alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Masih Banyak Sekolah yang Rusak

Tahun Ini, 400 Ruang Kelas Tunggu Perbaikan 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden ambruknya gedung sekolah yang baru selesai dibangun akhir-akhir ini masih belum ada kelanjutan. Kabarnya, sekolah-sekolah tersebut masih masuk dalam masa pemeliharaan atau tanggung jawab pihak kontraktor selama kurang lebih 365 hari atau 1 tahun setelah bangunan itu diserahterimakan.

Jika menengok ke belakang, pada 2019 kemarin, banyak insiden terkait bangunan di lembaga pendidikan. Bukan hanya sekolah yang kondisinya memprihatinkan, tapi juga peristiwa ambruknya atap kelas hingga bangunan. Rangkaian kejadian itu terjadi di pengujung 2019 lalu hingga awal tahun ini.

Beberapa di antaranya ada yang sampai ambruk sebelum bantuan rehab turun. Seperti SDN Selodakon 03, Kecamatan Tanggul, dan SD Negeri Curahkalong 05, Kecamatan Bangsalsari. Bahkan ada sekolah yang baru saja usai direnovasi, tapi sudah ambruk. Seperti SD Negeri Keting 02, Kecamatan Jombang. Atau yang kondisinya sudah kebanjiran dan keramiknya copot, padahal belum diserahterimakan. Seperti yang terjadi SDN Curahtakir 03, Kecamatan Tempurejo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi tersebut menjadi anomali. Di tengah proyek renovasi yang tengah digenjot oleh pemerintah daerah, justru beberapa di antaranya berjalan tidak optimal. Padahal, proyek rehabilitasi ruang sekolah tersebut tak hanya di satu titik, namun ratusan dan tersebar di berbagai sekolah.

“Kalau 2019 kemarin, ada sekitar 490 ruang kelas yang direnovasi,” kata Edy Budi Susilo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Namun, jumlah itu menurutnya untuk berbagai pos dan jenis lembaga. Mulai dari TK, SD, hingga SMP.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden ambruknya gedung sekolah yang baru selesai dibangun akhir-akhir ini masih belum ada kelanjutan. Kabarnya, sekolah-sekolah tersebut masih masuk dalam masa pemeliharaan atau tanggung jawab pihak kontraktor selama kurang lebih 365 hari atau 1 tahun setelah bangunan itu diserahterimakan.

Jika menengok ke belakang, pada 2019 kemarin, banyak insiden terkait bangunan di lembaga pendidikan. Bukan hanya sekolah yang kondisinya memprihatinkan, tapi juga peristiwa ambruknya atap kelas hingga bangunan. Rangkaian kejadian itu terjadi di pengujung 2019 lalu hingga awal tahun ini.

Beberapa di antaranya ada yang sampai ambruk sebelum bantuan rehab turun. Seperti SDN Selodakon 03, Kecamatan Tanggul, dan SD Negeri Curahkalong 05, Kecamatan Bangsalsari. Bahkan ada sekolah yang baru saja usai direnovasi, tapi sudah ambruk. Seperti SD Negeri Keting 02, Kecamatan Jombang. Atau yang kondisinya sudah kebanjiran dan keramiknya copot, padahal belum diserahterimakan. Seperti yang terjadi SDN Curahtakir 03, Kecamatan Tempurejo.

Kondisi tersebut menjadi anomali. Di tengah proyek renovasi yang tengah digenjot oleh pemerintah daerah, justru beberapa di antaranya berjalan tidak optimal. Padahal, proyek rehabilitasi ruang sekolah tersebut tak hanya di satu titik, namun ratusan dan tersebar di berbagai sekolah.

“Kalau 2019 kemarin, ada sekitar 490 ruang kelas yang direnovasi,” kata Edy Budi Susilo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Namun, jumlah itu menurutnya untuk berbagai pos dan jenis lembaga. Mulai dari TK, SD, hingga SMP.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden ambruknya gedung sekolah yang baru selesai dibangun akhir-akhir ini masih belum ada kelanjutan. Kabarnya, sekolah-sekolah tersebut masih masuk dalam masa pemeliharaan atau tanggung jawab pihak kontraktor selama kurang lebih 365 hari atau 1 tahun setelah bangunan itu diserahterimakan.

Jika menengok ke belakang, pada 2019 kemarin, banyak insiden terkait bangunan di lembaga pendidikan. Bukan hanya sekolah yang kondisinya memprihatinkan, tapi juga peristiwa ambruknya atap kelas hingga bangunan. Rangkaian kejadian itu terjadi di pengujung 2019 lalu hingga awal tahun ini.

Beberapa di antaranya ada yang sampai ambruk sebelum bantuan rehab turun. Seperti SDN Selodakon 03, Kecamatan Tanggul, dan SD Negeri Curahkalong 05, Kecamatan Bangsalsari. Bahkan ada sekolah yang baru saja usai direnovasi, tapi sudah ambruk. Seperti SD Negeri Keting 02, Kecamatan Jombang. Atau yang kondisinya sudah kebanjiran dan keramiknya copot, padahal belum diserahterimakan. Seperti yang terjadi SDN Curahtakir 03, Kecamatan Tempurejo.

Kondisi tersebut menjadi anomali. Di tengah proyek renovasi yang tengah digenjot oleh pemerintah daerah, justru beberapa di antaranya berjalan tidak optimal. Padahal, proyek rehabilitasi ruang sekolah tersebut tak hanya di satu titik, namun ratusan dan tersebar di berbagai sekolah.

“Kalau 2019 kemarin, ada sekitar 490 ruang kelas yang direnovasi,” kata Edy Budi Susilo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Namun, jumlah itu menurutnya untuk berbagai pos dan jenis lembaga. Mulai dari TK, SD, hingga SMP.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/