Wali Kelas Ujung Tombak Suksesnya KBM

AL FURQAN FOR RADAR JEMBER TINGKATKAN MUTU : SMP Al Furqan bersama YDSF  Surabaya  dan KPI menggelar pelatihan wali kelas .

RADARJEMBER.ID – Wali kelas punya peran strategis dalam kegiatan belajar dan mengajar di kelas. Sebab, wali kelas menjadi ujung tombak dalam melaksanakan kebijakan sekolah, khususnya kepala sekolah. Wali kelas yang  bersentuhan langsung dengan kelas masing-masing. Termasuk juga kemampuan berkomunikasi dengan siswa dan  orang tua dari siswa -siswa di kelasnya.

IKLAN

Itu terungkap dalam pelatihan wali kelas yang diselenggarakan oleh Yayasan Al Furqan Jember, bekerja sama dengan Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya, penyandang dana dan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI), sebagai penyedia narasumber pelatihan. Pelatihan digelar tiga hari mulai 27 sampai  dengan 29 September  2018.

Menurut Ustaz  Abdul Holik MPd, Kabid Pendidikan dan SDM Yayasan Al Furgan, Yayasan Al Furqan, khususnya SMP Al Furqan, berperan sebagai penyelenggara  pelatihan berupaya mengkoordinasikan agar kegiatan ini dapat memberi manfaat. Tujuan yang diharapkan adalah agar  para guru  yang dipilih sekolah menjadi wali kelas memahami tugas dan fungsinya antara lain memahami tugas administratif. Juga untuk menciptakan lingkungan kelas yang kondusif, di mana dia menjadi walinya dan juga memahami tentang manajerial pendidikan.  “YDSF sebagai penyedia dana  dan  pemateri dari KPI, Surabaya” kata Ustad  Abdul Holik  MPd.

Mantan kepala SD Al Furqan Jember itu menjelaskan, ada 49 peserta pelatihan yang berasal dari 17 SMP dana MTs Negeri dan swasta di Jember. Para peserta merupakan wali kelas yang dikirim sekolah masing-masing.  Dikatakan, esensi dari pelatihan wali kelas ada tiga. Pertama tentang anak, kedua tentang peran wali kelas dan yang ketiga tentang lingkungan kelas itu sendiri.

Materi pelatihan tersebut, lanjut dia, tentang anak berisi tentang perkembangan psikologi anak dan  modalitas anak SMP. Sedangkan materi wali kelas tentang paradigma wali kelas, tupoksi wali kelas dan komunikasi efektif wali kelas. “Ketiga tentang kelas itu sendiri yang menjelaskan tentang desain kelas dan kelas model,” terangnya.

Dalam pelatihan, para peserta yang merupakan wali kelas  dilatih untuk menyusun rencana program kelas. “Penyusunan rencana program kelas menentukan keberhasilan belajar di kelas. Kalau penyusunan program kelas 70 persen  maka itu berarti  keberhasilan sudah  70 persen,” terangnya. Sebaliknya, kalau tidak ada perencanaan maka sama saja dengan merencanakan kegagalan.

Dia menjelaskan, selain wali kelas, guru juga punya peran penting dalam keberhasilan belajar anak didik “Berdasarkan penelitian 60 persen keberhasilan belajar di kelas ditentukan oleh guru. 20 persen ditentukan oleh metode dan 20 persen ditentukan oleh sarana dan prasarana,” terangnya.

Kepala SMP Al Furqan Jember, Ustazah Dra Gumul Isnaningsih menambahkan, pihaknya berusaha langsung mengimplementasikan hasil pelatihan. “Para wali kelas kini bersemangat untuk menerapkan ilmu dari pelatihan. Mereka sedang menyusun rencana manajemen kelas masing-masing,” kata Ustazah Is, sapaan karibnya, kepada radarjember.id. (kr/sh)

Editor : M. Shodiq Syarif

Reporter :

Fotografer :

Editor :