29.4 C
Jember
Wednesday, 22 March 2023

Nama Riyadlus Sholihien, Pemberian KH Hamid

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEBER.ID – Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlus Sholihien di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember berdiri sejak tahun 1978. Pondok ini didirikan KH Farouq Muhammad yang merupakan generasi dari KH Muhammad Shiddiq Talangsari.

Baca Juga : Perusahaan Wajib Membayarkan THR Penuh Tahun Ini

Seperti diketahui, KH Shiddiq merupakan tokoh pemikir Islam dari wilayah timur, yang mempunyai sumbangsih besar pemikiran Islam terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dan Indonesia. Melalui generasinya, pihaknya tetap berkontribusi terhadap pendidikan Islam, termasuk KH Farouq Muhammad.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah hijrah dari Talangsari, KH Farouq bersama istrinya, Wahibbah Maghfiroh, merintis pendidikan Islam di sekitar Kaliwates. Keduanya sering melakukan istikharah untuk memperoleh petunjuk mengenai dakwahnya. Sebelumnya, KH Farouq hendak membangun pondok pesantren di daerah Condro, Kaliwates. Namun, dari hasil istikharah-nya kurang cocok. Akhirnya ponpes didirikan di Jember Kidul. “Tidak jadi di Condro, akhirnya di sini,” kata KH Madini Farouq, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Riyadlus Sholihien, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria yang akrab dipanggil Gus Mamak itu menyebut, pendirian Ponpes Riyadlus Sholihien banyak dibantu para ulama. “Termasuk KH Hamid Pasuruan bersama K Misrai dari Ledokombo (juga membantu, Red)” katanya.

Gus Mamak menambahkan, nama Riyadlus Sholihien itu sendiri mempunyai arti taman orang-orang saleh. Nama tersebut diberikan langsung oleh Kiai Hamid. Diharapkan, suatu saat akan menjadi taman yang mulia karena banyak orang saleh berkumpul.

Saat ini, Ponpes Riyadlus Sholihien diasuh KH Mushoddiq Fikri. Ponpes ini sudah termasuk modern dengan program pendidikan formal. Namun, tidak menghilangkan materi salaf sebagaimana ciri khas kehidupan para santri.

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : mg4
Redaktur : Nur Hariri

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEBER.ID – Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlus Sholihien di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember berdiri sejak tahun 1978. Pondok ini didirikan KH Farouq Muhammad yang merupakan generasi dari KH Muhammad Shiddiq Talangsari.

Baca Juga : Perusahaan Wajib Membayarkan THR Penuh Tahun Ini

Seperti diketahui, KH Shiddiq merupakan tokoh pemikir Islam dari wilayah timur, yang mempunyai sumbangsih besar pemikiran Islam terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dan Indonesia. Melalui generasinya, pihaknya tetap berkontribusi terhadap pendidikan Islam, termasuk KH Farouq Muhammad.

Setelah hijrah dari Talangsari, KH Farouq bersama istrinya, Wahibbah Maghfiroh, merintis pendidikan Islam di sekitar Kaliwates. Keduanya sering melakukan istikharah untuk memperoleh petunjuk mengenai dakwahnya. Sebelumnya, KH Farouq hendak membangun pondok pesantren di daerah Condro, Kaliwates. Namun, dari hasil istikharah-nya kurang cocok. Akhirnya ponpes didirikan di Jember Kidul. “Tidak jadi di Condro, akhirnya di sini,” kata KH Madini Farouq, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Riyadlus Sholihien, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria yang akrab dipanggil Gus Mamak itu menyebut, pendirian Ponpes Riyadlus Sholihien banyak dibantu para ulama. “Termasuk KH Hamid Pasuruan bersama K Misrai dari Ledokombo (juga membantu, Red)” katanya.

Gus Mamak menambahkan, nama Riyadlus Sholihien itu sendiri mempunyai arti taman orang-orang saleh. Nama tersebut diberikan langsung oleh Kiai Hamid. Diharapkan, suatu saat akan menjadi taman yang mulia karena banyak orang saleh berkumpul.

Saat ini, Ponpes Riyadlus Sholihien diasuh KH Mushoddiq Fikri. Ponpes ini sudah termasuk modern dengan program pendidikan formal. Namun, tidak menghilangkan materi salaf sebagaimana ciri khas kehidupan para santri.

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : mg4
Redaktur : Nur Hariri

JEMBER, RADARJEBER.ID – Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlus Sholihien di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember berdiri sejak tahun 1978. Pondok ini didirikan KH Farouq Muhammad yang merupakan generasi dari KH Muhammad Shiddiq Talangsari.

Baca Juga : Perusahaan Wajib Membayarkan THR Penuh Tahun Ini

Seperti diketahui, KH Shiddiq merupakan tokoh pemikir Islam dari wilayah timur, yang mempunyai sumbangsih besar pemikiran Islam terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dan Indonesia. Melalui generasinya, pihaknya tetap berkontribusi terhadap pendidikan Islam, termasuk KH Farouq Muhammad.

Setelah hijrah dari Talangsari, KH Farouq bersama istrinya, Wahibbah Maghfiroh, merintis pendidikan Islam di sekitar Kaliwates. Keduanya sering melakukan istikharah untuk memperoleh petunjuk mengenai dakwahnya. Sebelumnya, KH Farouq hendak membangun pondok pesantren di daerah Condro, Kaliwates. Namun, dari hasil istikharah-nya kurang cocok. Akhirnya ponpes didirikan di Jember Kidul. “Tidak jadi di Condro, akhirnya di sini,” kata KH Madini Farouq, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Riyadlus Sholihien, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria yang akrab dipanggil Gus Mamak itu menyebut, pendirian Ponpes Riyadlus Sholihien banyak dibantu para ulama. “Termasuk KH Hamid Pasuruan bersama K Misrai dari Ledokombo (juga membantu, Red)” katanya.

Gus Mamak menambahkan, nama Riyadlus Sholihien itu sendiri mempunyai arti taman orang-orang saleh. Nama tersebut diberikan langsung oleh Kiai Hamid. Diharapkan, suatu saat akan menjadi taman yang mulia karena banyak orang saleh berkumpul.

Saat ini, Ponpes Riyadlus Sholihien diasuh KH Mushoddiq Fikri. Ponpes ini sudah termasuk modern dengan program pendidikan formal. Namun, tidak menghilangkan materi salaf sebagaimana ciri khas kehidupan para santri.

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : mg4
Redaktur : Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca