alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Pendaftaran Antarprovinsi, Persaingan PPPK Makin Ketat

Lamanya Pengabdian Bukanlah Jaminan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap ketiga hingga saat ini belum ada kepastian. Banyak guru yang risau. Mereka ketar-ketir jika nantinya rekrutmen PPPK batal dilaksanakan tahun ini. Kendati demikian, minat dan semangat para guru sangatlah besar.

Ilham Wahyudi, penyedia layanan kursus untuk tes PPPK, mengatakan, sampai saat ini banyak guru honorer yang datang untuk kursus di tempatnya. “Di sini banyak guru honorer yang kursus. Bisa sampai 20 guru,” katanya. Ilham menyebut, jumlah itu untuk sekali pertemuan.

Untuk bisa lolos pada rekrutmen PPPK tahap 3, guru honorer yang akan bersaing itu harus memiliki usaha yang tinggi. Sebab, cakupan pendaftarannya lebih luas dibandingkan dengan rekrutmen sebelumnya. Ilham yang tak lain adalah Ketua Forum Honorer PGRI Jawa Timur itu menjelaskan, saat ini pendaftaran PPPK terbuka untuk fresh graduate, lulusan PPG, guru honorer di sekolah swasta, dan guru honorer di luar provinsi. Dengan demikian, masa pengabdian yang lama tidak cukup jadi modal untuk bisa lolos menjadi PPPK tahap 3.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, seleksi PPPK tahap 3 diprediksi akan lebih berat dan lebih ketat. Bagaimana tidak, saingan yang mendaftar bisa lebih banyak, nilai afirmasi yang minim, serta kebijakan yang kurang sempurna membuat para guru honorer dengan masa pengabdian lama makin sempit peluangnya untuk lolos. “Kalau dulu, guru swasta pindah ke negeri. Kalau sekarang, guru dari Papua bisa mendaftar ke sini (Jember, Red) karena lintas provinsi,” ungkapnya. Hal ini pun telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 28 Tahun 2022 tentang Pengadaan PPPK.

Tak cukup di situ. Para guru honorer yang mendaftar juga banyak yang pesimistis. Lantaran pada tahap sebelumnya tidak sedikit yang ditetapkan lolos passing grade, namun tidak memiliki penempatan tugas sekolah. Saat ini posisi guru-guru seperti inilah cukup membingungkan, antara mengikuti seleksi PPPK tahap 3 atau opsi lain. Sebab, jika dikalkulasikan, jumlah nilai ujian pun sudah dinyatakan lulus. “Banyak yang lolos passing grade, tapi gak nemu tempat,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap ketiga hingga saat ini belum ada kepastian. Banyak guru yang risau. Mereka ketar-ketir jika nantinya rekrutmen PPPK batal dilaksanakan tahun ini. Kendati demikian, minat dan semangat para guru sangatlah besar.

Ilham Wahyudi, penyedia layanan kursus untuk tes PPPK, mengatakan, sampai saat ini banyak guru honorer yang datang untuk kursus di tempatnya. “Di sini banyak guru honorer yang kursus. Bisa sampai 20 guru,” katanya. Ilham menyebut, jumlah itu untuk sekali pertemuan.

Untuk bisa lolos pada rekrutmen PPPK tahap 3, guru honorer yang akan bersaing itu harus memiliki usaha yang tinggi. Sebab, cakupan pendaftarannya lebih luas dibandingkan dengan rekrutmen sebelumnya. Ilham yang tak lain adalah Ketua Forum Honorer PGRI Jawa Timur itu menjelaskan, saat ini pendaftaran PPPK terbuka untuk fresh graduate, lulusan PPG, guru honorer di sekolah swasta, dan guru honorer di luar provinsi. Dengan demikian, masa pengabdian yang lama tidak cukup jadi modal untuk bisa lolos menjadi PPPK tahap 3.

Selain itu, seleksi PPPK tahap 3 diprediksi akan lebih berat dan lebih ketat. Bagaimana tidak, saingan yang mendaftar bisa lebih banyak, nilai afirmasi yang minim, serta kebijakan yang kurang sempurna membuat para guru honorer dengan masa pengabdian lama makin sempit peluangnya untuk lolos. “Kalau dulu, guru swasta pindah ke negeri. Kalau sekarang, guru dari Papua bisa mendaftar ke sini (Jember, Red) karena lintas provinsi,” ungkapnya. Hal ini pun telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 28 Tahun 2022 tentang Pengadaan PPPK.

Tak cukup di situ. Para guru honorer yang mendaftar juga banyak yang pesimistis. Lantaran pada tahap sebelumnya tidak sedikit yang ditetapkan lolos passing grade, namun tidak memiliki penempatan tugas sekolah. Saat ini posisi guru-guru seperti inilah cukup membingungkan, antara mengikuti seleksi PPPK tahap 3 atau opsi lain. Sebab, jika dikalkulasikan, jumlah nilai ujian pun sudah dinyatakan lulus. “Banyak yang lolos passing grade, tapi gak nemu tempat,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap ketiga hingga saat ini belum ada kepastian. Banyak guru yang risau. Mereka ketar-ketir jika nantinya rekrutmen PPPK batal dilaksanakan tahun ini. Kendati demikian, minat dan semangat para guru sangatlah besar.

Ilham Wahyudi, penyedia layanan kursus untuk tes PPPK, mengatakan, sampai saat ini banyak guru honorer yang datang untuk kursus di tempatnya. “Di sini banyak guru honorer yang kursus. Bisa sampai 20 guru,” katanya. Ilham menyebut, jumlah itu untuk sekali pertemuan.

Untuk bisa lolos pada rekrutmen PPPK tahap 3, guru honorer yang akan bersaing itu harus memiliki usaha yang tinggi. Sebab, cakupan pendaftarannya lebih luas dibandingkan dengan rekrutmen sebelumnya. Ilham yang tak lain adalah Ketua Forum Honorer PGRI Jawa Timur itu menjelaskan, saat ini pendaftaran PPPK terbuka untuk fresh graduate, lulusan PPG, guru honorer di sekolah swasta, dan guru honorer di luar provinsi. Dengan demikian, masa pengabdian yang lama tidak cukup jadi modal untuk bisa lolos menjadi PPPK tahap 3.

Selain itu, seleksi PPPK tahap 3 diprediksi akan lebih berat dan lebih ketat. Bagaimana tidak, saingan yang mendaftar bisa lebih banyak, nilai afirmasi yang minim, serta kebijakan yang kurang sempurna membuat para guru honorer dengan masa pengabdian lama makin sempit peluangnya untuk lolos. “Kalau dulu, guru swasta pindah ke negeri. Kalau sekarang, guru dari Papua bisa mendaftar ke sini (Jember, Red) karena lintas provinsi,” ungkapnya. Hal ini pun telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 28 Tahun 2022 tentang Pengadaan PPPK.

Tak cukup di situ. Para guru honorer yang mendaftar juga banyak yang pesimistis. Lantaran pada tahap sebelumnya tidak sedikit yang ditetapkan lolos passing grade, namun tidak memiliki penempatan tugas sekolah. Saat ini posisi guru-guru seperti inilah cukup membingungkan, antara mengikuti seleksi PPPK tahap 3 atau opsi lain. Sebab, jika dikalkulasikan, jumlah nilai ujian pun sudah dinyatakan lulus. “Banyak yang lolos passing grade, tapi gak nemu tempat,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/