Kenakalan Remaja Akibat Kurang Perhatian

NUR HARIRI/RADAR JEMBER BIMBINGAN ROHANI: Siswa SMPN 7 Jember rutin diberi bimbingan agama di musala setempat, untuk mendidik mental spiritual seluruh murid.

RADARJEMBER.ID – Kenakalan remaja bisa dialami oleh siapa saja. Kenakalan tersebut dapat dilihat saat mereka berada di lingkungan rumahnya serta di sekolah-sekolah. Nah, ada sejumlah faktor yang membuat remaja menjadi nakal.

IKLAN

Kepala SMPN 7 Jember Syaiful Bahri menguraikan, kenakalan remaja pada mulanya tidak lepas dari lingkungan keluarga. “Anak seumuran SMP adalah anak yang masih lugu. Maka, perlu perhatian terhadap anak. Jangan sampai di rumahnya mereka kurang perhatian dari orang tua atau keluarganya,” katanya.

Apabila di lingkungan keluarga anak-anak mendapat perhatian yang baik, maka saat menginjak usia remaja mereka juga akan baik. “Akibat dari kurangnya perhatian yaitu anak bisa salah pergaulan, ini yang berbahaya,” tegasnya.

Syaiful membeber, banyak anak sekolah setingkat SMP yang nakal. Bahkan, ada pula anak yang ikut pergaulan anak punk, sehingga mereka sering membolos sekolah. Oleh karena itu, apabila ada siswa nakal, jangan sampai ditutupi, tetapi dibimbing dengan dicarikan solusi.

“Kalau di luar sekolah, saya tidak tau pasti. Tetapi saat di sekolah saya tahu betul. Biasanya ada anak yang suka mengantuk, berarti pada malam harinya dia tidak tidur. Maka perlu bimbingan yang baik,” ungkapnya.

Apabila di sekolahnya ditemukan anak yang nakal, maka dia menakar tingkat kenakalannya untuk diproses lebih lanjut. “Di sekolah, anak yang tidak masuk dua hari langsung kita panggil orang tuanya. Kita beri tahu, agar di rumah para orang tua ikut membimbing. Sekolah itu hanya dalam kapasitas membantu,” jelasnya.

Untuk mengurangi agar siswa tidak nakal, pihaknya menerapkan pelajaran agama di musala. “Ini sebagai bagian dari pendekatan agar siswa memiliki sikap yang baik. Jadi, kami tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membantu membentuk karakter anak agar tidak menjadi anak yang nakal,” pungkas Syaiful.

Reporter & Fotografer : Nur Hariri
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :