alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Hari Guru Dunia, Lihat Potret Sangu Guru Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER,  RADARJEMBER.ID – Nasib sebagai guru tak selalu mujur banyak rintangan yang dihadapi mulai dari pelaksanaan mengajar hingga kesejahteraan sebagai guru. Niat tulus mengajar dan mengabdi negara sebagai guru sudah tidak diragukan hingga rela menjadi guru honorer. Bertahun-tahun nasib kesejahteraan guru honorer tak jelas walaupun di Jember Bupati telah mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk Guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) sebagai upaya mensejahterakan guru honorer, namunj nyatanya hingga kini masih banyak GTT/PTT yang belum menerima SK. Mereka menunggu kapan SK itu diterbitkan. Padahal apabila seorang guru honorer menerima SK gaji yang di dapat oleh guru tersebut bisa sampai dua kali lipat.

Baca Juga Berita Terkait : Ribuan GTT/PTT Belum Terima SK

Selain terkait dengan SK yang tak kunjung diterbitkan, pantauan Jawa Pos Radar Jember beberapa bulan yang lalu gaji 4.238 guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap di Jember molor. Saat ini, GTT/PTT yang belum menerima SK hanya digaji Rp 500 ribu per bulan. Lagi-lagi keterlambatan tersebut dikarenakan kurangnya koordinasi dari Dispendik Jember, kata ketua Forum Honorer Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur Ilham Wahyudi 16 Juni Lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Baca Juga Berita Terkait : Gaji Ribuan GTT/PTT Molor

Usaha para guru honorer pun juga bukan main-main, berbagai syarat dan ketentuan untuk memperjuangkan kesejahteraan guru pun dilakukan. Salah satunya dengan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian (PPPK). Namun tidak sepenuhya menjadi kabar baik bagi para guru. Hal itu karena beberapa pihak meragukan seleksi PPPK bakal jadi solusi atas kurangnya guru di Jember, mulai dari soal ujian yang dinilai memberatkan hingga kalah saing guru honorer yang telah lama mengabdi dengan guru swasta yang telah mendapat sertifikasi. Hingga saat ini Jawa Pos Radar Jember menunggu hasil dari audiensi guru tidak tetap/ pegawai tidak tetap.

Baca Juga Berita Terkait : Faktor Peserta Seleksi PPPK Gagal

- Advertisement -

JEMBER,  RADARJEMBER.ID – Nasib sebagai guru tak selalu mujur banyak rintangan yang dihadapi mulai dari pelaksanaan mengajar hingga kesejahteraan sebagai guru. Niat tulus mengajar dan mengabdi negara sebagai guru sudah tidak diragukan hingga rela menjadi guru honorer. Bertahun-tahun nasib kesejahteraan guru honorer tak jelas walaupun di Jember Bupati telah mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk Guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) sebagai upaya mensejahterakan guru honorer, namunj nyatanya hingga kini masih banyak GTT/PTT yang belum menerima SK. Mereka menunggu kapan SK itu diterbitkan. Padahal apabila seorang guru honorer menerima SK gaji yang di dapat oleh guru tersebut bisa sampai dua kali lipat.

Baca Juga Berita Terkait : Ribuan GTT/PTT Belum Terima SK

Selain terkait dengan SK yang tak kunjung diterbitkan, pantauan Jawa Pos Radar Jember beberapa bulan yang lalu gaji 4.238 guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap di Jember molor. Saat ini, GTT/PTT yang belum menerima SK hanya digaji Rp 500 ribu per bulan. Lagi-lagi keterlambatan tersebut dikarenakan kurangnya koordinasi dari Dispendik Jember, kata ketua Forum Honorer Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur Ilham Wahyudi 16 Juni Lalu.

Baca Juga Berita Terkait : Gaji Ribuan GTT/PTT Molor

Usaha para guru honorer pun juga bukan main-main, berbagai syarat dan ketentuan untuk memperjuangkan kesejahteraan guru pun dilakukan. Salah satunya dengan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian (PPPK). Namun tidak sepenuhya menjadi kabar baik bagi para guru. Hal itu karena beberapa pihak meragukan seleksi PPPK bakal jadi solusi atas kurangnya guru di Jember, mulai dari soal ujian yang dinilai memberatkan hingga kalah saing guru honorer yang telah lama mengabdi dengan guru swasta yang telah mendapat sertifikasi. Hingga saat ini Jawa Pos Radar Jember menunggu hasil dari audiensi guru tidak tetap/ pegawai tidak tetap.

Baca Juga Berita Terkait : Faktor Peserta Seleksi PPPK Gagal

JEMBER,  RADARJEMBER.ID – Nasib sebagai guru tak selalu mujur banyak rintangan yang dihadapi mulai dari pelaksanaan mengajar hingga kesejahteraan sebagai guru. Niat tulus mengajar dan mengabdi negara sebagai guru sudah tidak diragukan hingga rela menjadi guru honorer. Bertahun-tahun nasib kesejahteraan guru honorer tak jelas walaupun di Jember Bupati telah mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk Guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) sebagai upaya mensejahterakan guru honorer, namunj nyatanya hingga kini masih banyak GTT/PTT yang belum menerima SK. Mereka menunggu kapan SK itu diterbitkan. Padahal apabila seorang guru honorer menerima SK gaji yang di dapat oleh guru tersebut bisa sampai dua kali lipat.

Baca Juga Berita Terkait : Ribuan GTT/PTT Belum Terima SK

Selain terkait dengan SK yang tak kunjung diterbitkan, pantauan Jawa Pos Radar Jember beberapa bulan yang lalu gaji 4.238 guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap di Jember molor. Saat ini, GTT/PTT yang belum menerima SK hanya digaji Rp 500 ribu per bulan. Lagi-lagi keterlambatan tersebut dikarenakan kurangnya koordinasi dari Dispendik Jember, kata ketua Forum Honorer Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur Ilham Wahyudi 16 Juni Lalu.

Baca Juga Berita Terkait : Gaji Ribuan GTT/PTT Molor

Usaha para guru honorer pun juga bukan main-main, berbagai syarat dan ketentuan untuk memperjuangkan kesejahteraan guru pun dilakukan. Salah satunya dengan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian (PPPK). Namun tidak sepenuhya menjadi kabar baik bagi para guru. Hal itu karena beberapa pihak meragukan seleksi PPPK bakal jadi solusi atas kurangnya guru di Jember, mulai dari soal ujian yang dinilai memberatkan hingga kalah saing guru honorer yang telah lama mengabdi dengan guru swasta yang telah mendapat sertifikasi. Hingga saat ini Jawa Pos Radar Jember menunggu hasil dari audiensi guru tidak tetap/ pegawai tidak tetap.

Baca Juga Berita Terkait : Faktor Peserta Seleksi PPPK Gagal

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/