alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Raih Peringkat 4 Politeknik Terbaik, Sekaligus 100 PT Terbaik Se-Indonesia

Prestasi Polije Bidang Keterbukaan Informasi dan Publikasi Ilmu Pengetahuan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DIREKTUR Polije Saiful Anwar menyampaikan pidatonya menyusul torehan prestasi tersebut. Melalui siaran video, dia berharap Polije dapat mempertahankan serta meningkatkan prestasi yang telah diraih. Agar dapat mewujudkan visi menjadi politeknik unggul di Asia pada 2035 mendatang.

Kemarin (3/8), Jawa Pos Radar Jember mengunjungi kampus politeknik terbaik keempat se-Indonesia tersebut. Suasana ketat pemberlakuan protokol kesehatan (prokes) tetap diterapkan. Mulai dari pengecekan suhu tubuh sebelum masuk gedung utama, hingga penyediaan beberapa fasilitas cuci tangan dengan sistem otomatis. Karenanya, pengunjung yang datang dan akan membasuh tangan tidak perlu membuka dan menutup keran. Cukup menyodorkan lengan di bawah keran, maka air akan keluar secara otomatis.

Wakil Direktur III Polije Bidang Kemahasiswaan Wahyu Kurnia mengajak untuk melihat lebih dekat bagaimana sistem penyimpanan data ilmiah Polije yang juga dipublikasikan ke khalayak. Ada sebuah ruangan khusus yang disebut pusat data atau server. Dari peranti inilah semua hasil karya civitas academica disimpan. Kemudian, dipublikasikan agar bisa diakses oleh publik atau pihak eksternal yang berkepentingan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, pada Juli 2021 kemarin, Webometrics merilis hasil pemeringkatan perguruan tinggi negeri. Hasilnya, Polije mendapat peringkat cukup mentereng. “Tahun ini kami peringkat empat besar dari 40 politeknik negeri se-Indonesia, serta masuk 100 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia di Webometrics,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Webometrics ialah alat yang digunakan untuk mengukur kinerja publikasi yang ada di perguruan tinggi. Parameternya tidak hanya terkait kunjungan yang didapatkan atau hasil dari browsing eksternal maupun keindahan desain. Namun, lebih pada perluasan atau kriteria keterbukaan akses. Artinya, bagaimana Polije memberikan informasi seluas-luasnya kepada seluruh khalayak, baik nasional maupun internasional.

Wahyu menambahkan, untuk pengukuran Webometrics terdapat tiga indikator. Pertama, visibility impact atau bagaimana informasi yang didapatkan itu diakses ataupun ada backing dari eksternal. Indikator kedua yaitu openness atau keterbukaan, dan yang ketiga adalah excellent atau keunggulan.

Menurut dia, dalam indikator tersebut, persentase yang besar adalah visibility impact. Artinya, bagaimana keterbukaan informasi yang dimiliki Polije itu bisa diakses oleh pihak eksternal. Sedangkan yang kedua adalah openness, meliputi jumlah file ataupun data yang berupa PPT, PDF, atau JPG yang bisa diakses dari luar. “Itu termasuk juga hasil-hasil penelitian,” sambungnya.

Oleh karenanya, lanjutnya, pengakuan ini menunjukkan bahwa informasi yang dihasilkan atau yang disediakan Polije kepada masyarakat luas benar-benar diakses oleh para pemangku kepentingan yang membutuhkan, untuk selanjutnya bisa bermanfaat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DIREKTUR Polije Saiful Anwar menyampaikan pidatonya menyusul torehan prestasi tersebut. Melalui siaran video, dia berharap Polije dapat mempertahankan serta meningkatkan prestasi yang telah diraih. Agar dapat mewujudkan visi menjadi politeknik unggul di Asia pada 2035 mendatang.

Kemarin (3/8), Jawa Pos Radar Jember mengunjungi kampus politeknik terbaik keempat se-Indonesia tersebut. Suasana ketat pemberlakuan protokol kesehatan (prokes) tetap diterapkan. Mulai dari pengecekan suhu tubuh sebelum masuk gedung utama, hingga penyediaan beberapa fasilitas cuci tangan dengan sistem otomatis. Karenanya, pengunjung yang datang dan akan membasuh tangan tidak perlu membuka dan menutup keran. Cukup menyodorkan lengan di bawah keran, maka air akan keluar secara otomatis.

Wakil Direktur III Polije Bidang Kemahasiswaan Wahyu Kurnia mengajak untuk melihat lebih dekat bagaimana sistem penyimpanan data ilmiah Polije yang juga dipublikasikan ke khalayak. Ada sebuah ruangan khusus yang disebut pusat data atau server. Dari peranti inilah semua hasil karya civitas academica disimpan. Kemudian, dipublikasikan agar bisa diakses oleh publik atau pihak eksternal yang berkepentingan.

