madrasah (kepma) lama telah menyerahkan izin operasional madrasah kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Penyerahan tersebut diikuti berita acara komitmen untuk mendesak Kemenag Jember agar segera menuntaskan masalah ijazah dan RDM milik siswa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Konflik dualisme di MTs NU Albadar memang berdampak serius terhadap masa depan siswa. Siswa kelas IX yang telah lulus dan menempuh jenjang pendidikan menengah atas, dari pihak kepma lama, belum mendapat ijazah sampai sekarang. Alias nasibnya masih digantung. Selanjutnya, siswa kelas VII dan VIII seusai melaksanakan ujian akhir tidak menerima rapor kenaikan kelas. Mereka menjadi korban kepentingan atas konflik rebutan jabatan beberapa bulan lalu. Siswa yang saat itu mendukung kepma lama, ijazahnya tidak dikeluarkan dan diteken oleh kepma baru.

Auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI Mumtahin Balya Hulaimy mengatakan, dirinya telah menerima berkas izin operasional MTs NU Albadar dari pihak kepma lama. “Kami sifatnya hanya mendorong, agar hasil kesepakatan dan mediasi antara kedua belah pihak dapat dilaksanakan, sehingga siswa tidak dikorbankan,” katanya.

- Advertisement -

KALIWINING, Radar Jember – Dualisme jabatan kepala madrasah yang berujung terbelahnya guru dan siswa di MTs NU Albadar menjadi contoh buruk dunia pendidikan di Jember dan Indonesia. Bagaimana tidak, urusan ijazah dan rapor digital madrasah (RDM) yang menjadi hak setiap siswa tak kunjung selesai hingga berita ini ditulis, kemarin. Dua hari lagi, lembaga tersebut terancam dibekukan.

BACA JUGA : Puluhan Ribu Bungkus Rokok Ilegal Dibawa ke Kantor Bea Cukai Jember

Penting diketahui, belum lama ini, pihak kepala madrasah (kepma) lama telah menyerahkan izin operasional madrasah kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Penyerahan tersebut diikuti berita acara komitmen untuk mendesak Kemenag Jember agar segera menuntaskan masalah ijazah dan RDM milik siswa.

Konflik dualisme di MTs NU Albadar memang berdampak serius terhadap masa depan siswa. Siswa kelas IX yang telah lulus dan menempuh jenjang pendidikan menengah atas, dari pihak kepma lama, belum mendapat ijazah sampai sekarang. Alias nasibnya masih digantung. Selanjutnya, siswa kelas VII dan VIII seusai melaksanakan ujian akhir tidak menerima rapor kenaikan kelas. Mereka menjadi korban kepentingan atas konflik rebutan jabatan beberapa bulan lalu. Siswa yang saat itu mendukung kepma lama, ijazahnya tidak dikeluarkan dan diteken oleh kepma baru.

Auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI Mumtahin Balya Hulaimy mengatakan, dirinya telah menerima berkas izin operasional MTs NU Albadar dari pihak kepma lama. “Kami sifatnya hanya mendorong, agar hasil kesepakatan dan mediasi antara kedua belah pihak dapat dilaksanakan, sehingga siswa tidak dikorbankan,” katanya.

KALIWINING, Radar Jember – Dualisme jabatan kepala madrasah yang berujung terbelahnya guru dan siswa di MTs NU Albadar menjadi contoh buruk dunia pendidikan di Jember dan Indonesia. Bagaimana tidak, urusan ijazah dan rapor digital madrasah (RDM) yang menjadi hak setiap siswa tak kunjung selesai hingga berita ini ditulis, kemarin. Dua hari lagi, lembaga tersebut terancam dibekukan.

BACA JUGA : Puluhan Ribu Bungkus Rokok Ilegal Dibawa ke Kantor Bea Cukai Jember

Penting diketahui, belum lama ini, pihak kepala madrasah (kepma) lama telah menyerahkan izin operasional madrasah kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Penyerahan tersebut diikuti berita acara komitmen untuk mendesak Kemenag Jember agar segera menuntaskan masalah ijazah dan RDM milik siswa.

Konflik dualisme di MTs NU Albadar memang berdampak serius terhadap masa depan siswa. Siswa kelas IX yang telah lulus dan menempuh jenjang pendidikan menengah atas, dari pihak kepma lama, belum mendapat ijazah sampai sekarang. Alias nasibnya masih digantung. Selanjutnya, siswa kelas VII dan VIII seusai melaksanakan ujian akhir tidak menerima rapor kenaikan kelas. Mereka menjadi korban kepentingan atas konflik rebutan jabatan beberapa bulan lalu. Siswa yang saat itu mendukung kepma lama, ijazahnya tidak dikeluarkan dan diteken oleh kepma baru.

Auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI Mumtahin Balya Hulaimy mengatakan, dirinya telah menerima berkas izin operasional MTs NU Albadar dari pihak kepma lama. “Kami sifatnya hanya mendorong, agar hasil kesepakatan dan mediasi antara kedua belah pihak dapat dilaksanakan, sehingga siswa tidak dikorbankan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/