alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Bisa Naik Kelas, Nilai Harus Terpenuhi

- Ada Waktu untuk Ikut Susulan

- Terjadi Miskomunikasi antara Sekolah dengan Wali Murid

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Tindak lanjut terhadap atlet drum band berprestasi, Muhammad Ihsan Maulana, yang dikabarkan tidak naik kelas menjadi perhatian pihak SMAN 2 Jember. Siswa peraih medali emas bersama tim drum band Jember itu tetap diharuskan memenuhi target nilai setelah Porprov Jatim selesai.

BACA JUGA : Pertama Masuk Final, Saatnya Jember Jawara

Plt Kepala SMAN 2 Jember Muhammad Edi Suyanto mengatakan, secara kelembagaan pihaknya telah memberikan dispensasi kepada Ihsan. Namun, saat masa tunggu susulan dan Porprov masih berlangsung, pihak keluarga mengambil rapor terlebih dahulu. Alhasil, rekapitulasi nilai di rapor Ihsan belum seluruhnya penuh karena masih dalam proses. Apalagi, siswa tersebut masih sibuk berlomba. Tentu saja, hasilnya berbeda dengan teman sekelasnya yang telah menerima nilai rapor dengan utuh.

Mobile_AP_Rectangle 2

Edi Suyanto menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya menunggu Ihsan hingga menyelesaikan perjuangannya di Porprov. Namun, karena kebutuhan administrasi, pihak sekolah mengaku memberikan rapor yang belum selesai dan sejumlah nilai mata pelajaran di dalam rapor itu kosong. Padahal, setelah Porprov, Ihsan masih diberi kesempatan untuk memenuhi target agar sejumlah mata pelajaran yang kosong terisi nilainya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Edi Suyanto mengungkapkan, telah terjadi miskomunikasi antara pihak sekolah dengan keluarga Ihsan. Nilai rapor yang diambil oleh pihak keluarga belum sepenuhnya terisi. Namun, setelah Porprov, Ihsan berkesempatan mengikuti susulan. “Jadi, nilainya belum tertera semua, karena sebelumnya kami telah memberitahukan dispensasi Porprov dengan cara menyusul mata pelajaran yang ditinggal,” terangnya.

Dikatakan, anak didiknya itu selama ini memang tidak masuk cukup lama karena mempersiapkan laga Porprov. Kurang lebih selama sembilan bulan hingga pelaksanaan lomba. “Banyak pelajaran yang tertinggal jauh, sehingga dispensasinya dengan cara menyusul,” imbuhnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Tindak lanjut terhadap atlet drum band berprestasi, Muhammad Ihsan Maulana, yang dikabarkan tidak naik kelas menjadi perhatian pihak SMAN 2 Jember. Siswa peraih medali emas bersama tim drum band Jember itu tetap diharuskan memenuhi target nilai setelah Porprov Jatim selesai.

BACA JUGA : Pertama Masuk Final, Saatnya Jember Jawara

Plt Kepala SMAN 2 Jember Muhammad Edi Suyanto mengatakan, secara kelembagaan pihaknya telah memberikan dispensasi kepada Ihsan. Namun, saat masa tunggu susulan dan Porprov masih berlangsung, pihak keluarga mengambil rapor terlebih dahulu. Alhasil, rekapitulasi nilai di rapor Ihsan belum seluruhnya penuh karena masih dalam proses. Apalagi, siswa tersebut masih sibuk berlomba. Tentu saja, hasilnya berbeda dengan teman sekelasnya yang telah menerima nilai rapor dengan utuh.

Edi Suyanto menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya menunggu Ihsan hingga menyelesaikan perjuangannya di Porprov. Namun, karena kebutuhan administrasi, pihak sekolah mengaku memberikan rapor yang belum selesai dan sejumlah nilai mata pelajaran di dalam rapor itu kosong. Padahal, setelah Porprov, Ihsan masih diberi kesempatan untuk memenuhi target agar sejumlah mata pelajaran yang kosong terisi nilainya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Edi Suyanto mengungkapkan, telah terjadi miskomunikasi antara pihak sekolah dengan keluarga Ihsan. Nilai rapor yang diambil oleh pihak keluarga belum sepenuhnya terisi. Namun, setelah Porprov, Ihsan berkesempatan mengikuti susulan. “Jadi, nilainya belum tertera semua, karena sebelumnya kami telah memberitahukan dispensasi Porprov dengan cara menyusul mata pelajaran yang ditinggal,” terangnya.

Dikatakan, anak didiknya itu selama ini memang tidak masuk cukup lama karena mempersiapkan laga Porprov. Kurang lebih selama sembilan bulan hingga pelaksanaan lomba. “Banyak pelajaran yang tertinggal jauh, sehingga dispensasinya dengan cara menyusul,” imbuhnya.

SUMBERSARI, Radar Jember – Tindak lanjut terhadap atlet drum band berprestasi, Muhammad Ihsan Maulana, yang dikabarkan tidak naik kelas menjadi perhatian pihak SMAN 2 Jember. Siswa peraih medali emas bersama tim drum band Jember itu tetap diharuskan memenuhi target nilai setelah Porprov Jatim selesai.

BACA JUGA : Pertama Masuk Final, Saatnya Jember Jawara

Plt Kepala SMAN 2 Jember Muhammad Edi Suyanto mengatakan, secara kelembagaan pihaknya telah memberikan dispensasi kepada Ihsan. Namun, saat masa tunggu susulan dan Porprov masih berlangsung, pihak keluarga mengambil rapor terlebih dahulu. Alhasil, rekapitulasi nilai di rapor Ihsan belum seluruhnya penuh karena masih dalam proses. Apalagi, siswa tersebut masih sibuk berlomba. Tentu saja, hasilnya berbeda dengan teman sekelasnya yang telah menerima nilai rapor dengan utuh.

Edi Suyanto menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya menunggu Ihsan hingga menyelesaikan perjuangannya di Porprov. Namun, karena kebutuhan administrasi, pihak sekolah mengaku memberikan rapor yang belum selesai dan sejumlah nilai mata pelajaran di dalam rapor itu kosong. Padahal, setelah Porprov, Ihsan masih diberi kesempatan untuk memenuhi target agar sejumlah mata pelajaran yang kosong terisi nilainya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Edi Suyanto mengungkapkan, telah terjadi miskomunikasi antara pihak sekolah dengan keluarga Ihsan. Nilai rapor yang diambil oleh pihak keluarga belum sepenuhnya terisi. Namun, setelah Porprov, Ihsan berkesempatan mengikuti susulan. “Jadi, nilainya belum tertera semua, karena sebelumnya kami telah memberitahukan dispensasi Porprov dengan cara menyusul mata pelajaran yang ditinggal,” terangnya.

Dikatakan, anak didiknya itu selama ini memang tidak masuk cukup lama karena mempersiapkan laga Porprov. Kurang lebih selama sembilan bulan hingga pelaksanaan lomba. “Banyak pelajaran yang tertinggal jauh, sehingga dispensasinya dengan cara menyusul,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/