Menurutnya, pada Juli 2021 kemarin, Webometrics merilis hasil pemeringkatan perguruan tinggi negeri. Hasilnya, Polije mendapat peringkat cukup mentereng. “Tahun ini kami peringkat empat besar dari 40 politeknik negeri se-Indonesia, serta masuk 100 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia di Webometrics,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Webometrics ialah alat yang digunakan untuk mengukur kinerja publikasi yang ada di perguruan tinggi. Parameternya tidak hanya terkait kunjungan yang didapatkan atau hasil dari browsing eksternal maupun keindahan desain. Namun, lebih pada perluasan atau kriteria keterbukaan akses. Artinya, bagaimana Polije memberikan informasi seluas-luasnya kepada seluruh khalayak, baik nasional maupun internasional.

Wahyu menambahkan, untuk pengukuran Webometrics terdapat tiga indikator. Pertama, visibility impact atau bagaimana informasi yang didapatkan itu diakses ataupun ada backing dari eksternal. Indikator kedua yaitu openness atau keterbukaan, dan yang ketiga adalah excellent atau keunggulan.

Menurut dia, dalam indikator tersebut, persentase yang besar adalah visibility impact. Artinya, bagaimana keterbukaan informasi yang dimiliki Polije itu bisa diakses oleh pihak eksternal. Sedangkan yang kedua adalah openness, meliputi jumlah file ataupun data yang berupa PPT, PDF, atau JPG yang bisa diakses dari luar. “Itu termasuk juga hasil-hasil penelitian,” sambungnya.

Oleh karenanya, lanjutnya, pengakuan ini menunjukkan bahwa informasi yang dihasilkan atau yang disediakan Polije kepada masyarakat luas benar-benar diakses oleh para pemangku kepentingan yang membutuhkan, untuk selanjutnya bisa bermanfaat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DIREKTUR Polije Saiful Anwar menyampaikan pidatonya menyusul torehan prestasi tersebut. Melalui siaran video, dia berharap Polije dapat mempertahankan serta meningkatkan prestasi yang telah diraih. Agar dapat mewujudkan visi menjadi politeknik unggul di Asia pada 2035 mendatang.

Kemarin (3/8), Jawa Pos Radar Jember mengunjungi kampus politeknik terbaik keempat se-Indonesia tersebut. Suasana ketat pemberlakuan protokol kesehatan (prokes) tetap diterapkan. Mulai dari pengecekan suhu tubuh sebelum masuk gedung utama, hingga penyediaan beberapa fasilitas cuci tangan dengan sistem otomatis. Karenanya, pengunjung yang datang dan akan membasuh tangan tidak perlu membuka dan menutup keran. Cukup menyodorkan lengan di bawah keran, maka air akan keluar secara otomatis.

Wakil Direktur III Polije Bidang Kemahasiswaan Wahyu Kurnia mengajak untuk melihat lebih dekat bagaimana sistem penyimpanan data ilmiah Polije yang juga dipublikasikan ke khalayak. Ada sebuah ruangan khusus yang disebut pusat data atau server. Dari peranti inilah semua hasil karya civitas academica disimpan. Kemudian, dipublikasikan agar bisa diakses oleh publik atau pihak eksternal yang berkepentingan.

Menurutnya, pada Juli 2021 kemarin, Webometrics merilis hasil pemeringkatan perguruan tinggi negeri. Hasilnya, Polije mendapat peringkat cukup mentereng. “Tahun ini kami peringkat empat besar dari 40 politeknik negeri se-Indonesia, serta masuk 100 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia di Webometrics,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Webometrics ialah alat yang digunakan untuk mengukur kinerja publikasi yang ada di perguruan tinggi. Parameternya tidak hanya terkait kunjungan yang didapatkan atau hasil dari browsing eksternal maupun keindahan desain. Namun, lebih pada perluasan atau kriteria keterbukaan akses. Artinya, bagaimana Polije memberikan informasi seluas-luasnya kepada seluruh khalayak, baik nasional maupun internasional.

Wahyu menambahkan, untuk pengukuran Webometrics terdapat tiga indikator. Pertama, visibility impact atau bagaimana informasi yang didapatkan itu diakses ataupun ada backing dari eksternal. Indikator kedua yaitu openness atau keterbukaan, dan yang ketiga adalah excellent atau keunggulan.

Menurut dia, dalam indikator tersebut, persentase yang besar adalah visibility impact. Artinya, bagaimana keterbukaan informasi yang dimiliki Polije itu bisa diakses oleh pihak eksternal. Sedangkan yang kedua adalah openness, meliputi jumlah file ataupun data yang berupa PPT, PDF, atau JPG yang bisa diakses dari luar. “Itu termasuk juga hasil-hasil penelitian,” sambungnya.

Oleh karenanya, lanjutnya, pengakuan ini menunjukkan bahwa informasi yang dihasilkan atau yang disediakan Polije kepada masyarakat luas benar-benar diakses oleh para pemangku kepentingan yang membutuhkan, untuk selanjutnya bisa bermanfaat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/