alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Mahasiswa UIN KHAS Jember, Runner-Up Adu Vokal di Podium

Lomba debat mahasiswa selalu tersaji menarik. Apalagi jika pesertanya beradu tentang gagasan kondisi hukum hari ini. Seperti lomba debat yang dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, pekan lalu. Berikut petikan salah satu pesertanya yang menang.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lomba debat yang dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, akhir Januari kemarin, menyuguhkan sejumlah cerita menarik. Salah satunya datang dari peserta yang sukses menjuarai lomba tersebut. Yakni dari Tim Debat Law Research and Debate Community (LRDC) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember.

Dalam ajang Debate Competition Law Fair VII se-Tapal Kuda ini, utusan UIN KHAS sukses membawa pulang gelar juara 2. “Alhamdulillah, meski persiapan hanya dua hari, kami imbangi dengan usaha dan doa,” aku Ketua tim debat LRDC, Muhammad Nawafil.

Saat itu, dia bersama anggotanya, Restu Singgih Dwi Adelia, yang juga mahasiswa di Prodi Hukum Tata Negara. Keduanya mengaku sempat minder dengan persiapan yang relatif singkat. Namun, urusan semangat, mereka tidak kendur. Baginya minder itu hal biasa ketika akan melawan di sebuah kompetisi. “Meskipun kami juara 2, masih banyak yang harus dievaluasi untuk ajang lomba selanjutnya,” aku Nawafil.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ada 15 tim dari berbagai kampus di kawasan Tapal Kuda yang beradu argumentasi hukum saat itu. Seperti Universitas Jember (Unej), Universitas Nurul Jadid (Unuja), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Situbondo, dan sejumlah kampus lainnya.

Kompetisi perdebatan dimulai dari babak penyisihan, semifinal, hingga final. Pada babak final, tim debat LRDC berhadapan dengan perwakilan tim debat dari Fakultas Hukum Universitas Jember (UNEJ). Berkat dukungan dari beberapa pihak serta optimisme, kata Nawafil, gelar juara pun bisa mereka rengkuh. “Bangga iya, tapi harus ada evaluasi, untuk kompetisi berikutnya,” tambah Adelia.

Sepekan sebelum lomba, mereka mengaku ditempa dengan serangkaian pembinaan. Ajang perlombaan debat itu juga dinilainya menjadi modal pengalaman untuk kompetisi yang paling bergengsi, yakni di tingkat nasional. “Setelah ini kami akan fokus untuk bisa memenangkan lomba debat selanjutnya. Di tingkat nasional ataupun internasional,” sambungnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lomba debat yang dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, akhir Januari kemarin, menyuguhkan sejumlah cerita menarik. Salah satunya datang dari peserta yang sukses menjuarai lomba tersebut. Yakni dari Tim Debat Law Research and Debate Community (LRDC) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember.

Dalam ajang Debate Competition Law Fair VII se-Tapal Kuda ini, utusan UIN KHAS sukses membawa pulang gelar juara 2. “Alhamdulillah, meski persiapan hanya dua hari, kami imbangi dengan usaha dan doa,” aku Ketua tim debat LRDC, Muhammad Nawafil.

Saat itu, dia bersama anggotanya, Restu Singgih Dwi Adelia, yang juga mahasiswa di Prodi Hukum Tata Negara. Keduanya mengaku sempat minder dengan persiapan yang relatif singkat. Namun, urusan semangat, mereka tidak kendur. Baginya minder itu hal biasa ketika akan melawan di sebuah kompetisi. “Meskipun kami juara 2, masih banyak yang harus dievaluasi untuk ajang lomba selanjutnya,” aku Nawafil.

Ada 15 tim dari berbagai kampus di kawasan Tapal Kuda yang beradu argumentasi hukum saat itu. Seperti Universitas Jember (Unej), Universitas Nurul Jadid (Unuja), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Situbondo, dan sejumlah kampus lainnya.

Kompetisi perdebatan dimulai dari babak penyisihan, semifinal, hingga final. Pada babak final, tim debat LRDC berhadapan dengan perwakilan tim debat dari Fakultas Hukum Universitas Jember (UNEJ). Berkat dukungan dari beberapa pihak serta optimisme, kata Nawafil, gelar juara pun bisa mereka rengkuh. “Bangga iya, tapi harus ada evaluasi, untuk kompetisi berikutnya,” tambah Adelia.

Sepekan sebelum lomba, mereka mengaku ditempa dengan serangkaian pembinaan. Ajang perlombaan debat itu juga dinilainya menjadi modal pengalaman untuk kompetisi yang paling bergengsi, yakni di tingkat nasional. “Setelah ini kami akan fokus untuk bisa memenangkan lomba debat selanjutnya. Di tingkat nasional ataupun internasional,” sambungnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lomba debat yang dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, akhir Januari kemarin, menyuguhkan sejumlah cerita menarik. Salah satunya datang dari peserta yang sukses menjuarai lomba tersebut. Yakni dari Tim Debat Law Research and Debate Community (LRDC) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember.

Dalam ajang Debate Competition Law Fair VII se-Tapal Kuda ini, utusan UIN KHAS sukses membawa pulang gelar juara 2. “Alhamdulillah, meski persiapan hanya dua hari, kami imbangi dengan usaha dan doa,” aku Ketua tim debat LRDC, Muhammad Nawafil.

Saat itu, dia bersama anggotanya, Restu Singgih Dwi Adelia, yang juga mahasiswa di Prodi Hukum Tata Negara. Keduanya mengaku sempat minder dengan persiapan yang relatif singkat. Namun, urusan semangat, mereka tidak kendur. Baginya minder itu hal biasa ketika akan melawan di sebuah kompetisi. “Meskipun kami juara 2, masih banyak yang harus dievaluasi untuk ajang lomba selanjutnya,” aku Nawafil.

Ada 15 tim dari berbagai kampus di kawasan Tapal Kuda yang beradu argumentasi hukum saat itu. Seperti Universitas Jember (Unej), Universitas Nurul Jadid (Unuja), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Situbondo, dan sejumlah kampus lainnya.

Kompetisi perdebatan dimulai dari babak penyisihan, semifinal, hingga final. Pada babak final, tim debat LRDC berhadapan dengan perwakilan tim debat dari Fakultas Hukum Universitas Jember (UNEJ). Berkat dukungan dari beberapa pihak serta optimisme, kata Nawafil, gelar juara pun bisa mereka rengkuh. “Bangga iya, tapi harus ada evaluasi, untuk kompetisi berikutnya,” tambah Adelia.

Sepekan sebelum lomba, mereka mengaku ditempa dengan serangkaian pembinaan. Ajang perlombaan debat itu juga dinilainya menjadi modal pengalaman untuk kompetisi yang paling bergengsi, yakni di tingkat nasional. “Setelah ini kami akan fokus untuk bisa memenangkan lomba debat selanjutnya. Di tingkat nasional ataupun internasional,” sambungnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/