Pembelajaran Tatap Muka SMA dan SMK di Jember Sudah Dimulai

Jenjang SMA, PTM Hanya Dua Jam

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Belum lama ini, sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur telah melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Namun, hal ini dinilai belum optimal karena durasi waktu belajarnya cukup singkat. Oleh karena itu, dinas yang membawahi jenjang SMA dan SMK tersebut berencana menambah waktu belajar siswa bila kondisi Covid-19 terus membaik.
Selama ini, pelajar di tingkat SMA dan SMK cuma diperbolehkan mengikuti PTM selama dua kali seminggu. Selain itu, durasi waktunya juga dibatasi tidak lebih dari dua jam. Ketika PTM terbatas itu berlangsung, dalam satu kali pertemuan siswa diberi kesempatan belajar empat mata pelajaran. Masing-masing pelajaran diberi batasan waktu maksimal 30 menit.
Kepala Dispendik Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi mengakui, selama ini PTM memang belum optimal meski sehari ada empat mata pelajaran. Itu karena setiap mata pelajaran waktunya sangat terbatas. Kurang dari satu jam. “Kami mengusahakan agar PTM bisa lebih baik. Tidak lagi dua jam dan dua kali dalam seminggu,” ucapnya.

Tonton Videonya : [Klik Disini]

Hal itu disampaikan Wahid saat berkunjung ke di SMAN 2 Jember, baru-baru ini. Menurutnya, selama ini cukup banyak orang tua yang mengeluh tentang keberlangsungan PTM terbatas itu. Sebab, kesempatan guru untuk menerangkan pelajaran di kelas sangat terbatas. Wahid juga mengakui, rencana penambahan jam PTM merupakan desakan dari orang tua.
Untuk mendukung hal tersebut, Wahid menuturkan, Provinsi Jawa Timur menggencarkan vaksinasi kepada pelajar SMA dan SMK. Kalau program vaksinasi ini berjalan lancar, kata dia, tidak menutup kemungkinan PTM terbatas tidak lagi berlangsung seperti sekarang ini. “Jumlah murid SMA dan SMK di Jawa Timur tidak sedikit. Jumlah mereka mencapai 1,3 juta,” pungkasnya.