alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

PUTAR OTAK: PTM Berkedok Belajar Komunitas?

Tidak Wajib, namun Digelar di Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBESAR, RADARJEMBER.ID – Anggapan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember mengenai adanya pembelajaran tatap muka (PTM) pada sejumlah sekolah di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu mulai terkuak. Di sejumlah madrasah, diketahui terdapat aktivitas PTM, meski tak diikuti seluruh peserta didik.

Salah satunya di MTs Negeri 1 Jember. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, pembelajaran matematika yang mengatasnamakan belajar komunitas itu diikuti oleh 11 siswa dari 31 siswa yang ada di kelas 9. Mereka yang tidak hadir lantaran banyak sebab. Di antaranya belum mendapatkan izin orang tua, sedang dalam kondisi sakit, dan lain-lain.

Pembelajaran yang berlangsung di aula ini sifatnya tidak wajib. Hanya siswa yang telah memenuhi syarat saja yang dapat mengikuti kelas. Para siswa pun tampak duduk berjarak. Mereka taat prokes dengan patuh menggunakan masker.

Mobile_AP_Rectangle 2

Informasi mengenai kegiatan ini beredar melalui aplikasi perpesanan instan, yang mengumumkan adanya pembelajaran tatap muka terbatas. Pembelajaran ini dilakukan oleh siswa kelas akhir yang tergabung dalam komunitas We Love Math. Durasi pembelajarannya yaitu 1,5 jam. Dimulai dari pukul 09.00-10.30 WIB.

Dalam pesan tersebut juga diterangkan bahwa siswa yang dapat mengikuti pembelajaran adalah siswa yang diperbolehkan oleh wali murid. Para siswa disyaratkan untuk memakai baju muslim bebas.

Kejadian ini memperkuat anggapan Dinas Pendidikan bahwa masih banyak sekolah di bawah Kementerian Agama yang memaksakan diri untuk tatap muka dengan berbagai cara. Padahal aturannya, hingga saat ini pemerintah masih belum memberi lampu hijau untuk PTM di sekolah. Dinas Pendidikan pun wadul ke DPRD, beberapa waktu lalu. Sebab, hal ini berimbas pada penyusutan jumlah siswa pada sekolah di bawah Dinas Pendidikan.

Ketika dikonfirmasi, Kasi Pendidikan Kemenag Jember Edy Sucipto mengungkapkan bahwa pihaknya dengan tegas melarang adanya PTM dengan alasan apa pun. Dia mengungkapkan bahwa aturan ini sudah diketahui oleh semua kepala madrasah. “Saya sering mengingatkan kepada semua pengawas, tolong kepada pembinaannya dipantau. Jangan sampai ada pembelajaran tatap muka. Karena konsekuensi hukumnya adalah pidana. Apa pun alasannya,” jelas Edy, Selasa (3/8) kemarin.

- Advertisement -

TEGALBESAR, RADARJEMBER.ID – Anggapan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember mengenai adanya pembelajaran tatap muka (PTM) pada sejumlah sekolah di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu mulai terkuak. Di sejumlah madrasah, diketahui terdapat aktivitas PTM, meski tak diikuti seluruh peserta didik.

Salah satunya di MTs Negeri 1 Jember. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, pembelajaran matematika yang mengatasnamakan belajar komunitas itu diikuti oleh 11 siswa dari 31 siswa yang ada di kelas 9. Mereka yang tidak hadir lantaran banyak sebab. Di antaranya belum mendapatkan izin orang tua, sedang dalam kondisi sakit, dan lain-lain.

Pembelajaran yang berlangsung di aula ini sifatnya tidak wajib. Hanya siswa yang telah memenuhi syarat saja yang dapat mengikuti kelas. Para siswa pun tampak duduk berjarak. Mereka taat prokes dengan patuh menggunakan masker.

Informasi mengenai kegiatan ini beredar melalui aplikasi perpesanan instan, yang mengumumkan adanya pembelajaran tatap muka terbatas. Pembelajaran ini dilakukan oleh siswa kelas akhir yang tergabung dalam komunitas We Love Math. Durasi pembelajarannya yaitu 1,5 jam. Dimulai dari pukul 09.00-10.30 WIB.

