PGRI Akui Sulit Pantau Guru yang Terlibat Politik

JANGAN BERPOLITIK: Supriyono, Ketua PGRI Jember menyerukan kepada guru anggota organisasi tersebut untuk menjaga netralitas saat pilkada.

PATRANG.RADARJEMBER.ID- September tahun ini Jember bakal menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada). Karena itu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi guru meminta semua anggota tidak melakukan kegiatan politik praktis. Seperti aksi mendukung pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati.

IKLAN

“Saya mengingatkan kembali kepada guru anggota PGRI baik itu berstatus pegawai negeri sipil (PNS) ataupun non-PNS untuk tetap menjalankan tugas sebagai pendidik memintarkan anak bangsa,” pinta Supriyono, Ketua PGRI Jember.

Namun demikian Supriyono mengaku, sulit memantau keikutsertaan guru dalam kegiatan politik praktis. Apalagi dari catatan PGRI Jember, jumlah guru di Kabupaten Jember mencapai 17 ribu orang. Mulai dari guru Paud, TK, SD, SMP, SMA maupun SMK.

“Guru harus netral sesuai PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Netral bukan berarti tidak memilih alias golput, tapi tidak memihak,” tuturnya. Lebih baik, dia menambahkan, guru menjaga jarak dengan paslon tertentu ketika menjelang Pilkada. Karena PGRI bukan organisasi politik.

Supriyono berharap, PGRI sebagai organisasi besar memberikan contoh baik kepada masyarakat untuk tampil profesional dan tidak terkontaminasi politik. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih