alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Maksimalkan Peran Kantin Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Gerakan pangan sehat berkelanjutan terus digelorakan Tanoker Ledokombo.  Mereka  menggandeng banyak pihak untuk berdiskusi dan menyusun rencana mewujudkan Jember sehat lewat makanan. Salah satu contoh nyata melalui kantin sehat.

Diskusi itu dibahas dalam bentuk lokakarya di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, kemarin (4/7). Hadir beberapa pejabat Pemkab Jember mulai dari Dispendik, Disparbud, Bapeda, Kemenag, Perwakilan Ponpes, hingga berbagai komunitas. Mereka berdiskusi untuk mewujudkan pangan sehat.

Waloejo Djati, Kasi Sarana dan Prasarana Olaraga dan Kantin Sekolah Dispendik Jember, mengatakan, untuk mewujudkan pangan sehat, salah satu pintunya melalui dukungan dunia pendidikan. Yakni memaksimalkan fungsi kantin menjadi kantin sehat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, kantin yang sehat tidak hanya bangunannya saja yang bersih dan rapi.  Tapi juga didukung dengan standar kesehatan, serta menyediakan makanan dan minuman yang sehat bergizi dan aman untuk dikonsumsi.

Fasilitator dari Sekolah Perempuan Malang Salma Safitri menambahkan, Jember merupakan daerah dengan potensi bidang pertanian. Untuk mendapatkan pangan tidak susah seperti kota besar. Hanya saja, potensi itu belum dikelola maksimal. Tak heran, tingkat kesejahteraan warga Jember dibandingkan Malang, lebih tinggi Malang. “Padahal sama-sama daerah pertanian,” ujarnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Gerakan pangan sehat berkelanjutan terus digelorakan Tanoker Ledokombo.  Mereka  menggandeng banyak pihak untuk berdiskusi dan menyusun rencana mewujudkan Jember sehat lewat makanan. Salah satu contoh nyata melalui kantin sehat.

Diskusi itu dibahas dalam bentuk lokakarya di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, kemarin (4/7). Hadir beberapa pejabat Pemkab Jember mulai dari Dispendik, Disparbud, Bapeda, Kemenag, Perwakilan Ponpes, hingga berbagai komunitas. Mereka berdiskusi untuk mewujudkan pangan sehat.

Waloejo Djati, Kasi Sarana dan Prasarana Olaraga dan Kantin Sekolah Dispendik Jember, mengatakan, untuk mewujudkan pangan sehat, salah satu pintunya melalui dukungan dunia pendidikan. Yakni memaksimalkan fungsi kantin menjadi kantin sehat.

Menurut dia, kantin yang sehat tidak hanya bangunannya saja yang bersih dan rapi.  Tapi juga didukung dengan standar kesehatan, serta menyediakan makanan dan minuman yang sehat bergizi dan aman untuk dikonsumsi.

Fasilitator dari Sekolah Perempuan Malang Salma Safitri menambahkan, Jember merupakan daerah dengan potensi bidang pertanian. Untuk mendapatkan pangan tidak susah seperti kota besar. Hanya saja, potensi itu belum dikelola maksimal. Tak heran, tingkat kesejahteraan warga Jember dibandingkan Malang, lebih tinggi Malang. “Padahal sama-sama daerah pertanian,” ujarnya.

RADAR JEMBER.ID – Gerakan pangan sehat berkelanjutan terus digelorakan Tanoker Ledokombo.  Mereka  menggandeng banyak pihak untuk berdiskusi dan menyusun rencana mewujudkan Jember sehat lewat makanan. Salah satu contoh nyata melalui kantin sehat.

Diskusi itu dibahas dalam bentuk lokakarya di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, kemarin (4/7). Hadir beberapa pejabat Pemkab Jember mulai dari Dispendik, Disparbud, Bapeda, Kemenag, Perwakilan Ponpes, hingga berbagai komunitas. Mereka berdiskusi untuk mewujudkan pangan sehat.

Waloejo Djati, Kasi Sarana dan Prasarana Olaraga dan Kantin Sekolah Dispendik Jember, mengatakan, untuk mewujudkan pangan sehat, salah satu pintunya melalui dukungan dunia pendidikan. Yakni memaksimalkan fungsi kantin menjadi kantin sehat.

Menurut dia, kantin yang sehat tidak hanya bangunannya saja yang bersih dan rapi.  Tapi juga didukung dengan standar kesehatan, serta menyediakan makanan dan minuman yang sehat bergizi dan aman untuk dikonsumsi.

Fasilitator dari Sekolah Perempuan Malang Salma Safitri menambahkan, Jember merupakan daerah dengan potensi bidang pertanian. Untuk mendapatkan pangan tidak susah seperti kota besar. Hanya saja, potensi itu belum dikelola maksimal. Tak heran, tingkat kesejahteraan warga Jember dibandingkan Malang, lebih tinggi Malang. “Padahal sama-sama daerah pertanian,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/