alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kalah di PN, Pemkab Ajukan Banding

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Kasus sengketa kepemilikan lahan SMPN 3 Tanggul belum berujung. Setelah kalah di pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Pemkab Jember mengajukan banding. Hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu hasil putusan itu sampai memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

Perebutan hak milik lahan ini kembali mencuat ke publik setelah penggugat yang mengklaim sebagai ahli waris menyegel sekolah yang berada di bilangan Jl. PB Sudirman No 30, Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul. Akibat penyegelan itu, pihak sekolah tak bisa menempati gedung untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Mereka memanfaatkan bangunan eks UPTD Pendidikan Tanggul sebagai kantor sementara.

Melalui kuasa hukum penggugat, Anjas WS Pamungkas, disebutkan bahwa sekolah tersebut dibangun setelah mendapat hibah tanah pada 1963 silam dari almarhum Harsono, lelulur Yoyok, sang penggugat. Namun sejak saat itu, tanah tersebut belum pernah disertifikasi menjadi aset Pemkab Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Para ahli waris almarhum Harsono memiliki sertifikat hak milik. Dan selama 30 tahun lebih, mereka bayar pajak. Padahal, itu seharusnya ditanggung pemerintah daerah,” kata Pamungkas, kuasa hukum penggugat.

Menurut dia, semula kliennya itu meminta ganti rugi pembayaran objek pajak kepada Pemkab Jember. Namun, pihak pemkab tak ada yang menggubris. Ini sempat membuat ahli waris menyegel sekolah beberapa kali. Terbaru, penggugat juga kembali menyegel lembaga pendidikan itu dengan memasang seng dan banner yang berisi tulisan. Kendati demikian, pihaknya tetap mencantumkan permohonan maaf karena telah menutup paksa sekolah tersebut.

Langkah ini, diakui Pamungkas, karena pihaknya memiliki dasar hukum setelah gugatannya dimenangkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember. Dalam putusan Nomor 118/Pdt.G/2018/PN Jember tanggal 29 Mei 2019 itu, gugatan kliennya dikabulkan oleh majelis hakim. “Dalam putusan hukum itu, jelas kita sudah menang. Tinggal iktikad baik dari bupati dan kawan-kawan saja,” jelasnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Kasus sengketa kepemilikan lahan SMPN 3 Tanggul belum berujung. Setelah kalah di pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Pemkab Jember mengajukan banding. Hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu hasil putusan itu sampai memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

Perebutan hak milik lahan ini kembali mencuat ke publik setelah penggugat yang mengklaim sebagai ahli waris menyegel sekolah yang berada di bilangan Jl. PB Sudirman No 30, Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul. Akibat penyegelan itu, pihak sekolah tak bisa menempati gedung untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Mereka memanfaatkan bangunan eks UPTD Pendidikan Tanggul sebagai kantor sementara.

Melalui kuasa hukum penggugat, Anjas WS Pamungkas, disebutkan bahwa sekolah tersebut dibangun setelah mendapat hibah tanah pada 1963 silam dari almarhum Harsono, lelulur Yoyok, sang penggugat. Namun sejak saat itu, tanah tersebut belum pernah disertifikasi menjadi aset Pemkab Jember.

“Para ahli waris almarhum Harsono memiliki sertifikat hak milik. Dan selama 30 tahun lebih, mereka bayar pajak. Padahal, itu seharusnya ditanggung pemerintah daerah,” kata Pamungkas, kuasa hukum penggugat.

Menurut dia, semula kliennya itu meminta ganti rugi pembayaran objek pajak kepada Pemkab Jember. Namun, pihak pemkab tak ada yang menggubris. Ini sempat membuat ahli waris menyegel sekolah beberapa kali. Terbaru, penggugat juga kembali menyegel lembaga pendidikan itu dengan memasang seng dan banner yang berisi tulisan. Kendati demikian, pihaknya tetap mencantumkan permohonan maaf karena telah menutup paksa sekolah tersebut.

Langkah ini, diakui Pamungkas, karena pihaknya memiliki dasar hukum setelah gugatannya dimenangkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember. Dalam putusan Nomor 118/Pdt.G/2018/PN Jember tanggal 29 Mei 2019 itu, gugatan kliennya dikabulkan oleh majelis hakim. “Dalam putusan hukum itu, jelas kita sudah menang. Tinggal iktikad baik dari bupati dan kawan-kawan saja,” jelasnya.

RADAR JEMBER.ID – Kasus sengketa kepemilikan lahan SMPN 3 Tanggul belum berujung. Setelah kalah di pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Pemkab Jember mengajukan banding. Hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu hasil putusan itu sampai memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

Perebutan hak milik lahan ini kembali mencuat ke publik setelah penggugat yang mengklaim sebagai ahli waris menyegel sekolah yang berada di bilangan Jl. PB Sudirman No 30, Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul. Akibat penyegelan itu, pihak sekolah tak bisa menempati gedung untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Mereka memanfaatkan bangunan eks UPTD Pendidikan Tanggul sebagai kantor sementara.

Melalui kuasa hukum penggugat, Anjas WS Pamungkas, disebutkan bahwa sekolah tersebut dibangun setelah mendapat hibah tanah pada 1963 silam dari almarhum Harsono, lelulur Yoyok, sang penggugat. Namun sejak saat itu, tanah tersebut belum pernah disertifikasi menjadi aset Pemkab Jember.

“Para ahli waris almarhum Harsono memiliki sertifikat hak milik. Dan selama 30 tahun lebih, mereka bayar pajak. Padahal, itu seharusnya ditanggung pemerintah daerah,” kata Pamungkas, kuasa hukum penggugat.

Menurut dia, semula kliennya itu meminta ganti rugi pembayaran objek pajak kepada Pemkab Jember. Namun, pihak pemkab tak ada yang menggubris. Ini sempat membuat ahli waris menyegel sekolah beberapa kali. Terbaru, penggugat juga kembali menyegel lembaga pendidikan itu dengan memasang seng dan banner yang berisi tulisan. Kendati demikian, pihaknya tetap mencantumkan permohonan maaf karena telah menutup paksa sekolah tersebut.

Langkah ini, diakui Pamungkas, karena pihaknya memiliki dasar hukum setelah gugatannya dimenangkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember. Dalam putusan Nomor 118/Pdt.G/2018/PN Jember tanggal 29 Mei 2019 itu, gugatan kliennya dikabulkan oleh majelis hakim. “Dalam putusan hukum itu, jelas kita sudah menang. Tinggal iktikad baik dari bupati dan kawan-kawan saja,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/