alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Perjuangan Menjaring Siswa melalui Daring

Wali Murid Masih Prioritaskan Pendaftaran Manual

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Wakil Kepala Bidang Humas MAN 2 Jember Tien Lutfia tengah mengecek laman pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sekolahnya. Ada 102 calon siswa yang terdata dalam waiting list untuk mendaftar, ketika PPDB resmi dibuka pada 15 Maret mendatang. Jumlah waiting list tahun ini diketahui lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Walaupun begitu, wanita yang akrab disapa Bu Tin ini masih merasa ragu dan khawatir jika PPDB daring saat ini berjalan dengan efektif.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 2 Jember Joko Purnomo menuturkan bahwa selama ini banyak pengaduan wali murid atau pihak sekolah yang akan mendaftar dalam mengakses PPDB secara daring. Dalam pembuatan akun misalnya, sering kali guru sekolah jenjang SLTP tidak mengetahui metodenya. “Cara membuat akun, password harus bagaimana, ini banyak sekali pertanyaan selama ini,” kata Joko ketika ditemui, Kamis (4/3) kemarin.

Sebagai alternatif solusi, lanjut dia, sekolah menggelar PPDB tidak sepenuhnya via daring. Tujuannya sebagai upaya mengakomodasi siswa yang masih terkendala dalam proses input data dan pembuatan akun.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Joko, tidak semua wali murid maupun guru di wilayah perdesaan paham untuk melakukan pendaftaran secara daring. Terlebih, sebagian besar murid MAN 2 Jember berasal dari desa. Secara teknis, nantinya PPDB yang dilakukan luring akan dibatasi setiap harinya. Namun, belum ada finalisasi batasan yang akan diterapkan untuk PPDB luring.

“Nanti kami batasi. Wali murid berkumpul di luar sekolah, di depan. Lalu nanti kami proses pendaftarannya di kelas-kelas dengan dibantu adik-adik OSIM. Yang jelas nanti diterapkan dengan prokes kesehatan yang berlaku,” papanya.

Selain kendala pendataan, lanjut Joko, pihaknya khawatir penerimaan siswa baru akan menurun dengan adanya PPDB secara daring. Sebab, tidak ada sosialisasi secara langsung pada sekolah. Akibatnya, sekolah tidak dapat melakukan promosi seluas-luasnya pada murid. “Kalau dulu kami bisa menjelaskan secara terperinci dan gamblang mengenai profil sekolah, kegiatan apa saja di sekolah. Jadi, anak-anak yang tertarik langsung menghubungi,” jelas Joko ketika ditemui di ruang kelas pendataan PPDB.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Wakil Kepala Bidang Humas MAN 2 Jember Tien Lutfia tengah mengecek laman pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sekolahnya. Ada 102 calon siswa yang terdata dalam waiting list untuk mendaftar, ketika PPDB resmi dibuka pada 15 Maret mendatang. Jumlah waiting list tahun ini diketahui lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Walaupun begitu, wanita yang akrab disapa Bu Tin ini masih merasa ragu dan khawatir jika PPDB daring saat ini berjalan dengan efektif.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 2 Jember Joko Purnomo menuturkan bahwa selama ini banyak pengaduan wali murid atau pihak sekolah yang akan mendaftar dalam mengakses PPDB secara daring. Dalam pembuatan akun misalnya, sering kali guru sekolah jenjang SLTP tidak mengetahui metodenya. “Cara membuat akun, password harus bagaimana, ini banyak sekali pertanyaan selama ini,” kata Joko ketika ditemui, Kamis (4/3) kemarin.

Sebagai alternatif solusi, lanjut dia, sekolah menggelar PPDB tidak sepenuhnya via daring. Tujuannya sebagai upaya mengakomodasi siswa yang masih terkendala dalam proses input data dan pembuatan akun.

Menurut Joko, tidak semua wali murid maupun guru di wilayah perdesaan paham untuk melakukan pendaftaran secara daring. Terlebih, sebagian besar murid MAN 2 Jember berasal dari desa. Secara teknis, nantinya PPDB yang dilakukan luring akan dibatasi setiap harinya. Namun, belum ada finalisasi batasan yang akan diterapkan untuk PPDB luring.

“Nanti kami batasi. Wali murid berkumpul di luar sekolah, di depan. Lalu nanti kami proses pendaftarannya di kelas-kelas dengan dibantu adik-adik OSIM. Yang jelas nanti diterapkan dengan prokes kesehatan yang berlaku,” papanya.

Selain kendala pendataan, lanjut Joko, pihaknya khawatir penerimaan siswa baru akan menurun dengan adanya PPDB secara daring. Sebab, tidak ada sosialisasi secara langsung pada sekolah. Akibatnya, sekolah tidak dapat melakukan promosi seluas-luasnya pada murid. “Kalau dulu kami bisa menjelaskan secara terperinci dan gamblang mengenai profil sekolah, kegiatan apa saja di sekolah. Jadi, anak-anak yang tertarik langsung menghubungi,” jelas Joko ketika ditemui di ruang kelas pendataan PPDB.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Wakil Kepala Bidang Humas MAN 2 Jember Tien Lutfia tengah mengecek laman pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sekolahnya. Ada 102 calon siswa yang terdata dalam waiting list untuk mendaftar, ketika PPDB resmi dibuka pada 15 Maret mendatang. Jumlah waiting list tahun ini diketahui lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Walaupun begitu, wanita yang akrab disapa Bu Tin ini masih merasa ragu dan khawatir jika PPDB daring saat ini berjalan dengan efektif.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 2 Jember Joko Purnomo menuturkan bahwa selama ini banyak pengaduan wali murid atau pihak sekolah yang akan mendaftar dalam mengakses PPDB secara daring. Dalam pembuatan akun misalnya, sering kali guru sekolah jenjang SLTP tidak mengetahui metodenya. “Cara membuat akun, password harus bagaimana, ini banyak sekali pertanyaan selama ini,” kata Joko ketika ditemui, Kamis (4/3) kemarin.

Sebagai alternatif solusi, lanjut dia, sekolah menggelar PPDB tidak sepenuhnya via daring. Tujuannya sebagai upaya mengakomodasi siswa yang masih terkendala dalam proses input data dan pembuatan akun.

Menurut Joko, tidak semua wali murid maupun guru di wilayah perdesaan paham untuk melakukan pendaftaran secara daring. Terlebih, sebagian besar murid MAN 2 Jember berasal dari desa. Secara teknis, nantinya PPDB yang dilakukan luring akan dibatasi setiap harinya. Namun, belum ada finalisasi batasan yang akan diterapkan untuk PPDB luring.

“Nanti kami batasi. Wali murid berkumpul di luar sekolah, di depan. Lalu nanti kami proses pendaftarannya di kelas-kelas dengan dibantu adik-adik OSIM. Yang jelas nanti diterapkan dengan prokes kesehatan yang berlaku,” papanya.

Selain kendala pendataan, lanjut Joko, pihaknya khawatir penerimaan siswa baru akan menurun dengan adanya PPDB secara daring. Sebab, tidak ada sosialisasi secara langsung pada sekolah. Akibatnya, sekolah tidak dapat melakukan promosi seluas-luasnya pada murid. “Kalau dulu kami bisa menjelaskan secara terperinci dan gamblang mengenai profil sekolah, kegiatan apa saja di sekolah. Jadi, anak-anak yang tertarik langsung menghubungi,” jelas Joko ketika ditemui di ruang kelas pendataan PPDB.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/