alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Polres Fasilitasi Rapid Test bagi Peserta UTBK-SBMPTN

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebagai salah satu bentuk dukungan dunia pendidikan, Polres Jember memberikan fasilitas rapid test gratis bagi peserta UTBK-SBMPTN (Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) pada 12-18 April 2021 mendatang. Syaratnya adalah warga Jember yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan peserta dari keluarga kurang mampu.

Kapolres Jember AKPB Arif Rachman Arifin mengatakan, fasilitas itu berawal dari adanya keluhan warga dari panitia Jember SAE 2021. “Ada warga yang mengaku kesulitan biaya rapid test bagi putra-putri mereka yang akan mengikuti tes ke perguruan tinggi negeri. Kami sangat prihatin menerima laporan itu”, ujarnya.

Menurut Arif, pendidikan adalah faktor penting bagi ikhtiar meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan kualitas bangsa. Pendidikan juga kunci bagi usaha memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, tidak boleh ada yang gagal mengikuti UTBK hanya gara-gara kesulitan biaya rapid test.

Mobile_AP_Rectangle 2

Arif menyatakan akan segera membentuk panitia khusus untuk mengakomodasi persoalan itu. “Pendek kata, tidak boleh ada satu pun warga Jember yang kesulitan memenuhi syarat masuk ke area UTBK tahun ini,” tandasnya.

Apalagi pihaknya adalah bagian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19. Karena itu, pihaknya akan berupaya keras memenuhi harapan warga. “Ikhtiar ini sangat penting, karena selain menjadi bagian dari usaha menekan tingkat penyebaran Covid-19, juga sebagai wujud sumbangsih peningkatan taraf hidup warga melalui pendidikan,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebagai salah satu bentuk dukungan dunia pendidikan, Polres Jember memberikan fasilitas rapid test gratis bagi peserta UTBK-SBMPTN (Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) pada 12-18 April 2021 mendatang. Syaratnya adalah warga Jember yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan peserta dari keluarga kurang mampu.

Kapolres Jember AKPB Arif Rachman Arifin mengatakan, fasilitas itu berawal dari adanya keluhan warga dari panitia Jember SAE 2021. “Ada warga yang mengaku kesulitan biaya rapid test bagi putra-putri mereka yang akan mengikuti tes ke perguruan tinggi negeri. Kami sangat prihatin menerima laporan itu”, ujarnya.

Menurut Arif, pendidikan adalah faktor penting bagi ikhtiar meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan kualitas bangsa. Pendidikan juga kunci bagi usaha memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, tidak boleh ada yang gagal mengikuti UTBK hanya gara-gara kesulitan biaya rapid test.

Arif menyatakan akan segera membentuk panitia khusus untuk mengakomodasi persoalan itu. “Pendek kata, tidak boleh ada satu pun warga Jember yang kesulitan memenuhi syarat masuk ke area UTBK tahun ini,” tandasnya.

Apalagi pihaknya adalah bagian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19. Karena itu, pihaknya akan berupaya keras memenuhi harapan warga. “Ikhtiar ini sangat penting, karena selain menjadi bagian dari usaha menekan tingkat penyebaran Covid-19, juga sebagai wujud sumbangsih peningkatan taraf hidup warga melalui pendidikan,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebagai salah satu bentuk dukungan dunia pendidikan, Polres Jember memberikan fasilitas rapid test gratis bagi peserta UTBK-SBMPTN (Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) pada 12-18 April 2021 mendatang. Syaratnya adalah warga Jember yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan peserta dari keluarga kurang mampu.

Kapolres Jember AKPB Arif Rachman Arifin mengatakan, fasilitas itu berawal dari adanya keluhan warga dari panitia Jember SAE 2021. “Ada warga yang mengaku kesulitan biaya rapid test bagi putra-putri mereka yang akan mengikuti tes ke perguruan tinggi negeri. Kami sangat prihatin menerima laporan itu”, ujarnya.

Menurut Arif, pendidikan adalah faktor penting bagi ikhtiar meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan kualitas bangsa. Pendidikan juga kunci bagi usaha memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, tidak boleh ada yang gagal mengikuti UTBK hanya gara-gara kesulitan biaya rapid test.

Arif menyatakan akan segera membentuk panitia khusus untuk mengakomodasi persoalan itu. “Pendek kata, tidak boleh ada satu pun warga Jember yang kesulitan memenuhi syarat masuk ke area UTBK tahun ini,” tandasnya.

Apalagi pihaknya adalah bagian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19. Karena itu, pihaknya akan berupaya keras memenuhi harapan warga. “Ikhtiar ini sangat penting, karena selain menjadi bagian dari usaha menekan tingkat penyebaran Covid-19, juga sebagai wujud sumbangsih peningkatan taraf hidup warga melalui pendidikan,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/