alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Cegah Lost Generation, Pemkab Upayakan Pembelajaran Tambahan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 memang menjadi kendala besar bagi para pelajar untuk melakukan transfer ilmu secara tatap muka di sekolah. Beruntung, pemerintah memiliki konsep jitu untuk tetap bisa melakukan proses belajar mengajar antara guru dengan siswa, yakni melalui pembelajaran daring.

Meski tak sepenuhnya bisa menggantikan pembelajaran tatap muka (PTM), namun setidaknya ada upaya untuk tetap memberikan pendidikan dan penyampaian materi kepada siswa. Tidak bisa dibayangkan, bagaimana jika sampai saat ini tak ada inovasi pembelajaran online. Mungkin para generasi muda tidak bisa mendapatkan haknya untuk mengenyam dunia pendidikan. Hal itu disampaikan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto saat menghadiri milad ke 50 Yayasan Al Furqan Jember.

Pada perayaan itu, Bupati Hendy menyampaikan, akan ada banyak tantangan dalam dunia pendidikan ke depannya. Dia berharap agar PTM bisa segera dilaksanakan kembali. Mengingat, ada pembelajaran yang hilang selama siswa tidak bertemu dengan guru. “Jangan sampai terjadi lost generation selama 5 tahun hingga 10 tahun mendatang,” sebutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Hendy menegaskan bahwa nantinya Pemkab Jember bakal mendukung berbagai upaya pembelajaran tambahan atau mekanisme pembelajaran di luar jam sekolah untuk mengantisipasi lost generation tersebut. “Pemkab bakal memfasilitasi apa pun yang diperlukan dengan berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki. Kami siap membantu,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 memang menjadi kendala besar bagi para pelajar untuk melakukan transfer ilmu secara tatap muka di sekolah. Beruntung, pemerintah memiliki konsep jitu untuk tetap bisa melakukan proses belajar mengajar antara guru dengan siswa, yakni melalui pembelajaran daring.

Meski tak sepenuhnya bisa menggantikan pembelajaran tatap muka (PTM), namun setidaknya ada upaya untuk tetap memberikan pendidikan dan penyampaian materi kepada siswa. Tidak bisa dibayangkan, bagaimana jika sampai saat ini tak ada inovasi pembelajaran online. Mungkin para generasi muda tidak bisa mendapatkan haknya untuk mengenyam dunia pendidikan. Hal itu disampaikan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto saat menghadiri milad ke 50 Yayasan Al Furqan Jember.

Pada perayaan itu, Bupati Hendy menyampaikan, akan ada banyak tantangan dalam dunia pendidikan ke depannya. Dia berharap agar PTM bisa segera dilaksanakan kembali. Mengingat, ada pembelajaran yang hilang selama siswa tidak bertemu dengan guru. “Jangan sampai terjadi lost generation selama 5 tahun hingga 10 tahun mendatang,” sebutnya.

Bupati Hendy menegaskan bahwa nantinya Pemkab Jember bakal mendukung berbagai upaya pembelajaran tambahan atau mekanisme pembelajaran di luar jam sekolah untuk mengantisipasi lost generation tersebut. “Pemkab bakal memfasilitasi apa pun yang diperlukan dengan berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki. Kami siap membantu,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 memang menjadi kendala besar bagi para pelajar untuk melakukan transfer ilmu secara tatap muka di sekolah. Beruntung, pemerintah memiliki konsep jitu untuk tetap bisa melakukan proses belajar mengajar antara guru dengan siswa, yakni melalui pembelajaran daring.

Meski tak sepenuhnya bisa menggantikan pembelajaran tatap muka (PTM), namun setidaknya ada upaya untuk tetap memberikan pendidikan dan penyampaian materi kepada siswa. Tidak bisa dibayangkan, bagaimana jika sampai saat ini tak ada inovasi pembelajaran online. Mungkin para generasi muda tidak bisa mendapatkan haknya untuk mengenyam dunia pendidikan. Hal itu disampaikan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto saat menghadiri milad ke 50 Yayasan Al Furqan Jember.

Pada perayaan itu, Bupati Hendy menyampaikan, akan ada banyak tantangan dalam dunia pendidikan ke depannya. Dia berharap agar PTM bisa segera dilaksanakan kembali. Mengingat, ada pembelajaran yang hilang selama siswa tidak bertemu dengan guru. “Jangan sampai terjadi lost generation selama 5 tahun hingga 10 tahun mendatang,” sebutnya.

Bupati Hendy menegaskan bahwa nantinya Pemkab Jember bakal mendukung berbagai upaya pembelajaran tambahan atau mekanisme pembelajaran di luar jam sekolah untuk mengantisipasi lost generation tersebut. “Pemkab bakal memfasilitasi apa pun yang diperlukan dengan berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki. Kami siap membantu,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/