SD Al Ikhlash Kembangkan Pada Dua Sekolah Imbas, Latih Pengelolaan Kelas Aktif Berkarakter

HAFID ASNAN / RAME BERKARAKTER: Perwakilan tiga sekolah bersama Direktur Lemdik Al Ikhlash dan KPI dalam pembukaan pelatihan pengelolaan kelas aktif berbasis karakter pagi kemarin

RADARJEMBER.ID – Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan perubahan pengelolaan kelas dari konvensional menuju pengelolaan kelas aktif berbasis karakter, SD Al Ikhlas menggelar pelatihan. Dengan menggandeng Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya dan Kualita Penddikan Indonesia (KPI) untuk memantapkan pada dua sekolah imbas. Yakni MI Darul Falah Wonosari Tekung dan MI Nurul Islam 02 Kandangtepus, Senduro. Pelatihan digelar selama tiga hari. Dimulai 31 Agustus sampai 2 September.

IKLAN

Puji Lestari SAg, MPd, Kepala SD Al Ikhlash menjelaskan jika kegiatan ini menggandeng KPI dan YDSF. Penyelenggaranya KPI. Penyandang dananya dari YDSF. Ada juga trainer dari 8 guru model SD Al Ikhlash. Sementara pelaksananya dari SD Al Ikhlash sebagai salah satu bentuk pelaksanaan sekolah model terhadap dua sekolah imbas.

Lestari sapaan akrabnya mengatakan, dua MI tersebut adalah sekolah imbas dariSD Al Ikhlash. Yakni MI Darul Falah Tekung dan MI Nurul Islam 02 Senduro. “Pelatihan ini adalah awal kegiatan sekolah imbas. Selanjutnya, mulai 1 sampai 3 tahun akan ada pendampingan pembelajaran dan manajerial,” jelasnya.

Pendampingan yang dimaksud adalah dalam bentuk penguiriman supervisi pembelajaran dan pendampingan. Kemudian di manajerial juga demikian. Penyusunan program sekolah sampai branding sekolah.

Pelatihan kemarin diikuti 25 peserta dari MI Nurul Islam Kandangtepus. Ada 11 dari MI Darul Falah Wonosari Tekung. Ditambah 11 dari SD Al Ikhlash. Total ada 47 peserta. Dihadiri dari KPI Surabaya, ustadzah Yuni. Dari Kantor Kemenag diwakili pengawas madrasah yakni Bambang Yazid SAg dan Pengawas PPAI Kecamatan Lumajang, Safitri SAgMA.

Sifa’i Kasek MI Darul Falah Wonosari mengaku sangat berterimakasih dengan pelatihan ini. Ini menunjuk MI Darul Falah Wonosari mendapat perhatian. Iu menjadi modal bagi lembaga MI Darul Falah memajukan lembaga. “Saya berterimakasih sekali ikut pelatihan ini. Ini modal berharga, persaingan sekolah sekarang ini ketat,” katanya.

Di desanya ada 3 lembaga. Satu MI berdekatan. MI Darul Falah ada 130 murid. “Kita harus terus bersaing. Sebagai lembaga imbas Al Ikhlash, kami akan terus berjuang. Al Ikhlash jadi penyemat kami untuk maju,” jelasnya.

Sementara itu, Abdur Rosyid, Kasek MI Nurul Islam juga bersyukur dengan pelatihan ini. “Kami bisa senang dengan pelatihan ini. Ini pas dengan problem sekarang. Karakter anak luar biasa harus ditonjolkan. Rata-rata banyak orang tertatik karena pembentukan karakter,” ungkapnya.

Harapannya, dengan ikut pelatihan ini bisa menambah wawasan mendidik anak sampai berkarakter yang luar biasa. Dengan murid sebanyak 260, dia yakin bisa menanamkan pendidikan berkarakter dengan baik.

Dalam acara yang dihadiri Kemenang dan direktur Lemdik Al Ikhlas itu, sempat juga disampaikan banyak hal. Mulai pesan kesan wali murid sampai pada pesan dan arahan dari dinas. “Pendidikan karakter itu sangat penting. Percuma pintar jika tidak berkarakter,” ungkap Yazid.

Yossie Sudarso, Direktur Lemdik Al Ikhlash juga menekankan persoalan pendidikan berkarakter. Menurut dia, pendidikan karakter menjadi kebutuhan untuk kondisi saat ini.

Reporter & Fotografer : Hafid Asnan
Editor : Narto

Reporter :

Fotografer :

Editor :