Masih Banyak Sekolah yang Rusak

Tahun Ini, 400 Ruang Kelas Tunggu Perbaikan 

KELAS DARURAT: Foto yang diambil akhir November 2019 ini memperlihatkan aktivitas siswa di bangunan sekolah yang atapnya rusak. Ini terjadi di SDN Jamintoro 03, Kecamatan Sumberbaru. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden ambruknya gedung sekolah yang baru selesai dibangun akhir-akhir ini masih belum ada kelanjutan. Kabarnya, sekolah-sekolah tersebut masih masuk dalam masa pemeliharaan atau tanggung jawab pihak kontraktor selama kurang lebih 365 hari atau 1 tahun setelah bangunan itu diserahterimakan.

IKLAN

Jika menengok ke belakang, pada 2019 kemarin, banyak insiden terkait bangunan di lembaga pendidikan. Bukan hanya sekolah yang kondisinya memprihatinkan, tapi juga peristiwa ambruknya atap kelas hingga bangunan. Rangkaian kejadian itu terjadi di pengujung 2019 lalu hingga awal tahun ini.

Beberapa di antaranya ada yang sampai ambruk sebelum bantuan rehab turun. Seperti SDN Selodakon 03, Kecamatan Tanggul, dan SD Negeri Curahkalong 05, Kecamatan Bangsalsari. Bahkan ada sekolah yang baru saja usai direnovasi, tapi sudah ambruk. Seperti SD Negeri Keting 02, Kecamatan Jombang. Atau yang kondisinya sudah kebanjiran dan keramiknya copot, padahal belum diserahterimakan. Seperti yang terjadi SDN Curahtakir 03, Kecamatan Tempurejo.

Kondisi tersebut menjadi anomali. Di tengah proyek renovasi yang tengah digenjot oleh pemerintah daerah, justru beberapa di antaranya berjalan tidak optimal. Padahal, proyek rehabilitasi ruang sekolah tersebut tak hanya di satu titik, namun ratusan dan tersebar di berbagai sekolah.

“Kalau 2019 kemarin, ada sekitar 490 ruang kelas yang direnovasi,” kata Edy Budi Susilo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Namun, jumlah itu menurutnya untuk berbagai pos dan jenis lembaga. Mulai dari TK, SD, hingga SMP.

Dia menyebut, jika program renovasi itu ditambahkan dari sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), maka jumlahnya lebih banyak. Total ada 550 ruang kelas yang telah direnovasi. “Itu yang 2019 kemarin,” jelasnya.

Meski telah ratusan ruang yang telah diperbaiki, namun masih banyak sekolah yang mengalami kerusakan. Bahkan, jumlahnya mencapai ratusan. Mulai rusak ringan, sedang, hingga berat. Hingga kini, ruang kelas itu menunggu perbaikan yang programnya digulirkan pada 2020 ini. “Kalau di tahun 2020 ini, perkiraan sekitar 400 ruang kelas (yang direnovasi, Red),” ungkapnya.

Kendati begitu, mantan Kepala Bappeda Jember ini tak menyebutkan pasti mengenai perincian biaya yang digelontorkan. Sebab, menurutnya, masih dalam pembahasan. Jika melihat jumlah rehabilitasi ruang kelas tersebut, antara 2019 dan 2020 memang ada penurunan, meski jumlahnya tidak signifikan.

Selain itu, Edy juga meminta sekolah-sekolah melalui operator sekolah, agar lebih rajin memperbarui data kondisi terkini sekolahnya melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sebab, data itu menjadi acuan, termasuk salah satunya untuk rehab ruang kelas tersebut. “Makanya, itu sering kami sampaikan ke kepala sekolah setiap ada rapat koordinasi. Karena itu jadi data base rehab,” tandasnya.

Reporter : Maulana

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih