Zaman Now, Suka Sejarah Itu Asyik

Sholikhul Huda/Radar Ijen BELAJAR SEJARAH: Anak-anak SMP saat belajar sejarah bersama tenaga ahli Cagar Budaya Jatim, akhir pekan kemarin.

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Generasi Z adalah generasi yang serba modern. Adanya gadget yang di dalamnya memiliki teknologi canggih, membuat akses dunia berada dalam genggaman. Di era teknologi ini, generasi zaman now harus lebih giat mengeksplorasi pengetahuan lokal, utamanya sejarah. Itulah yang menjadi penyampaian Drs Ismail Lutfi, tenaga ahli Cagar Budaya Provinsi Jatim, saat kegiatan pengenalan sejarah purbakala bagi anak SMP di Bondowoso.

IKLAN

 Dia mengajak seluruh siswa agar mengetahui kekayaan lokal. Menurutnya Bondowoso adalah daerah yang memiliki kekayaan sejarah purbakala yang asyik. Sebab banyak peninggalan benda bersejarah yang bisa dipelajari oleh siswa. “Minimal, mereka harus tahu, ada banyak benda bersejarah di daerahnya ini,” ujar Ismail Lutfi.

 Setelah memberikan penjelasan tentang berbagai benda bersejarah, lantas sebanyak 60 siswa diajak ke beberapa titik sejarah yang dekat dengan kota. Yakni,  di Situs Pekauman, Desa Pekauman, Grujugan serta di kantor disparpora. Di tempat-tempat itu, ada contoh batu kenong, menhir, sarkofagus dan lain sebagainya.

 Seperti di kantor disparpora, di sana ada menhir yang ditaruh di halaman. Selain itu ada replika berbagai barang cagar budaya. Sehingga para siswa tidak hanya memahami di gambar dan tulisan, namun melihat bentuk-bentuknya.

Ismail Lutfi mengungkapkan, saat ini tugas arkeologi tidak hanya didominasi akademisi dan lembaga terkait. Tapi sekarang sudah eranya masyarakat bisa menjadi arkeolog. Minimal bisa melakukan deteksi dan perawatan benda bersejarah. “Undang-undang cagar budaya juga telah memberikan porsi yang memadai untuk peran serta masyarakat. Sejak kecil diajak memahami, kelak ketika besar bisa melakukan peran serta di bagian mana bisa menjaga benda bersejarah,” ujarnya.

 Sedangkan adanya media sosial, menurut Ismail Lutfi, dia melihat ada potensi besar anak muda untuk belajar dan suka kepada sejarah budaya. Pertama, karena mudah diakses. Kemudian mereka mudah sekali bertukar informasi. “Mereka sendiri bisa sebagai pelaku. Jadi sekarang tidak ada halangan untuk anak muda senang. Sebab ada kemudahan,” tuturnya.

Sementara Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disdikbud Bondowoso, Heri Kusdarijanto mengatakan, saat ini sudah banyak akses informasi tentang benda sejarah di Bondowoso. Memang tempat yang layak kunjung untuk mempelajari benda purbakala, masih belum ada. Namun ada beberapa titik yang bisa menjadi study tour. “Seperti Situs Pekauman, siswa bisa belajar, seperti di Wringin dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sebagai langkah pengenalan, disdikbud mengumpulkan para siswa SMP untuk belajar bersama tentang sejarah. Setiap tahunnya program ini diharapkan bisa memunculkan bibit-bibit anak yang nantinya menjadi ahli sejarah.

Reporter & Fotografer: Sholikhul Huda
Editor : M. Shodiq
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :