Pascasarjana IAIN Jember

Sediakan Opsi Kuliah Daring Lebih Variatif

COBA APLIKASI BARU: Direktur Pascasarjana IAIN Jember Prof Abdul Halim Soebahar tengah memilih model perkuliahan daring di layar komputer. Belakangan ini model kuliah daring tersebut semakin variatif.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID – Perkuliahan daring dengan berbagai aplikasi belakangan ini mulai bermunculan. Seperti model perkuliahan yang ada di Pascasarjana IAIN Jember. Ada banyak opsi kuliah daring yang ditawarkan. Seperti Learning Management System (LMS), Zoom Meeting, Google Meet, Microsoft Team, dan Sistem Informasi Terpadu atau Sister.

Direktur Pascasarjana IAIN Jember Prof Abdul Halim Soebahar menjelaskan, banyaknya opsi perkuliahan daring itu sebenarnya bagian dari kemajuan zaman. Terlebih lagi di situasi pandemi saat ini yang masih mengharuskan berjalannya kuliah serba dalam jaringan.

Kendati banyak, namun terpenting bisa memudahkan penggunanya. Baik dosen maupun mahasiswa. “Salah satunya yang paling bermanfaat adalah segala perkuliahan bisa teradministrasi dengan baik di sistem akademik,” jelasnya.

Apalagi, dosen juga diberikan keleluasaan untuk memilih sendiri model daring yang dirasa pas. Bahkan bisa digunakan semuanya. Karena yang terpenting, segala aktivitas perkuliahan mahasiswa bisa terekam dalam sistem akademik dan memudahkan untuk memberikan penilaian terhadap hasil perkuliahan.

“Kita diskusi tiap hari untuk mengevaluasi. Di mana masalahnya, kelemahannya apa, dan lain-lainnya. Agar sistem yang ada bisa semakin maksimal,” imbuhnya. Selain itu, banyaknya opsi perkuliahan daring itu juga memudahkan dosen dan mahasiswa dalam beradaptasi dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Sebagaimana diketahui, Pascasarjana IAIN Jember telah menggunakan KKNI untuk kali kedua di tahun ini. Karena mahasiswa Pascasarjana IAIN Jember tidak semua S1 atau S2 di IAIN Jember, tapi berasal dari berbagai daerah dan wilayah. “Jadi beragamnya kuliah daring itu sangat membantu fokus dan capaian dari KKNI itu sendiri,” pungkasnya. (kl)

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: Maulana
Fotografer: Maulana