alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Beri Pengumuman Daring, Cegah Siswa Konvoi

Mobile_AP_Rectangle 1

SEMBORO, Radar Jember – Kelulusan siswa yang ditandai dengan konvoi dan corat-coret baju menjadi salah satu tradisi yang bersifat negatif. Oleh karena itu, sosialisasi dan imbauan terus digencarkan masing-masing sekolah. Berkenaan dengan diumumkannya kelulusan siswa kelas XII sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri maupun swasta pada 4 Juni mendatang, beberapa sekolah sudah melakukan persiapan antisipasi untuk mencegah konvoi dan corat-coret di jalanan. Dengan imbauan hingga pemberian sanksi dan pemanggilan orang tua.

BACA JUGA : Sinergi Mengabdi kepada Masyarakat

Salah satunya disampaikan Kepala SMK PGRI 3 Tanggul Prasetiyo Andoko, sehubungan dengan kelulusan siswa kelas XII tingkat SMK pada Sabtu, 4 Juni besok, pihak sekolah sudah melakukan berbagai persiapan untuk menghindari kegiatan yang mengarah pada hal negatif. “Kami beberapa waktu yang lalu sudah menerima imbauan dari cabang dinas agar memberikan imbauan sekaligus sanksi bagi siswa yang melakukan konvoi,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti tradisi yang berlaku pada setiap tahunnya, banyak siswa kelas XII yang melakukan konvoi hingga corat-coret seragam di jalanan. Hal tersebut dirasa mengganggu dan banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Selain itu, dirinya juga sudah memberikan imbauan secara tertulis kepada orang tua atau wali murid agar anak-anaknya tidak melakukan kegiatan konvoi dan corat-coret. “Kami sudah berkirim surat kepada mereka agar melarang anaknya melakukan kegiatan tersebut,” imbuhnya.

- Advertisement -

SEMBORO, Radar Jember – Kelulusan siswa yang ditandai dengan konvoi dan corat-coret baju menjadi salah satu tradisi yang bersifat negatif. Oleh karena itu, sosialisasi dan imbauan terus digencarkan masing-masing sekolah. Berkenaan dengan diumumkannya kelulusan siswa kelas XII sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri maupun swasta pada 4 Juni mendatang, beberapa sekolah sudah melakukan persiapan antisipasi untuk mencegah konvoi dan corat-coret di jalanan. Dengan imbauan hingga pemberian sanksi dan pemanggilan orang tua.

BACA JUGA : Sinergi Mengabdi kepada Masyarakat

Salah satunya disampaikan Kepala SMK PGRI 3 Tanggul Prasetiyo Andoko, sehubungan dengan kelulusan siswa kelas XII tingkat SMK pada Sabtu, 4 Juni besok, pihak sekolah sudah melakukan berbagai persiapan untuk menghindari kegiatan yang mengarah pada hal negatif. “Kami beberapa waktu yang lalu sudah menerima imbauan dari cabang dinas agar memberikan imbauan sekaligus sanksi bagi siswa yang melakukan konvoi,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Seperti tradisi yang berlaku pada setiap tahunnya, banyak siswa kelas XII yang melakukan konvoi hingga corat-coret seragam di jalanan. Hal tersebut dirasa mengganggu dan banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Selain itu, dirinya juga sudah memberikan imbauan secara tertulis kepada orang tua atau wali murid agar anak-anaknya tidak melakukan kegiatan konvoi dan corat-coret. “Kami sudah berkirim surat kepada mereka agar melarang anaknya melakukan kegiatan tersebut,” imbuhnya.

SEMBORO, Radar Jember – Kelulusan siswa yang ditandai dengan konvoi dan corat-coret baju menjadi salah satu tradisi yang bersifat negatif. Oleh karena itu, sosialisasi dan imbauan terus digencarkan masing-masing sekolah. Berkenaan dengan diumumkannya kelulusan siswa kelas XII sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri maupun swasta pada 4 Juni mendatang, beberapa sekolah sudah melakukan persiapan antisipasi untuk mencegah konvoi dan corat-coret di jalanan. Dengan imbauan hingga pemberian sanksi dan pemanggilan orang tua.

BACA JUGA : Sinergi Mengabdi kepada Masyarakat

Salah satunya disampaikan Kepala SMK PGRI 3 Tanggul Prasetiyo Andoko, sehubungan dengan kelulusan siswa kelas XII tingkat SMK pada Sabtu, 4 Juni besok, pihak sekolah sudah melakukan berbagai persiapan untuk menghindari kegiatan yang mengarah pada hal negatif. “Kami beberapa waktu yang lalu sudah menerima imbauan dari cabang dinas agar memberikan imbauan sekaligus sanksi bagi siswa yang melakukan konvoi,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Seperti tradisi yang berlaku pada setiap tahunnya, banyak siswa kelas XII yang melakukan konvoi hingga corat-coret seragam di jalanan. Hal tersebut dirasa mengganggu dan banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Selain itu, dirinya juga sudah memberikan imbauan secara tertulis kepada orang tua atau wali murid agar anak-anaknya tidak melakukan kegiatan konvoi dan corat-coret. “Kami sudah berkirim surat kepada mereka agar melarang anaknya melakukan kegiatan tersebut,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/