Dalam pesan tersebut juga diterangkan bahwa siswa yang dapat mengikuti pembelajaran adalah siswa yang diperbolehkan oleh wali murid. Para siswa disyaratkan untuk memakai baju muslim bebas.

Kejadian ini memperkuat anggapan Dinas Pendidikan bahwa masih banyak sekolah di bawah Kementerian Agama yang memaksakan diri untuk tatap muka dengan berbagai cara. Padahal aturannya, hingga saat ini pemerintah masih belum memberi lampu hijau untuk PTM di sekolah. Dinas Pendidikan pun wadul ke DPRD, beberapa waktu lalu. Sebab, hal ini berimbas pada penyusutan jumlah siswa pada sekolah di bawah Dinas Pendidikan.

Ketika dikonfirmasi, Kasi Pendidikan Kemenag Jember Edy Sucipto mengungkapkan bahwa pihaknya dengan tegas melarang adanya PTM dengan alasan apa pun. Dia mengungkapkan bahwa aturan ini sudah diketahui oleh semua kepala madrasah. “Saya sering mengingatkan kepada semua pengawas, tolong kepada pembinaannya dipantau. Jangan sampai ada pembelajaran tatap muka. Karena konsekuensi hukumnya adalah pidana. Apa pun alasannya,” jelas Edy, Selasa (3/8) kemarin.

TEGALBESAR, RADARJEMBER.ID – Anggapan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember mengenai adanya pembelajaran tatap muka (PTM) pada sejumlah sekolah di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu mulai terkuak. Di sejumlah madrasah, diketahui terdapat aktivitas PTM, meski tak diikuti seluruh peserta didik.

Salah satunya di MTs Negeri 1 Jember. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, pembelajaran matematika yang mengatasnamakan belajar komunitas itu diikuti oleh 11 siswa dari 31 siswa yang ada di kelas 9. Mereka yang tidak hadir lantaran banyak sebab. Di antaranya belum mendapatkan izin orang tua, sedang dalam kondisi sakit, dan lain-lain.

Pembelajaran yang berlangsung di aula ini sifatnya tidak wajib. Hanya siswa yang telah memenuhi syarat saja yang dapat mengikuti kelas. Para siswa pun tampak duduk berjarak. Mereka taat prokes dengan patuh menggunakan masker.

Informasi mengenai kegiatan ini beredar melalui aplikasi perpesanan instan, yang mengumumkan adanya pembelajaran tatap muka terbatas. Pembelajaran ini dilakukan oleh siswa kelas akhir yang tergabung dalam komunitas We Love Math. Durasi pembelajarannya yaitu 1,5 jam. Dimulai dari pukul 09.00-10.30 WIB.

Dalam pesan tersebut juga diterangkan bahwa siswa yang dapat mengikuti pembelajaran adalah siswa yang diperbolehkan oleh wali murid. Para siswa disyaratkan untuk memakai baju muslim bebas.

Kejadian ini memperkuat anggapan Dinas Pendidikan bahwa masih banyak sekolah di bawah Kementerian Agama yang memaksakan diri untuk tatap muka dengan berbagai cara. Padahal aturannya, hingga saat ini pemerintah masih belum memberi lampu hijau untuk PTM di sekolah. Dinas Pendidikan pun wadul ke DPRD, beberapa waktu lalu. Sebab, hal ini berimbas pada penyusutan jumlah siswa pada sekolah di bawah Dinas Pendidikan.

Ketika dikonfirmasi, Kasi Pendidikan Kemenag Jember Edy Sucipto mengungkapkan bahwa pihaknya dengan tegas melarang adanya PTM dengan alasan apa pun. Dia mengungkapkan bahwa aturan ini sudah diketahui oleh semua kepala madrasah. “Saya sering mengingatkan kepada semua pengawas, tolong kepada pembinaannya dipantau. Jangan sampai ada pembelajaran tatap muka. Karena konsekuensi hukumnya adalah pidana. Apa pun alasannya,” jelas Edy, Selasa (3/8) kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/