alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Belajar di Sekolah Tunggu Vaksinasi Rampung

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka molor dari rencana yang telah disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto, sebelumnya. Jika mulanya rencana simulasi belajar di sekolah itu berlangsung awal Maret ini, ternyata mundur hingga batas waktu yang belum ditentukan. Rekomendasi Satgas Covid-19 yang belum turun menjadi salah satu musabab penundaan itu. Selain juga menunggu rampungnya vaksinasi terhadap tenaga pendidik.

Ketua Komisi D DPRD Jember Muhammad Hafidi meminta duet Bupati dan Wakil Bupati Jember segera tancap gas untuk merealisasikan janji pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang bakal digarap pada awal kepemimpinan Hendy-Firjaun. “Pada 8 Maret besok ini, pelajar SMP sudah harus melaksanakan ujian. Kalau tidak segera diadakan tatap muka, kasihan anak-anak,” tuturnya, ketika hadir di acara Dialog Publik Wayahe Jember Bangkit di Gedung DPRD, kemarin (4/3).

Dia bahkan sempat menyindir acara dialog tersebut. Menurut dia, dialog publik itu memang penting untuk menyerap aspirasi masyarakat dan para tokoh untuk memajukan daerah. Namun, jangan sampai hanya berhenti di situ. “Kalau sering dialog, kapan kerjanya,” sindirnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Jember Hendy Siswanto menanggapi hal itu. Kata dia, pihaknya bakal segera melaksanakan pembelajaran tatap muka. “Simulasinya akan dilaksanakan di lima hingga sepuluh sekolah di Jember kota lebih dulu,” terangnya.

Kenapa demikian? Dia mengaku, pihaknya harus mengatur persiapan berapa dana yang dikeluarkan, beserta siapa saja petugas yang terjun di lapangan. Selain itu, pelaksanaan simulasi di kota juga dinilainya memudahkan pemerintah untuk melakukan pengawasan. “Jika memungkinkan, baru dilaksanakan di semua sekolah di Kabupaten Jember,” imbuhnya.

Mendukung rencana itu, vaksinasi guru dan tenaga kependidikan akan menjadi prioritas. Sebab, mereka bertemu banyak orang. Pembelajaran juga bakal dikombinasikan antara tatap muka dengan pembelajaran daring. Jadi, belajar di sekolah hanya dua jam. Selebihnya berlanjut ke rumah masing-masing. “Satu kelas dibagi menjadi tiga gelombang. Jadi, harus mempersiapkan petugas. Dan mewajibkan wali murid mendampingi anak-anak saat melaksanakan pembelajaran virtual di rumah,” terangnya.

Hendy menegaskan, para siswa harus bertemu dengan guru meski sebentar. Sebab, banyak nilai-nilai pembelajaran yang hilang selama pandemi. Dampak negatifnya, sikap sopan dan santun menjadi berkurang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka molor dari rencana yang telah disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto, sebelumnya. Jika mulanya rencana simulasi belajar di sekolah itu berlangsung awal Maret ini, ternyata mundur hingga batas waktu yang belum ditentukan. Rekomendasi Satgas Covid-19 yang belum turun menjadi salah satu musabab penundaan itu. Selain juga menunggu rampungnya vaksinasi terhadap tenaga pendidik.

Ketua Komisi D DPRD Jember Muhammad Hafidi meminta duet Bupati dan Wakil Bupati Jember segera tancap gas untuk merealisasikan janji pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang bakal digarap pada awal kepemimpinan Hendy-Firjaun. “Pada 8 Maret besok ini, pelajar SMP sudah harus melaksanakan ujian. Kalau tidak segera diadakan tatap muka, kasihan anak-anak,” tuturnya, ketika hadir di acara Dialog Publik Wayahe Jember Bangkit di Gedung DPRD, kemarin (4/3).

Dia bahkan sempat menyindir acara dialog tersebut. Menurut dia, dialog publik itu memang penting untuk menyerap aspirasi masyarakat dan para tokoh untuk memajukan daerah. Namun, jangan sampai hanya berhenti di situ. “Kalau sering dialog, kapan kerjanya,” sindirnya.

