alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Belajar di Sekolah Tunggu Vaksinasi Rampung

Mobile_AP_Rectangle 1

Terpisah, pakar pendidikan dari IAIN Jember Khoirul Faizin menilai, keputusan untuk menyegerakan pembelajaran tatap muka belum sepenuhnya ideal jika vaksinasi pada tenaga pendidik belum rampung. Menurut dia, vaksinasi pada guru mendesak diprioritaskan dan dituntaskan. Baru selanjutnya, skema pembelajaran tatap muka bisa dilakukan. “Vaksinasi pada guru ini mendesak. Sebab, guru yang akan bertatap muka dan anak-anak berpotensi tertulari atau menulari. Bereskan dulu vaksinasi, baru ngomongin teknis,” bebernya.

Adapun perubahan zona menjadi oranye di Jember bukanlah jaminan indikasi persebaran Covid-19 di kabupaten setempat membaik. Sebab, kata dia, hal itu bergantung pada mobilitas masyarakat. Semakin tinggi mobilitas, maka semakin tinggi pula potensi penyebaran Covid-19. Terlebih, pada kalangan anak-anak. “Dalam konteks ini, anak-anak jauh lebih susah dikendalikan daripada orang dewasa. Jika disegerakan sebelum vaksin, dikhawatirkan anak-anak abai, lalu klaster baru akan muncul,” imbuhnya.

Menurut dia, lebih baik menyadari dan mengakui capaian belajar di tahun ini rendah ketimbang memaksakan untuk ideal. Dalam hal ini, Ketua Satgas Covid-19, yang tak lain Bupati Jember, harus ekstra untuk mengupayakan vaksinasi pada guru agar bisa tuntas secepatnya. “Jangan ikut- ikutan daerah lain yang sudah tatap muka. Jangan memaksakan diri. Apalagi kalau itu mengesampingkan keselamatan jiwa. Itu tidak baik,” pungkas Khoirul Faizin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jurnalis: Isnein Purnomo, Dian Cahyani

Fotografer: Jumai

Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Terpisah, pakar pendidikan dari IAIN Jember Khoirul Faizin menilai, keputusan untuk menyegerakan pembelajaran tatap muka belum sepenuhnya ideal jika vaksinasi pada tenaga pendidik belum rampung. Menurut dia, vaksinasi pada guru mendesak diprioritaskan dan dituntaskan. Baru selanjutnya, skema pembelajaran tatap muka bisa dilakukan. “Vaksinasi pada guru ini mendesak. Sebab, guru yang akan bertatap muka dan anak-anak berpotensi tertulari atau menulari. Bereskan dulu vaksinasi, baru ngomongin teknis,” bebernya.

Adapun perubahan zona menjadi oranye di Jember bukanlah jaminan indikasi persebaran Covid-19 di kabupaten setempat membaik. Sebab, kata dia, hal itu bergantung pada mobilitas masyarakat. Semakin tinggi mobilitas, maka semakin tinggi pula potensi penyebaran Covid-19. Terlebih, pada kalangan anak-anak. “Dalam konteks ini, anak-anak jauh lebih susah dikendalikan daripada orang dewasa. Jika disegerakan sebelum vaksin, dikhawatirkan anak-anak abai, lalu klaster baru akan muncul,” imbuhnya.

Menurut dia, lebih baik menyadari dan mengakui capaian belajar di tahun ini rendah ketimbang memaksakan untuk ideal. Dalam hal ini, Ketua Satgas Covid-19, yang tak lain Bupati Jember, harus ekstra untuk mengupayakan vaksinasi pada guru agar bisa tuntas secepatnya. “Jangan ikut- ikutan daerah lain yang sudah tatap muka. Jangan memaksakan diri. Apalagi kalau itu mengesampingkan keselamatan jiwa. Itu tidak baik,” pungkas Khoirul Faizin.

Jurnalis: Isnein Purnomo, Dian Cahyani

Fotografer: Jumai

Editor: Mahrus Sholih

Terpisah, pakar pendidikan dari IAIN Jember Khoirul Faizin menilai, keputusan untuk menyegerakan pembelajaran tatap muka belum sepenuhnya ideal jika vaksinasi pada tenaga pendidik belum rampung. Menurut dia, vaksinasi pada guru mendesak diprioritaskan dan dituntaskan. Baru selanjutnya, skema pembelajaran tatap muka bisa dilakukan. “Vaksinasi pada guru ini mendesak. Sebab, guru yang akan bertatap muka dan anak-anak berpotensi tertulari atau menulari. Bereskan dulu vaksinasi, baru ngomongin teknis,” bebernya.

Adapun perubahan zona menjadi oranye di Jember bukanlah jaminan indikasi persebaran Covid-19 di kabupaten setempat membaik. Sebab, kata dia, hal itu bergantung pada mobilitas masyarakat. Semakin tinggi mobilitas, maka semakin tinggi pula potensi penyebaran Covid-19. Terlebih, pada kalangan anak-anak. “Dalam konteks ini, anak-anak jauh lebih susah dikendalikan daripada orang dewasa. Jika disegerakan sebelum vaksin, dikhawatirkan anak-anak abai, lalu klaster baru akan muncul,” imbuhnya.

Menurut dia, lebih baik menyadari dan mengakui capaian belajar di tahun ini rendah ketimbang memaksakan untuk ideal. Dalam hal ini, Ketua Satgas Covid-19, yang tak lain Bupati Jember, harus ekstra untuk mengupayakan vaksinasi pada guru agar bisa tuntas secepatnya. “Jangan ikut- ikutan daerah lain yang sudah tatap muka. Jangan memaksakan diri. Apalagi kalau itu mengesampingkan keselamatan jiwa. Itu tidak baik,” pungkas Khoirul Faizin.

Jurnalis: Isnein Purnomo, Dian Cahyani

Fotografer: Jumai

Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/