alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Santri Boleh Mudik, Tracing Diperketat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Larangan mudik telah digaungkan pemerintah untuk menekan persebaran Covid-19. Baik pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah. Hal tersebut sejurus dengan larangan Lebaran sebelumnya, mengingat pandemi Covid-19 masih ada di Kabupaten Jember.

Namun, berlainan dengan itu, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengizinkan para santri untuk mudik. Pihaknya memberikan dispensasi dengan mengizinkan para santri pondok pesantren di Jatim mudik saat Lebaran. Menurut mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut, para santri itu memang harus dipulangkan. Sebab, sudah tak ada lagi kegiatan di pesantren lantaran memasuki masa libur Lebaran Idul Fitri.

Lalu, apakah itu memungkinkan, mengingat pandemi Covid-19 di luar Kabupaten Jember juga masih eksis? Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, Kabupaten Banyuwangi menjadi kabupaten Sekarkijang yang memiliki jumlah pasien paling banyak. Yakni sebanyak 135 pasien. Sementara itu, hal serupa juga terjadi di kabupaten lain. Yakni, Kabupaten Lumajang (6), Probolinggo (12), Bondowoso (6), dan Kabupaten Situbondo (6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak tertutup kemungkinan, para santri yang berasal dari keenam kabupaten itu bisa menjadi penyumbang kasus korona di lingkungan ponpes. Belum lagi, kasus tingkat nasional juga terus berkembang.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya juga bakal mengikuti arahan pemerintah pusat dan provinsi dengan memberikan izin supaya para santri di Kabupaten Jember bisa mudik.

“Tentu, kami akan kawal terus. Yakni, dengan melakukan tracing para santri tersebut,” jelas Hendy. Artinya, setibanya para santri tersebut di Kota Suwar-Suwir, pihaknya bakal melakukan pengecekan kesehatan seperti tahun sebelumnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Larangan mudik telah digaungkan pemerintah untuk menekan persebaran Covid-19. Baik pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah. Hal tersebut sejurus dengan larangan Lebaran sebelumnya, mengingat pandemi Covid-19 masih ada di Kabupaten Jember.

Namun, berlainan dengan itu, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengizinkan para santri untuk mudik. Pihaknya memberikan dispensasi dengan mengizinkan para santri pondok pesantren di Jatim mudik saat Lebaran. Menurut mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut, para santri itu memang harus dipulangkan. Sebab, sudah tak ada lagi kegiatan di pesantren lantaran memasuki masa libur Lebaran Idul Fitri.

Lalu, apakah itu memungkinkan, mengingat pandemi Covid-19 di luar Kabupaten Jember juga masih eksis? Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, Kabupaten Banyuwangi menjadi kabupaten Sekarkijang yang memiliki jumlah pasien paling banyak. Yakni sebanyak 135 pasien. Sementara itu, hal serupa juga terjadi di kabupaten lain. Yakni, Kabupaten Lumajang (6), Probolinggo (12), Bondowoso (6), dan Kabupaten Situbondo (6).

Tidak tertutup kemungkinan, para santri yang berasal dari keenam kabupaten itu bisa menjadi penyumbang kasus korona di lingkungan ponpes. Belum lagi, kasus tingkat nasional juga terus berkembang.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya juga bakal mengikuti arahan pemerintah pusat dan provinsi dengan memberikan izin supaya para santri di Kabupaten Jember bisa mudik.

“Tentu, kami akan kawal terus. Yakni, dengan melakukan tracing para santri tersebut,” jelas Hendy. Artinya, setibanya para santri tersebut di Kota Suwar-Suwir, pihaknya bakal melakukan pengecekan kesehatan seperti tahun sebelumnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Larangan mudik telah digaungkan pemerintah untuk menekan persebaran Covid-19. Baik pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah. Hal tersebut sejurus dengan larangan Lebaran sebelumnya, mengingat pandemi Covid-19 masih ada di Kabupaten Jember.

Namun, berlainan dengan itu, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengizinkan para santri untuk mudik. Pihaknya memberikan dispensasi dengan mengizinkan para santri pondok pesantren di Jatim mudik saat Lebaran. Menurut mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut, para santri itu memang harus dipulangkan. Sebab, sudah tak ada lagi kegiatan di pesantren lantaran memasuki masa libur Lebaran Idul Fitri.

Lalu, apakah itu memungkinkan, mengingat pandemi Covid-19 di luar Kabupaten Jember juga masih eksis? Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, Kabupaten Banyuwangi menjadi kabupaten Sekarkijang yang memiliki jumlah pasien paling banyak. Yakni sebanyak 135 pasien. Sementara itu, hal serupa juga terjadi di kabupaten lain. Yakni, Kabupaten Lumajang (6), Probolinggo (12), Bondowoso (6), dan Kabupaten Situbondo (6).

Tidak tertutup kemungkinan, para santri yang berasal dari keenam kabupaten itu bisa menjadi penyumbang kasus korona di lingkungan ponpes. Belum lagi, kasus tingkat nasional juga terus berkembang.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya juga bakal mengikuti arahan pemerintah pusat dan provinsi dengan memberikan izin supaya para santri di Kabupaten Jember bisa mudik.

“Tentu, kami akan kawal terus. Yakni, dengan melakukan tracing para santri tersebut,” jelas Hendy. Artinya, setibanya para santri tersebut di Kota Suwar-Suwir, pihaknya bakal melakukan pengecekan kesehatan seperti tahun sebelumnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/