Bupati Jember Hendy Siswanto menanggapi hal itu. Kata dia, pihaknya bakal segera melaksanakan pembelajaran tatap muka. “Simulasinya akan dilaksanakan di lima hingga sepuluh sekolah di Jember kota lebih dulu,” terangnya.

Kenapa demikian? Dia mengaku, pihaknya harus mengatur persiapan berapa dana yang dikeluarkan, beserta siapa saja petugas yang terjun di lapangan. Selain itu, pelaksanaan simulasi di kota juga dinilainya memudahkan pemerintah untuk melakukan pengawasan. “Jika memungkinkan, baru dilaksanakan di semua sekolah di Kabupaten Jember,” imbuhnya.

Mendukung rencana itu, vaksinasi guru dan tenaga kependidikan akan menjadi prioritas. Sebab, mereka bertemu banyak orang. Pembelajaran juga bakal dikombinasikan antara tatap muka dengan pembelajaran daring. Jadi, belajar di sekolah hanya dua jam. Selebihnya berlanjut ke rumah masing-masing. “Satu kelas dibagi menjadi tiga gelombang. Jadi, harus mempersiapkan petugas. Dan mewajibkan wali murid mendampingi anak-anak saat melaksanakan pembelajaran virtual di rumah,” terangnya.

Hendy menegaskan, para siswa harus bertemu dengan guru meski sebentar. Sebab, banyak nilai-nilai pembelajaran yang hilang selama pandemi. Dampak negatifnya, sikap sopan dan santun menjadi berkurang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka molor dari rencana yang telah disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto, sebelumnya. Jika mulanya rencana simulasi belajar di sekolah itu berlangsung awal Maret ini, ternyata mundur hingga batas waktu yang belum ditentukan. Rekomendasi Satgas Covid-19 yang belum turun menjadi salah satu musabab penundaan itu. Selain juga menunggu rampungnya vaksinasi terhadap tenaga pendidik.

Ketua Komisi D DPRD Jember Muhammad Hafidi meminta duet Bupati dan Wakil Bupati Jember segera tancap gas untuk merealisasikan janji pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang bakal digarap pada awal kepemimpinan Hendy-Firjaun. “Pada 8 Maret besok ini, pelajar SMP sudah harus melaksanakan ujian. Kalau tidak segera diadakan tatap muka, kasihan anak-anak,” tuturnya, ketika hadir di acara Dialog Publik Wayahe Jember Bangkit di Gedung DPRD, kemarin (4/3).

Dia bahkan sempat menyindir acara dialog tersebut. Menurut dia, dialog publik itu memang penting untuk menyerap aspirasi masyarakat dan para tokoh untuk memajukan daerah. Namun, jangan sampai hanya berhenti di situ. “Kalau sering dialog, kapan kerjanya,” sindirnya.

Bupati Jember Hendy Siswanto menanggapi hal itu. Kata dia, pihaknya bakal segera melaksanakan pembelajaran tatap muka. “Simulasinya akan dilaksanakan di lima hingga sepuluh sekolah di Jember kota lebih dulu,” terangnya.

Kenapa demikian? Dia mengaku, pihaknya harus mengatur persiapan berapa dana yang dikeluarkan, beserta siapa saja petugas yang terjun di lapangan. Selain itu, pelaksanaan simulasi di kota juga dinilainya memudahkan pemerintah untuk melakukan pengawasan. “Jika memungkinkan, baru dilaksanakan di semua sekolah di Kabupaten Jember,” imbuhnya.

Mendukung rencana itu, vaksinasi guru dan tenaga kependidikan akan menjadi prioritas. Sebab, mereka bertemu banyak orang. Pembelajaran juga bakal dikombinasikan antara tatap muka dengan pembelajaran daring. Jadi, belajar di sekolah hanya dua jam. Selebihnya berlanjut ke rumah masing-masing. “Satu kelas dibagi menjadi tiga gelombang. Jadi, harus mempersiapkan petugas. Dan mewajibkan wali murid mendampingi anak-anak saat melaksanakan pembelajaran virtual di rumah,” terangnya.

Hendy menegaskan, para siswa harus bertemu dengan guru meski sebentar. Sebab, banyak nilai-nilai pembelajaran yang hilang selama pandemi. Dampak negatifnya, sikap sopan dan santun menjadi berkurang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/