alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Server PPDB Eror Bikin Calon Murid Tidak Bisa Mendaftar

Mobile_AP_Rectangle 1

WONOGIRI-RADARJEMBER.ID – Sejumlah calon murid baru dari Kecamatan Puhpelem tak bisa mendaftar di SMKN 1 Puhpelem lewat jalur domisili. Itu disebabkan server penerimaan peserta didik baru (PPDB) error. Akibatnya, alamat domisili terbaca lebih jauh dari lokasi sebenarnya.

BACA JUGA : Tak Lagi Bergantung Orangtua Berkat Menabung

Didampingi orang tuanya, para murid yang mengalami kendala tersebut mendatangi SMKN 1 Puhpelem untuk mendapatkan solusi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Muhammad Eko Setiyono, pendamping orang tua siswa mengatakan, permasalahan itu muncul saat pendaftar memasukan alamat domisili di titik yang tepat. Namun, pada saat melakukan konfirmasi ulang, titik domisili bergeser. “Ada yang geser ke kecamatan lain, bahkan ada yang ke Jakarta. Padahal itu anak asli Puhpelem,” ujarnya, Kamis (30/6).

Keterangan dari panitia PPDB SMKN 1 Puhpelem, terjadi error padar server PPDB dan tidak bisa diperbaiki sekolah. Harus lewat Provinsi Jateng.

Dwiningsih, orang tua murid yang terdampak server PPDB error menjelaskan, dia berdomisili di Gedangan, Desa Puhpelem. Namun saat konfirmasi ulang alamat domisili, melenceng ke Kecamatan Sidoharjo.

“Akhirnya mendaftar lewat jalur prestasi. Tidak bisa daftar jalur zonasi (domisili,red). Tadi ada sekitar lima orang yang nasibnya sama,” katanya.

Persaingan jalur prestasi yang cukup ketat membuat Dwiningsih ketir-ketir buahnya terpental dari SMKN 1 Puhpelem. Sekolah setempat menyarankan agar Dwiningsih mendaftar ke SMA N 1 Purwantoro. Tapi dia keberatan.

“Kalau sekolahnya dekat kan bisa ngirit (biaya). Wong ada sekolah yang dekat, kok harus yang jauh. Anaknya juga ingin masuk SMKN 1 Puhpelem. Pilihannya Jurusan Pemasaran,” tandasnya Dwiningsih.

- Advertisement -

WONOGIRI-RADARJEMBER.ID – Sejumlah calon murid baru dari Kecamatan Puhpelem tak bisa mendaftar di SMKN 1 Puhpelem lewat jalur domisili. Itu disebabkan server penerimaan peserta didik baru (PPDB) error. Akibatnya, alamat domisili terbaca lebih jauh dari lokasi sebenarnya.

BACA JUGA : Tak Lagi Bergantung Orangtua Berkat Menabung

Didampingi orang tuanya, para murid yang mengalami kendala tersebut mendatangi SMKN 1 Puhpelem untuk mendapatkan solusi.

Muhammad Eko Setiyono, pendamping orang tua siswa mengatakan, permasalahan itu muncul saat pendaftar memasukan alamat domisili di titik yang tepat. Namun, pada saat melakukan konfirmasi ulang, titik domisili bergeser. “Ada yang geser ke kecamatan lain, bahkan ada yang ke Jakarta. Padahal itu anak asli Puhpelem,” ujarnya, Kamis (30/6).

Keterangan dari panitia PPDB SMKN 1 Puhpelem, terjadi error padar server PPDB dan tidak bisa diperbaiki sekolah. Harus lewat Provinsi Jateng.

Dwiningsih, orang tua murid yang terdampak server PPDB error menjelaskan, dia berdomisili di Gedangan, Desa Puhpelem. Namun saat konfirmasi ulang alamat domisili, melenceng ke Kecamatan Sidoharjo.

“Akhirnya mendaftar lewat jalur prestasi. Tidak bisa daftar jalur zonasi (domisili,red). Tadi ada sekitar lima orang yang nasibnya sama,” katanya.

Persaingan jalur prestasi yang cukup ketat membuat Dwiningsih ketir-ketir buahnya terpental dari SMKN 1 Puhpelem. Sekolah setempat menyarankan agar Dwiningsih mendaftar ke SMA N 1 Purwantoro. Tapi dia keberatan.

“Kalau sekolahnya dekat kan bisa ngirit (biaya). Wong ada sekolah yang dekat, kok harus yang jauh. Anaknya juga ingin masuk SMKN 1 Puhpelem. Pilihannya Jurusan Pemasaran,” tandasnya Dwiningsih.

WONOGIRI-RADARJEMBER.ID – Sejumlah calon murid baru dari Kecamatan Puhpelem tak bisa mendaftar di SMKN 1 Puhpelem lewat jalur domisili. Itu disebabkan server penerimaan peserta didik baru (PPDB) error. Akibatnya, alamat domisili terbaca lebih jauh dari lokasi sebenarnya.

BACA JUGA : Tak Lagi Bergantung Orangtua Berkat Menabung

Didampingi orang tuanya, para murid yang mengalami kendala tersebut mendatangi SMKN 1 Puhpelem untuk mendapatkan solusi.

Muhammad Eko Setiyono, pendamping orang tua siswa mengatakan, permasalahan itu muncul saat pendaftar memasukan alamat domisili di titik yang tepat. Namun, pada saat melakukan konfirmasi ulang, titik domisili bergeser. “Ada yang geser ke kecamatan lain, bahkan ada yang ke Jakarta. Padahal itu anak asli Puhpelem,” ujarnya, Kamis (30/6).

Keterangan dari panitia PPDB SMKN 1 Puhpelem, terjadi error padar server PPDB dan tidak bisa diperbaiki sekolah. Harus lewat Provinsi Jateng.

Dwiningsih, orang tua murid yang terdampak server PPDB error menjelaskan, dia berdomisili di Gedangan, Desa Puhpelem. Namun saat konfirmasi ulang alamat domisili, melenceng ke Kecamatan Sidoharjo.

“Akhirnya mendaftar lewat jalur prestasi. Tidak bisa daftar jalur zonasi (domisili,red). Tadi ada sekitar lima orang yang nasibnya sama,” katanya.

Persaingan jalur prestasi yang cukup ketat membuat Dwiningsih ketir-ketir buahnya terpental dari SMKN 1 Puhpelem. Sekolah setempat menyarankan agar Dwiningsih mendaftar ke SMA N 1 Purwantoro. Tapi dia keberatan.

“Kalau sekolahnya dekat kan bisa ngirit (biaya). Wong ada sekolah yang dekat, kok harus yang jauh. Anaknya juga ingin masuk SMKN 1 Puhpelem. Pilihannya Jurusan Pemasaran,” tandasnya Dwiningsih.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/