alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Nama Riyadlus Sholihien, Pemberian KH Hamid

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEBER.ID – Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlus Sholihien di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember berdiri sejak tahun 1978. Pondok ini didirikan KH Farouq Muhammad yang merupakan generasi dari KH Muhammad Shiddiq Talangsari.

Baca Juga : Perusahaan Wajib Membayarkan THR Penuh Tahun Ini

Seperti diketahui, KH Shiddiq merupakan tokoh pemikir Islam dari wilayah timur, yang mempunyai sumbangsih besar pemikiran Islam terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dan Indonesia. Melalui generasinya, pihaknya tetap berkontribusi terhadap pendidikan Islam, termasuk KH Farouq Muhammad.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah hijrah dari Talangsari, KH Farouq bersama istrinya, Wahibbah Maghfiroh, merintis pendidikan Islam di sekitar Kaliwates. Keduanya sering melakukan istikharah untuk memperoleh petunjuk mengenai dakwahnya. Sebelumnya, KH Farouq hendak membangun pondok pesantren di daerah Condro, Kaliwates. Namun, dari hasil istikharah-nya kurang cocok. Akhirnya ponpes didirikan di Jember Kidul. “Tidak jadi di Condro, akhirnya di sini,” kata KH Madini Farouq, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Riyadlus Sholihien, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria yang akrab dipanggil Gus Mamak itu menyebut, pendirian Ponpes Riyadlus Sholihien banyak dibantu para ulama. “Termasuk KH Hamid Pasuruan bersama K Misrai dari Ledokombo (juga membantu, Red)” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEBER.ID – Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlus Sholihien di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember berdiri sejak tahun 1978. Pondok ini didirikan KH Farouq Muhammad yang merupakan generasi dari KH Muhammad Shiddiq Talangsari.

Baca Juga : Perusahaan Wajib Membayarkan THR Penuh Tahun Ini

Seperti diketahui, KH Shiddiq merupakan tokoh pemikir Islam dari wilayah timur, yang mempunyai sumbangsih besar pemikiran Islam terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dan Indonesia. Melalui generasinya, pihaknya tetap berkontribusi terhadap pendidikan Islam, termasuk KH Farouq Muhammad.

Setelah hijrah dari Talangsari, KH Farouq bersama istrinya, Wahibbah Maghfiroh, merintis pendidikan Islam di sekitar Kaliwates. Keduanya sering melakukan istikharah untuk memperoleh petunjuk mengenai dakwahnya. Sebelumnya, KH Farouq hendak membangun pondok pesantren di daerah Condro, Kaliwates. Namun, dari hasil istikharah-nya kurang cocok. Akhirnya ponpes didirikan di Jember Kidul. “Tidak jadi di Condro, akhirnya di sini,” kata KH Madini Farouq, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Riyadlus Sholihien, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria yang akrab dipanggil Gus Mamak itu menyebut, pendirian Ponpes Riyadlus Sholihien banyak dibantu para ulama. “Termasuk KH Hamid Pasuruan bersama K Misrai dari Ledokombo (juga membantu, Red)” katanya.

JEMBER, RADARJEBER.ID – Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlus Sholihien di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember berdiri sejak tahun 1978. Pondok ini didirikan KH Farouq Muhammad yang merupakan generasi dari KH Muhammad Shiddiq Talangsari.

Baca Juga : Perusahaan Wajib Membayarkan THR Penuh Tahun Ini

Seperti diketahui, KH Shiddiq merupakan tokoh pemikir Islam dari wilayah timur, yang mempunyai sumbangsih besar pemikiran Islam terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dan Indonesia. Melalui generasinya, pihaknya tetap berkontribusi terhadap pendidikan Islam, termasuk KH Farouq Muhammad.

Setelah hijrah dari Talangsari, KH Farouq bersama istrinya, Wahibbah Maghfiroh, merintis pendidikan Islam di sekitar Kaliwates. Keduanya sering melakukan istikharah untuk memperoleh petunjuk mengenai dakwahnya. Sebelumnya, KH Farouq hendak membangun pondok pesantren di daerah Condro, Kaliwates. Namun, dari hasil istikharah-nya kurang cocok. Akhirnya ponpes didirikan di Jember Kidul. “Tidak jadi di Condro, akhirnya di sini,” kata KH Madini Farouq, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Riyadlus Sholihien, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria yang akrab dipanggil Gus Mamak itu menyebut, pendirian Ponpes Riyadlus Sholihien banyak dibantu para ulama. “Termasuk KH Hamid Pasuruan bersama K Misrai dari Ledokombo (juga membantu, Red)” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/